☺ The Journey of MazEdhoy™ ☺

Happening Place Hunter ☺ World Traveler ☺ Friends Reunited ☺ Community Developer ☺ Cross-Cultural Thinker

30 January 2011

Wisma Pendawa Ciumbuleuit - part.1

Cyberedhoy, Bandung
30.01.11

Kali ini cerita seputer Ciumbeluit, kawasan Setia Budi atas gak jauh dari kampus Universitas Parahyangan. Kita 'nginep di Wisma Pandawa punyanya Departemen Sosial. Lumayan juga buat rombogan banyak orang. Satu kamar besar ukuran empat orang lengkap ada TV, kamar mandi shower, lemari, dll. Pokoke standard wisma gitu lah...murah banget cuma 150 ribu perak semalam.

Nah, hari itu kita ambil tiga kamar, masing-masing isi empat orang. Oh ya, kalo ke sini mending mampir ke resepsionis dulu. Pokoke begitu masuk jalan menuju sini ada di sebelah kanan jalan. Tanya aja sama satpam-nya.

Kita kebagian di Wisma Saroja, dengan cat pinky berderet tiga kamar. Rombongan cewe2 di sebelah kanan, yang cowo2 di tengah. Sementara pasutri baru yang jarang jalan bareng 'ngumpet di sisi kiri. Yup, gak lain dan gak bukan adalah Ma'cuy dan Pa'cuy, yaitu gue dan bini yang ternyata udah tenar di seantero anak Garuda ini. Haha...gue jadi papa'cuy, jiaaahhh.....mejeng dulu aah di Kelurahan Ciumbuleuit, mumpung di depan Wisma. haha....



Nah, serunya lagi nih pas makan pagi. Dateng nasi goreng buat empat kamar dijadiin satu. Jadilah prasmanan ambil sendiri2 sarapan sambil menikmati udara pagi yang enggak dingin. Whewm ternyata Bandung utara aja udah gak dingin, jadi kemana lagi kira-kira tujuan orang Matrepolitan yang suntuk dengan kepanasan ibu kota? Udah gak fresh lagi nih Bandung sekarang, padet berisi. Gempal kayak ubi Cilembu ;)


Sebelum meninggalkan Wisma Pendawa ini, kita sempetin foto-foto dulu di depan mumpung blom bubaran karena sebagian pisah rombongan.

TumBand Garuda - Season-1



Buat yang mau ke Bandung dengan rombongan nanggung dan mau irit, bisa coba 'nginep di sini. Jauh sih dari pusat kota, kontak aja :

WISMA PENDAWA
Cibeunying, Bandung - 40142
Jawa Barat, Indonesia
 
Telepon: +62 22 2031437



Written & Photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

Kuliner Bandung Kota

Cyberedhoy, Bandung
29.01.11

Lanjut...turun dari Ciwedey kita langsung ke kawasan Dago, tepatnya ke Jl Teuku Umar No.7. Ada cafe Cabe Rawit memasang slogan itu di bawah papan namanya, "Makan, minum, senang-senang." Makan dan minum, jelas. Secara ini memang kafe yang jual berbagai variasi makanan dan minuman. Senang-senang? Pastinya. Karena di sini kita bisa nongkrong rame-rame di tempat yang nyaman, sejuk, dan banyak makanan enak, buka sampe jam 1 pagi cuy!



Ternyata di dekat tempat kita nginep di Ciumbuleuit juga ada, buka 24 jam setiap weekend. Jadi santai aja kalo baru ngerasa lapar jam 3 pagi pas lagi hang'out di Bandung. haha...Menunya macem-macem. Mau makan yang mengenyangkan, ada. Mau ngemil-ngemil lucu, bisa. Mau makan dua kali, boleh. Soalnya harganya murah, berkisar antara Rp 6.000 sampai Rp 30.000. Gue pesen minuman yang unik, coffee caramel panggang. duuhh...lupa namanya euy!

CAFE CABE RAWIT
Jl. Teuku Umar no. 7
Bandung
Ph : 022.250.1452

Jam Buka :
Senin - Jumat 08:00 - 22:00
Sabtu - Minggu 08:00 - 01:00
 
Nanny's Pavillion

The nanny's pavillon ini salah satu yang menawarkan menu2 dengan rasa yang enak. Selain pancake dan wafel, ada juga pasta dan nasi untuk menu 'berat'nya. Pertama kali nyoba Nanny's yang di pojokkan jalan RE Martadinata, tempatnya bisa dibildang kecil, tapi tertata rapi dengan tema 'garden'. Kalo weekend susah cari parkirnya. Tapi jangan kuatir karena ada vallet parking.



