☺ The Journey of MazEdhoy™ ☺

Happening Place Hunter ☺ World Traveler ☺ Friends Reunited ☺ Community Developer ☺ Cross-Cultural Thinker

12 September 2011

Suatu Pagi di Siam Square

Cyberedhoy, Bangkok
12.09.11

Pagi ini kita check out dari kawasan Chatuchak dan mau pindah ke kawasan turis internasional yang terkenal di kalangan backpacker. Yup, Khaosan Road. Pagi itu jam 5 pagi kita udah siap-siap checkout, di luar masih gerimis. Tapi itu bukan halangan, justru jam 6 pagi kita keluar malah susah dapet Tuk Tuk, karena semua jual mahal. Buka harga mulai dari 100 bath, dan paling murah ditawar sampe 70 bath. Beeh, padahal stasiun Mo Chit sama jaraknya ke Chatuchak Park. Dan kita kemarinnya naik Tuk Tuk cuma 30 bath, paling mahal 40 bath. Sompret!


Kesel banget gue sama abang-abang Tuk Tuk yang pada jual mahal itu. Akhirnya kita memutuskan naik taxi aja. Tadinya kita pikir enggak ada yang mau karena jaraknya enggak gitu jauh. Macam dari Monas ke Plaza Semanggi gitu. Jreng, jreng...ternyata naik taxi pake argo udah berbandrol 35 bath begitu buka pintu. Eh, ternyata sampe stasiun Mo Chit kita cuma bayar 45 bath. Lebih murah dari Tuk Tuk sialan itu. Makin jengkel aja gue sama Tuk Tuk!

Sampai stasiun Mo Chit, kita beli tiket 40 bath ke Siam Stasiun, lewatin stasiun  Phaya Thai (BTS Interchange) kemarinnya sewaktu dari Airport. Berhubung masih pagi, isi kereta ini anak sekolah dan eksmud gitu deh. Seger-seger pokoke, hehe...Dari atas stasiun Siam bisa lihat kemacetan Bangkok yang ternyata enggak parah kayak di Jakarta. Jarang terlihat motor di situ. Bus juga punya jalur sendiri dan jalan di bahu jalan sisi kiri.



Begitu keluar dari Siam Stasiun kita jalan kaki di jembatan penyeberangan yang mirip jembatan busway dekat Semanggi mau ke Benhil gitu deh. Habis itu duduk-duduk di halte bus nunggu bus nomer 15 (menurut buku backpacker). Bis-nya sih lewat-lewat aja, semacam metromini tapi AC dan lebih bagus. Eh, ternyata baru sadar kalo kita enggak bakalan bisa naik bus kalo enggak ikutan antri. Jadi malu...ternyata orang-orang di Bangkok udah tertib banget. Pelan-pelan kita menyingkir dari halte dan mengurungkan niat naik bus.

Saking tertibnya enggak kelihatan orang merokok di situ, jadilah Dokter Sas rokok'an di balik semak-semak sambil kita nongkrong dulu di depan Siam Square. Menikmati suasana hari sibuk  hari pertama  kerja di Bangkok. Senin pagi yang mirip di Jakarta tapi lebih teratur. Kita nongkrong di dekat kedai kopi susu yang enak banget suasana dan rasanya. Hanya dengan nerogoh kocek 20 bath untuk segelas besar ice chocolate atau yang hot. Sama juga untuk kopinya. Murah yah, cuma sekitar enam ribu perak.

Selasai rehat sejenak, kita stop taxi, minta dianterin ke Khaosan Road. Kalo menurut acuan buku backpacker sih ongkosnya bisa sampe 100 bath. Tapi kita enggak percaya gitu aja, dari empat taxi yang kita stop. Dua supir enggak bisa bahasa Inggris, langsung kabur pas kita tanya-tanya. Satu supir taxi minta borongan 100 bath. Nah, baru yang terakhir nih mau pake argo (Taxi Meter, kalo kata orang lokal). Ternyata sampe Khaosan Road cuma 30 menit, bayar cuma 73 bath. Itu pun karena agak macet. Padahal kalo enggak sih paling 60an bath gitu. Jarak dari Siam Square ke Khaosan Road kira-kira kayak dari Bunderan HI ke Taman Anggrek di Tomang tuh.
Oh ya, buat yang mau tau sekitar Siam Square, berikut ada petanya yang kalo di klik bisa jadi gede, jadi enak bacanya dan 'gak takut tersesat. See yaa....



Written by Edhoy, Photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

0 Comments:

Post a Comment