Nanny's Pavillion adalah pilihan tepat yang bisa memuaskan 'mimpi' kuliner ini. Nannya's Pavillion menyediakan pilihan menu pancake, pasta, sandwich, waffle yang bersaus creamy, dengan pilihan daging sapi atau ayam. Untuk menu waffle dan pancake, bisa ditukar-tukar, karena teman-temannya waffle dan pancake memang sengaja dibuat berbeda agar menu lebih bervariasi. Misalnya, ada menu Sausage Pancake tapi tidak Sausage Waffle. Tenang, bisa koq kita pesan pancake-nya diganti waffle. Yummm... Menu paling terkenal di sini adalah Mom's Green Spaghetti, Grandma's Waffle Chicken Pesto dan macam-macam baked rice.
Di sana Lydia cobain pancake kesukaannya dan gue pesan pasta, beef fettucini with brown sauce, fettucini ini saucenya berwarna cokelat (bukan putih seperti biasanya) dengan topping slice beef panggang. Kita di sini dalam rangka ditraktir bokapnya Joe, temen kantor Lydia yang satu rombongan Tum Band dari Garuda ini. Minuman gue pesen yang rada aneh tapi seger, guava orange. gubrax!!


Karena hampir semua makanannya bersaus creamy dan cheezy, ada baiknya minumnya sesuatu yang ringan seperti teh (untuk yang panas, mereka sedia Dilmah) atau lemonade. Pilihannya banyak dan segar. Ada Lemonade Mint, atau Nanny's Mocktail yang khusus satu pitcher untuk 4 orang.




Konsep rumahan yang di-eksplore dengan teliti menjadi ciri khas setiap outlet Nanny's Pavillion. Yang di Bandung ini, seperti di dalam perpustakaan dan kebun, yang di PP Mall seperti di dalam kamar mandi, yang di CityWalk Sudirman seperti di ruang keluarga, yang baru buka di Central Park Mall seperti di teras, plus menu makanan dan minuman yang seperti dimasakkin keluarga sendiri jadi koncian Nanny's Pavillion.




Harga makanan antara Rp. 18.000,- - Rp 45.000,- sedangkan minuman antara Rp 8.000,- - Rp 40.000,- Tips lain: Kalau ke sini jangan pakai kemeja putih dan bertel hitam ya, apalagi berdasi kupu-kupu. Nanti kamu ditanyain menu sama pengunjung lagi. xixixi...abisnya weiters pake dasi kupu-kupu sih ;)

 

NANNY'S PAVILION :
Jl. R.E Martadinata No. 112
Bandung Wetan, Bandung
INDONESIA 40114
     

Prima Rasa

Satu lagi nih yang lagi happening...;Prima Rasa;...berada di kawasan junction, alias perempatan jalan Kemuning. Di sini berjubel orang mau beli brownies panggang oleh-oleh dari Bandung. Brownies memang bukan makanan khas Bandung. Tapi banyaknya penjual brownies seolah-olah menguatkan kesan Bandung adalah kota brownies. Gak afdol rasanya jika kita meninggalkan kota ini tanpa membawa oleh-oleh kue berbahan dasar cokelat itu. Kue ini cocok dijadikan sebagai oleh-oleh karena bisa tahan sampai beberapa hari.

Di Bandung, ada dua jenis bownies yang terkenal, yaitu borwnies panggang dan brownies kukus. Toko Prima Rasa ini merupakan pelopor sekaligus spesialis brownies panggang. Toko yang buka sejak tahun 1984 ini sekarang buka di empat tempat. Pusatnya ada di Jalan Kemuning No. 20. Semua cabang buka tiap hari mulai pukul delapan pagi sampai delapan malam. Dibandingkan tiga cabangnya, tempat ini paling komplet dalam hal pilihan kue. Jumlahnya ratusan. Di sini tersedia aneka pilihan brownies contohnya: brownies cokelat, brownies chips, brownies raisin, brownies moka, brownies keju, brownies tiramisu, dll.

Selain kue andalan brownies, di sini juga tersedia kue-kue lain yang banyak dicari pembeli, seperti lapis pilipina cokelat (sejenis bolu-boluan, harga), aneka molen, sponge cake (berbahan ketan hitam), amareto cake, dll. Molen di tempat ini pun tersedia dalam aneka pilihan, mulai dari molen pisang, molen apel, molen kacang hijau, molen durian, molen tape, molen nanas, molen nangka, dsb. 

Kalau mau penganan tradisional, di sini pun tersedia berbagai jenis pilihan yang jumlahnya tidak kalah banyak. Ada clorot (kue basah dari tepung terigu yang dibungkus dengan janur), juga awug (kue dari tepung beras yang dimakan dengan parutan kelapa dan gula merah cair). Jajanan pasar pun tersedia dalam jumlah tak kalah banyak. Pilihannya puluhan. Ada juga Tahu Pletok di teras luar. Pedes jack!!

PRIMARASA BAKERY
Jl. Kemuning no. 20
Bandung


Written & Photos by Edhoy.
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

29 January 2011

Misteri Kawah Putih

Cyberedhoy, Ciwidey
29.01.11

Sabtu pagi itu Gue dan Lydia on the way to Ciwidey, suatu kawasan pegunungan yang ada danau berwarna hijau atau yang dikenal dengan 'Kawah Putih". Lho, warnanya ijo kok disebut Kawah Putih sih? ahh, pokoke baca aja dulu. Protes aja! Di akhir tulisan juga bakalan tau kenapa namanya jadi Kawah Putih. So, kita berangkat dari rumah jam 5 pagi. Isi pertamax full tank sekalian mau test drive mobil baru Grand Livina Automatic 1.8. 

Tiga jam kurang akhirnya kita sampai di kawasan Kawah Putih, sekitar 200 KM perjalanan dari  Cipayung dan menghabiskan sekitar separuh tanki pertamax. Kurang lebih 20 liter, jadi lumayan boros kalo menurut gue sih, 1:10 alias 1 liter habis untuk 10 KM. Maklum jalan naik terus, pake gigi satu pula, automatic lagi. Menuju lokasi danau Kawah Putih, dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5,7 KM tapi mesti bayar 150 ribu per kendaraan pribadi roda empat. Busyeet...sependek ingetan gue tiga tahun lalu cuma 3 ribu perak jack!!  Enewei, kalo mau rada irit yah naik aja angkot cuma 26 ribu. Tapi kalo sendirian ke sana, wakakak...

Ketinggiannya sekitar 2300 meter dari permukaan laut, terbentuk saat terjadi letusan gunung Patuha sekitar tahun 1000-1200. Sekarang kawah ini sudah relatif stabil, dengan tidak adanya aktivitas aliran magma yang membahayakan sejak tahun 1600. Kawasan Hutan Bandung Selatan ini terletak di lereng gunung Patuha, kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dan berada di antara jalur Ciwidey - Situ Patengan. Sepanjang jalan pemandangan hutan tanaman Eucalyptus dan hutan alam tropis.


Konon menurut keterangan mbah Google, misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun. Saat itu, Junghun mengadakan perjalanan ke Gunung Patuha, dia sempat penasaran tentang suasana alam yang dirasakannya sangat hening dan sunyi itu. Penduduk setempat taunya itu kawasan angker sebagai kerajaan jin dan tempat bersemayamnya roh para leluhur. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal dan lain sebagainya.


Namun, Junghuhn tidak mempercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan terbang di atas permukaan kawah.

Disini terkenal juga sama kecapi yang dimainkan bapak tua yang misterius. Kawah Putih memang menakjubkan dari aspek tampilan dan kelestarian lingkungannya. Cekungan seluas 25 hektar itu berair keputih-putihan. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu, kuning terang dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah.

Saat sore hari, air danau kawah tiba-tiba pasang surut. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih. Karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih. 


Gak terasa nih hampir tiga jam kita di sini, udah cukup batuk-batuk dan siap2 jalan lagi menuju kota kembang dan penginapan di Bandung Utara bersama rombongan Tum Band dari kantor Lydia. Jauh yah...xixixi....bye bye paradise island, we'll be back again someday with different story ;)



Written by Edhoy; Photos by Edhoy, Lydia, Andy & Sandha
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

Kuliner Bandung Selatan

Cyberedhoy, Ciwidey
29.01.11

Kali ini tujuan kuliner di Bandung diturunkan dalam satu reportase, caeellaaaahh...gak penting yak! Pokoke kita datangin tempat kuliner yang lagi 'happening' mulai dari Bandung Utara di Ciwidey sampe Bandung Selatan di Ciumbuleuit.

Bandrex Abah

Puas main di Kawah Putih, turunnya kita mampir di gubuk rest area di parkiran bawah. Icip2 Bandrex Abah dan bajigur. ada juga yang makan indomie, jagung bakar, sampe gak makan apa2. haha...Biasanya Bokap gue suka beli Bandrex Abah yang botolan, sekitar 30 ribu kalo beli di kota, tapi kok di tempat asalnya harga bandrol jadi 25 ribu yah? lebih mahal goceng mungkin karena di objek wisata, coba di obyek penderita. gak laku kaleeee....hus!!

Bandrek Abah bagus untuk di konsumsi sebagai minuman penghangat tubuh, maklum Ciwidey agak dingin Jack! Bandrek ini bukan hanya sekedar campuran jahe dan gula saja, tetapi dilengkapi dengan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas jika di sajikan di berbagai tempat. Bahan-bahan pilihan 100% alami, tanpa mengandung bahan pengawet, dengan racikan komposisi yang tepat serta diolah secara teliti dan higienis.



Written & photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

18 January 2011

Coklat Krakatau

Cyberedhoy, Cilegon
18.01.11

Malem itu ceritanya gue janjian sama Jefri buat nengokin pak Saptomo yang diopname di RS Krakatau. Dia nih udah seminggu gak masuk, ternyata di opname dan ini kunjungan kita kedua setelah minggu sebelumnya nengokin pak Sakimun di tempat yang sama.



Pulang dari sana gue mampir ke Mall Krakatau Junction, ini ada di komplek perumahan Krakatau Steel yang masih rindang banyak pohon-pohon gede. Biasanya gue mampir situ kalo habis olah raga, jogging track di seberangnya. Kebetuan malam itu gue mau pulang ke Jakarta, jadi bawain oleh-oleh coklat buat Lydia.


Gue inget waktu kecil dulu sering dibawain oleh-oleh coklat dari Batam sama bokap, jadi pas lihat di sana dijual coklat itu, jadi gue beli aja. Soalnya agak susah nemu di Jakarta kalo enggak ke supermarket yang jual barang inport atau yang keren-keren. hehe...





14 January 2011

HSE Interface Meeting

Cyberedhoy, Grenyang
14.01.11

Seperti biasa nih, setiap Jum'at pagi kita 'ngadain HSE Interface Meeting antar tiga project yang ada di PTG Yard. Kali ini agak beda, karena memasuki minggu terakhir buat rekan-rekan di ONGC/ICPR Project. Enam platform mereka sudah load out, empat diantaranya sudah dikirim ke Mumbay Offshore, India. Makanya kita semua foto bareng dulu buat kenang-kenangan nih. 



Project lain yaitu HESS juga sudah siap-siap untuk loud out platform-nya. Barge juga sudah merapat di Jetty. Kemungkinan bulan depan pun sudah dikirim semua buat installasi di Ujung Pangkah Offshore, Surabaya. Sementara project gue bakalan ditargetin kelar bulan Juni 2011 dan bakalan dikirim ke Bongkot Offshore juga buat installasi.

Oke deh, kali ini gue mau cerita dikit tentang ONGC Project di sebelah yang udah 'nyaris selesai ini.






Written & photos by Edhoy

© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

13 January 2011

Krakatau Junction

Cyberedhoy, Cilegon
13.01.11

Pulang kantor hari ini Gue ikut pak Bambang dan Harry jalan-jalan ke Krakatau Junction. Suatu mall di kawasan perumahan industri Krakatau Steel. Lumayan jauh dari pusat kota, makanya gak begitu ramai. Kalau dilihat dari arsitekturalnya sih lumayan modern dibanding mall yang ada di Cilegon, ada taman bermain anak-anak, arena nonton bareng, dan di bagian luar dikelilingi pujasera. Mulai dari kawasan kuliner sampe salon buat anak-anak.


Kita makan tongseng di warung makan Gayatri yang ada di sudut kiri bagian barat Krakatau Junction. Nah, pas gue ke toilet agak mengingatkan sama toilet modern yang ada di EX di Mall Indonesia di kawasan Thamrin. Dibagian luar ada kartun2 dan dalamnya agak remang-remang. Lumayan lah buat di kawasan tersembunyi itu. hehe...


Lumayan juga nih, makan malam ditraktir pak Bambang. Habis itu kita masuk ke dalam, ternyata cuma ada dua tingkat. Di bawah swalayan, di atas macem2 jualan mulai dari action figure sampe pijat refleksi. Relatif sepi sih, mungkin banyak yang males ke sana karena jauh dari kota, dan itu untuk konsumsi warga Krakatau Steel kali yah. hehe...


Written & photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

12 January 2011

[B]esuk Sate

Cyberedhoy, Cilegon
12.01.11

Kala surya tenggelam sepulang gawe, gue nongkrong di Dunkin Donat Cilegon buat janjian sama Bongkoters yang mau besuk pak Sakimun di RS Krakatau Medika. Sambil 'ngemil donat dan segelas hot chocolate, gue browsing via wifi gratisan di situ. Gak lama si Rodo Gilo datang dengan senyam senyum licik khas-nya. haha...terus disusul kedatangan Veri dan pak Imi nunggu di depan KFC sekitar 1km dari situ.

Setelah 'gak ada yang ditunggu lagi, kita langsung menuju TKP jalan ke komplek Krakatau Steel dimana RS itu berada. Sampe parkiran kita gak dikasih karcis parkir mobil, mungkin gara2 gue bilang 'mau nengok Sakimun'. haha...langsung deh parkir di tempat yang gelap gulita gitu. Maklum udah jam delapan malam dan gak ada lampu di situ.

Akhirnya kita sampe di ruang Anggrek No. 10 dimana Sakimun terbaring loyo, tapi mendadak pas kita datang bawa dunkin donat. Dia langsung sumringah, ceria lupa sama infusnya yang konon udah abis delapan botol. Ternyata dia kena DBD. Mungkin kena di kosan-nya. Jadi bukan karena dia masuk malam lho. hehe

Pas kita pamitan sepertinya dia gak rela ditinggal, mungkin karena kesepian gak ada yang besuk. Malah pas kita keluar dia ikutan anterin sampe luar sambil nenteng-nenteng infusnya. Dasar the Bongkoters malam itu lagi error, ada aja yang bergaya jadi orang gila di atas kursi roda macam di Rodo Gilo itu. Mana dia pake berpose di stand jualan vitamin yang gerobaknya 'nyaru sama kaosnya yang ijo. haha...fotonya di sensor, soalnya pake kolor ijo ;)



Nah, pulangnya pada kelaperan. Kita mampir ke Sate Asmawi yang ada di Simpang, tapi pak Imi gak ikutan. Dia langsung pulang karena udah makan. Sate Asmawi sangat terkenal karena rasanya yang lezat dan gurih. Soal harga tidak usah takut, sangat terjangkau. Nah kalau suatu saat akan pergi ke pantai Anyer atau Carita jangan lupa mampir deh ke pondok sate ini, keluar tol CIlegon Timur, adanya di sebelah kiri jalan pas simpang kota Cilegon.

Ternyata di sebelah Sate Asmawi ada karaoke+ gitu yang namanya MD, alias Mandiri. Gambar di pintunya cukup berani. Ah, daripada laper akhirnya kita makan sate aja. Sementara sop kambing habis. Kita pun pesan sate yang gak sama. Gue pesen sate sapi, Rodo sate ayam dan Veri sate kambing. Pulang dari situ kenyang banget. Langsung deh tidur. zzzzz....



Written & photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

09 January 2011

Double Date...Napak Tilas

Cyberedhoy, J-Town
08.01.11

Malam Minggu kali ini gue dadakan bikin rencana kencan dobel, alias double date. Sama pasangan yang berhasil gue comblangin tahun lalu. Tak lain dan tak bukan adalah Anton Jayen temen SMA dan Novita temen TK-SMP. Ceritanya Sabtu siang abis dari bengkel gue batal ke Bandung karena udah sore, akhirnya pingin nonton Guliver 3D dan kuliner. Langsung aja kontak mereka. Ternyata siang itu Jayen punya rencana jemput bininya gawe di Mangga Dua, akhirnya kita janjian di Sarinah.

Gue dan Lydia berangkat dari rumah jam setengah 12 siang, sebelum ke bengkel kita lunch break dulu di Burger 'n Grill di Kalimalang yang gak jauh dari bengkel. Siang itu kita pingin makan burger americam classic, cuma beda menu lah. Berhubung masih rada kenyang jadi gak pesen aneh-aneh. Selain nambah teh tarik dan roti/tape bakar yang bertabur coklat dan kacang almond.

Nah, abis dari bengkel kita langsung lanjut ke Sarinah. Sambil nunggu Jayen datang, kita masuk ke toko kaset Musik+ yang ada di dalam. Lydia beli CD album musisi Jazz kita yang namanya Dira Sugandi, judulnya something about the girl. Mungkin agak asing dikit namanya, tapi ternyata Dira ini hebat juga. Albumnya duet bareng musisi jazz dunia macam Incognito dan Omar. Pernah sepanggung sama Incognito pula waktu Java Jazz di Jakarta tahun lalu. Go go international yah!!

Gak lama Jayen dan Novi istrinya datang, kita langsung menuju parkiran dan cabut ke Senayan City. Karena di Djakarta Theater udah gak ada film Guliver. Singkat cerita abis dapet tiket Guliver yang jam 7 malam, masih ada waktu 2 jam. Akhirnya kita nongkrong di Pancious - pancake house. Gue berhubung lagi gak enak tenggorokan, males makan yang cold. Jadi pilih Beef Salami yang original aja. Lydia pesen kesukaannya Pancake Mocca with vanila ice cream, Jayen gak mau kalah dengan pancake mango with choco ice cream, sementara Novita 'ngemil crispy chicken fillet. Minuman andalan tetep fruit cocktail. Berhubung hari itu perayaan lima bulanan Gue dan Lydia nikah, jadi kita yang traktir mereka.

Sejam di Pancious, akhirnya kita nonton juga si Guliver. Cerita raksasa di negeri liliput yang udah ada jaman gue masih kecil. Jadi dongeng masa lalu yang beberapa kali diangkat ke layar lebar. Cuma kali ini agak lebay, si Guliver di negeri liliput 'ngaku berperan sebagai heroes dari cerita2 film Holywood di negerinya. Punya musuh robot bikinan orang liliput yang contek Iron Man dan Transformer. haha...kocak, sekaligus ada pesannya. Kalo bo'ong jangan tanggung-tanggung, kalo ketawan tanggung sendiri. haha!!

Lepas jam sembilan malem sebelum pulang, kita mampir Slimbe Steak yang ada di tenda mangkal depan TMP Kalibata. Ini tongkrongan favorit kalo lagi demen steak murah dan enak. Bayangin aja kalo sekarang harganya berkisar 25rb - 36rb untuk steak ukuran combo. Lagi-lagi kita pesen menu yang gak sama. Gue pesen Tenderloin Steak, Lydia makan Sirloin Steak, Jayen yang berbadan gempal pilih porsi besar dengan Combo Siera, sementara Novi 'ngemil Rolade aja. Minuman juga tergolong murah, untuk ukuran shake rata-rata 7rb aja. Melengkapi napak tilas malam itu, gantian Jayen & Nov yang traktir. Kalo mau tau ceritanya pertama mereka ketemu bisa baca di sini.


Written & photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

07 January 2011

Handphone vs Gas Station

Cyberedhoy, Banten
07.01.11

During my trip to Cilegon from the office, i made discussion with oldfriends school on my blackberry. Interesting topic, they asked 'how can be a handphone have a potential hazard in the gas station?

According to my knowledge, and based on the newspapper story. I will share this leason learned :

Mobile phones an explosive risk at gas stations. Switch off your mobile phone while filling your car. This is the latest advice for mobile phone users and gas station attendants alike from the Chinese Petroleum Corp. (CPC), which has recently informed all its affiliates to be on alert for people chatting on mobiles while pumping gas, a practice it asserts can cause explosions. “There have been several explosions in Southeast Asia and Europe and we hope similar tragedies can be avoided in Taiwan,” said David Tung from CPC’s main engineering division.

According to a report released by Shell Chemicals, a driver in Indonesia suffered burns and his car was severely damaged when petrol vapor exploded after being ignited by static electricity from the mobile phone he was using.

Apparently, the driver had been talking on a mobile phone as a gas station attendant filled his car with petrol. When the driver bent down close to the petrol tank to check whether it was full, the vapor exploded. In Belgium, customers have been prohibited from using mobile phones within 10 meters of gas stations and warnings are posted everywhere to remind people of the danger, according to a Belgian newspaper.

The threat mobile phones pose to gas stations and their users around the world is largely due to their ability to produce sparks. These can be generated by the high-powered battery inside the phone, which is itself, a possible cause of fire. But the electromagnetic waves emitted by the phone are more than sufficient to create considerable static electricity that heats the surrounding air and if the flammable vapor is concentrated enough, causes an explosion. But other electronic devices installed in the gas stations are safe. “All the electronic devices in gas stations are protected with explosive containment devices, while cellular phones are not,” Tung explained. Mobile phone makers Motorola, Ericsson and Nokia, all print cautions in their user handbooks that warn against mobile phones in “gas stations, fuel storage sites and chemical factories.”

But the danger is still being ignored by many users who continue to talk on their cellular phones while filling up at gas stations. “Asking them to turn off the phone is the only thing we can do now, but not all the users like to : some of them even get mad with me,” one attendant at a gas station complained. In fact, if danger is to be avoided, all transmitting devices – not just mobile phones – should be switched off near gas stations and locations housing flammable substances. Mobile phones should also be switched off near sensitive electronic equipment, in places such as hospitals and airports for public safety reasons.


Re-written by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

06 January 2011

Kota Lucu

Cyberedhoy, Banten
06.01.11

Hari ini malam Jum'at Kliwon. So what gitu loh? Hehe, lagi di bus perjalanan ke kantor gue iseng browsing cari kota2 di daerah lain buat didatangi isi liburan weekend. Ga sengaja nemu celoteh di kaskus. Lucu juga buat di copas, sebagian mungkin ga asing udah kita denger. Tapi menariknya ini dibikin cerita. Jadi seru aja bacanya.

Cekidot...

Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku
untuk tag line suatu daerah. Solo Berseri, Jogja Berhati Nyaman,
Temanggung Bersenyum, Cilacap Bercahaya, semuanya adalah singkatan.

Juga untuk menyebut suatu kawasan, yang katanya akan menjadi suatu
kawasan yang unggul dan berkembang. Bermula dari Jabotabek, eh
sekarang Jabodetabek. Muncul pula Gerbangkertosusila (Gresik,
Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Barlingmascakeb
(Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen), Pawonsari
Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo),
atau Joglosemar (Jogja Solo Semarang).

Beruntung tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo
Yogya, disingkat menjadi Semar Loyo. Mungkin di masa mendatang akan
muncul juga Dibalang Sendal (Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang ,
Kendal), atau Kasur Bosok (Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo,
Klaten). Asal jangan Susu Mbokde (Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali,
Kartasura, Delanggu) atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru,
Temon, Toyan, Kokap) saja.

Jaman dulu dah umum anak-anak muda Jogja ikut-ikutan menyingkat nama
tempat. Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza, atau Jakal (Jalan
Kaliurang), Jamal (Jalan Magelang).

Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah
di Depazter alias Depan Pasar Terban.

Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris
(Parangtritis) , atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem),
modal motor dikit bisa ke Taliban (Wetan Kali Blongkeng Muntilan),
bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman).

Dus bukan Jakarta aja yang punya Mabes Polri (Mangga Besar ngePol
Belok Kiri)

ATAU JALAN TOL
”NGACENG YO MAS” (Nganjuk-Cepu-Ngawi-Yogyakarta-Banyumas).

Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak
pernah menolak untuk dimintai tolong? Berarti sampeyan layak
menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak.

Atau kalau sampeyan pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan
omongan sampeyan yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah
kalau sampeyan dipanggil sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose
Banter.


http://www.kaskus.us/showthread.php?p=335896902
Re-written by Edhoy

02 January 2011

Gank Kelinci

Cyberedhoy, MoI
02.01.11


Makan bareng kaluarga di luar kali ini di Bakmi Gang Kelinci yang ada di Mall of Indonesia (MoI) Kelapa Gading. Gak sengaja juga nemu tempat itu, pas banget sama tahun 2011 ini yang masuk shio Kelinci. Kebetulan nyokap gue ulang tahun, jadi yah traktir aja makanan kesukaannya. Mie...tanpa ayam, karena gak doyan daging. hehe...teuteup ;p


Bakmi Gang Kelinci adalah restoran mie terkemuka di Indonesia yang menyajikan beragam hidangan mie. Katanya sih tempat makan mie paling populer di Indonesia yang menghasilkan mie dengan cita rasa yang orisinil dan lezat, selain juga menyajikan beragam menu lainnya yang menggunakan bahan-bahan berkualitas. Enak – Murah – dan Banyak adalah motto yang dipegang oleh Bakmi Gang Kelinci, yang diupayakan dengan memberikan pelayanan terbaik sebanding dengan apa yang dibayarkan para pelanggan.


Malem itu gue sebenernya gue nemenin nyokap belanja di MoI, tapi sekalian makan malem karena gue langsung cabut ke Cilegon malam Senin. Daripada kelaperan di jalan, ya udah pesen aja nasi sapi lada hitam. Sementara Lydia dan nyokap pesen mie dan Heru pesen I Fu Mie. Sambil nunggu kita ngemil pangsit goreng dua porsi. Ternyata murah juga di sini, berempat aja abis cuma 150rb-an. Rasa sih biasa aja, haha...
 
 

Cuma serunya pas di belakang gue duduk ada foto-foto dinding gambar kelinci berbagai jenis dan pose. Kebetulan banget kan awal tahun kelinci makan di kandang eh, resto Bakmi Gang Kelinci. Berhubung di sini setelah pesen langsung bayar, ya gue deh yang traktir. gak gitu mahal sih, kabuuuurrr!!!


Written & photos by Edhoy.

© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

Rekam Jejak 2010

Cyberedhoy, Cipayung
01.01.11

Malam ahun baru seperti biasa emang rame rumah gue, namanya juga open house. Sodara2 pasti banyak datang karena nyokap ulang tahun. Eniwei, gue gak bakalan ulangi cerita sebelumnya. Tapi pas baca blog capengcupu (ditulis duet bareng bini), kok rasanya perlu juga kilas balik mengingat apa ja yang udah terjadi tahun 2010.

Januari 2010
Gue tahun baruan di Bali bareng empat teman oldskul yang nekat jalan darat naik mobil sendiri dan menempuh jalan ribuan kilo meter, naik turun gunung, nyebrang laut, arung jeram, dll...sampe akhirnya napak tilas ke Bromo dan Kaliurang Yogya. Gebleknya, di akhir tahun 2010 dua gunung itu gonjang ganjing meletus hebat. Untung udah napak tilas mengenang perjalanan waktu masih jadi remaja tanggung jaman SMA dan kuliah dulu. hehe...
Bulan ini juga pertama kalinya Lydia dan keluarganya datang memenuhi undangan Natalan bareng Lingkungan Cesilia di rumah gue.

Februari 2010
Valentine paling biasa sama pacar. Maklum kita sibuk siapin acara tunangan bulan depannya.

Maret 2010
Tunangan...jreeenng!! one in alifetime, dengan percaya diri gue dateng ke rumah Lydia waktu itu sama bokap nyokap plus tetangga/orang lingkungan terdekat. Saling kenal dan setelah dua belah pihak klop, langsung deh nentuin tanggal main dan hari bagusnya. Dapet deh tuh tanggal 8 Agustus 2010. hehe

April 2010
Lydia ulang tahun, dan gue enggak kasih apa-apa...beeeh, cowok apaan loe? ceweknya ultah malah ga perhatian. gitu kali yah kata orang awam ;p

Mei 2010
Mulai hunting persiapan nikahan, pesen baju pengantin, pesen cincin kawin, cari gedung, dll

Juni 2010
Gue ulang tahun, dan Lydia kasih sepatu buat main futsal. Lagi hot-hotnya hunting buat acara kawinan, eh gue mesti pindah kerja dan ditugasin di Ujung Kulon pula. Tepatnya di sebuah Desa di Bojonegara, kawasan bonded zone yang jauh dari rumah. Jadi bisa pulang paling Sabtu-Minggu.

Juli 2010
Hidup gue bergumul dengan lingkungan dan orang-orang baru yang keras di project construction di PTG. Sempet dilema juga wong masih baru udah minta ijin mulu buat urusin kawinan. Untungnya masih sempet ikutan Gladi Resik buat acara pemberkatan di Gereja Paskalis, Cempaka Putih.

Agustus 2010
Nikah untuk pertama kalinya!

September 2010
Ternyata nikah gak gampang yah, mulai menyadari untuk bersikap lebih bijak menghadapi bini yang keras kepala dan punya emosional tingkat tinggi. Mungkin karena dia gak punya bayangan abis nikah bakalan di tinggal2.

Oktober 2010
Keluarga yang baru gue bangun seumur jagung ini mulai dikasih cobaan kedua. Kalo pertama tadi bini gue dipaksa nerima gue yang nomaden. Kali ini temuan yang ada dari bini gue juga harus diterima. Ini lah bagian dari konsekwensi dan komitmen.

November 2010
Bini gue dioperasi...dan sampe sekarang masih perlu recovery. Anyway, ternyata Tuhan gak tidur. Dia kasih rejeki lebih buat keluarga besar kita. Mobil nambah satu, cihuuyyy ;)

December 2010.
Gue banyak belajar di tempat kerjaan baru, sebulan ini banyak kejadian dan incident. Action Plan mesti direport progressnya tiap hari, sementara boss gue dan boss besar corporate juga gak ada di tempat. Jadilah kemandirian gue diuji. hehe..

Kesimpulannya : 2010 tahun yang penuh tantangan...dan semua bisa dijalankan dengan baik kalo kita niat dan enjoy menjalankannya. Betul gak? ;p


Written & photos by Edhoy.
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

01 January 2011

Nu Year 2011 at My Hommy

Cyberedhoy, Cipayung
01.01.11

Selamat Tahun Baru!!
Happy Nu Year fellows!!

Tahun ini menurut kalender China masuk tahun kelinci, shio yang dipake lambang majalah playboy ini menggambarkan kelinci yang sensitive dan manis sering berakhir dengan memberikan lebih ke rekan tanpa memperdulikan realitas atau kesehatan. Kabar baiknya adalah, jika Kelinci sedang tidak seimbang, teman-teman mereka akan mendukung dan mengembalikan keseimbangan hidupnya. Shio Kelinci cenderung berperilaku seperti kelinci, suka ataupun tidak! Shio ini sangat popular dan memiliki keluarga besar dan teman. Melengkapi nalurinya untuk melindungi orang yang disayangi, berhubungan dengan masalah romantika, Kelinci selalu memiliki idelistik terhadap hubungan. Wuuuiiiihhh, kelinci kompak juga yah?! mudah-mudahan tahun ini penuh keajaiban dan berkah. Ekosistem seimbang dan kita hidup tenang, hehe...

Eniwei, seperti biasa, tiap tahun baru selalu ada acara di rumah Gue. Karena tanggal 1 Januari pas 'nyokap gue ulang tahun. Waktu tahun kemarin gue di Bali, gak sempet 'ngerayain bareng keluarga. Sekarang ini gue punya keluarga baru. Jadi deh tuan rumah dan open house di akhir tahun 2010. Temanya mirip prolog tentang kelinci di atas "memberikan lebih ke rekan/keluarga tanpa memperdulikan realitas" karena kelinci identik dengan relationship.


Sabtu siang gue masih di seputaran Bojonegara, Banten. Pamit sama boss pulang setengah hari, langsung deh digeber perjalanan antara Anyer dan Jakarta 2 jam. Jemput bini dan belanja buat acara dadakan malamnya. Padahal 'nyokap gue udah wanti2 gak usah bikin acara/undang orang2. Gak taunya gue malah sepakat sama sepupu lain bikin acara di rumah. Lainnya bawa kerang, jagung dan ayam kampung buat barbeque malamnya. 


Jam tujuh malam mulai lah anggota keluarga lain datang, lucunya pas 'nyokap gue lagi main ke rumah gue. Kebetulan gue dan Lydia mau belanja ke Alfamart depan, eh ujug2 om Dedi sekeluarga datang. Biar gak ketawan nyokap mereka milih nunggu di luar pager sementara gue ke depan. Nah, pas 30 menit gue balik ternyata gak ada si om di depan rumah. Gak taunya udah ketawan 'nyokap karena bokap pulang lewat depan rumah gue ketemu mereka. weeh, gagal deh acara kejutannya. haha


Makin malam makin tambah banyak, apalagi pas om Tomo datang bawa kerang dan jagung. Mulailah pada sibuk cuci kerang dan masak di dapur. Emak gue yang gak mau terlibat akhirnya ikutan masak dadakan juga. Untung kita udah siap masak nasi, jadi sambil nunggu jagung bakar pada makan dulu seadanya. Dan selaku tuan rumah kita udah nyolong start makan malam duluan yang untungnya sebelum yang lain datang. hahaha...


Malem ini tiap orang unjug kebolehan, bini gue sebagai tuan rumah menyuguhkan ayam goreng ala kadarnya. Soalnya bumbu2 koleksi kita gak komplit, jadi sempet stuck sejam mau diapain nih ayam kampung. haha...doi juga buat es andalan sari kelapa yang tadinya mau dikombinasi sama melon. Tapi berhubung gak jadi beli melon ya itu aja deh jadinya. Lumayan buat seger2...

Heru adik gue gak sumbang makanan, tapi beratraksi unjug kebolehan memotret. Meskipun hasilnya gak bagus2 banget, lumayan lah bisa ramein foto2 di tulisan kali ini. Sementara babe gue sama sekali gak sumbang apa2 selain 'nyumbang celaan andalannya. Tapi teteup, urusan makan nomer satu. Biarpun celain kerang yang keasinan, tapi tetep aja abis dua piring. Keluarga om Ded, kebagian bakar jagung yang pake bumbu spaghetti dan rasa keju (meskipun buat gue tetep aja rasanya dominan jagung gosong, haha). Kalo keluarga om Tomo kebagian masak kerang. Setengah jam sebelum tahun baru, keluarga om Anto datang bawa kue bikinan sendiri buat ramein HUT 'nyokap.
Jadilah pas jam 12 teng semua tiup2 terompet, hand horn (terompet supporter bola) yang suaranya bisa kedengeran sampe RT belakang, 'nyalahin petasan, kembang api dan...'gak lupa saling bersalaman dan ucapin Happy New Year dan Happy Birthday to my lovely Mom.

Abis atraksi kembang api dan kekenyangan kerang, gue tepar...tidur duluan dan bangun belakangan. hahaha...pokoke, biar spontan dan mendadak. Nih acara tahun baru lumayan seru, dengan dukungan minuman ringan dan bawaan masing2 undangan. Moga2 tahun kelinci ini kita semua lebih kompak lagi. Happy New Year yah!!!


Written & photos by Edhoy.
© 2010 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved