08 August 2017

7th Anniversary in Bali

Cyberedhoy, Bali
08.08.17






Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

13 May 2017

Sydney on the Beach

Cyberedhoy, Sydney
13.05.17

Sydney terkenal juga dengan beberapa pantainya, dua diantaranya kita datangi dalam hari yang berbeda. Pantai Bondy kita datangi setelah dari Sydney Opera House, cukup naik bus dari Circular Quay, langsung turun di seberang Bondy Beach.

Sore itu memang suhu lumayan dingin ya, sekitar 12 derajat dengan angin sepoi2 yang menusuk tulang. Gak heran di pantai2 itu enggak banyak yang berbikini atau berenang. So, kita datang untuk foto2 aja. Menjelang sunset justru balik lagi ke kota karena mengejar misa Minggu jam 6 sore di St Mary Cathedral.



Seminggu kemudian, kita ke Manly Beach, berangkat dari Circular Quay naik Ferry menuju Manly. Jaraknya sekitar setengah jam ya, pemandangan tentu saja jadi spot buat foto2 turis. Sekitar Harbour Bridge, depan Opera House, dengan beberapa spot Luna Park, Cities dan bagian North Sydney yang bagus buat foto2 dari atas ferry.

Sampai pelabuhan Manly, di sana kita mampir ke Max Benner, tempat jual minuman & cemilan coklat enak. Tahun lalu gue pernah cobain di Queenland, ada di seputaran mall di pantai Gold Coast juga. Tempat ini selain oke buat minum coklat yang lezat, terkenal juga dengan 'hug mug' tempat penyajian yang pas di tangan seolah2 kita memeluk mug untuk seruput minuman coklat hangat saat udara dingin. hmm, enaak...


Pantai Manly lebih banyak burung2 berterbangan, mereka ramah juga saat mendekati orang apalagi kalau kelihatan lagi ngemil. Burung2 ini enggak terlalu celamitan ya, enggak galak meskipun gak kita kasih remeh2 serpihan makanan. Sama seperti Bondy, di sini juga gak banyak bikinj dan yang berenang, maklum lagi musim gugur ya, udara dan angin dari laut cukup dingin. Gak heran kalau di pantai justru pada pakai baju hangat.

Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

Discover Sydney City

Cyberedhoy, Sydney
13.05.17

Selama seminggu ini kita diseputaran Sydney City saja, 'gak jauh2 dari mall, toko2, coffee shop, museum, perkantoran, sedikit main ke suburban dan tempat2 hunting souvenir. Rasanya gitu-gitu aja, jalan kaki lebih dari 14,000 langkah sehari sepertinya hal yang sulit dilakukan dengan menikmati kalau di kota macam Jakarta. Di saat musim gugur ini suasana kota justru sejuk dan enak buat jalan-jalan.

Beberapa tempat sudah kita explore dari tahun kemarin, macam Apple Store di George Street yang hanya jalan kaki 5 menit dari hotel tempat kita menginap di daerah Pitt Street. Masih santai suasananya karena kita kalau ke sana pas masih pagi, gak banyak pengunjung dan bisa leluasa nanya2 mbak2 oriental yang ramah2. Kali ini bei titipan temen aja, enggak buat sendiri.



Oh ya, selama seminggu kita di Sydney, ada pesanan dari teman kantor juga untuk pakai kaos/polo endorse dari kantor, haha...kalo ini sih untuk iseng aja, biar enggak bosen pamer foto pakai baju yang itu2 aja, sekali2 pakai kaos2 souvenir kantor yang juga enggak kalah kerennya kan. So, mulai dari topi, jaket, polo shirt, kaos sampai tas gue bawa dari koleksi2 beberapa tahun ini. ahaaa... :) 


Sydney juga terkenal dengan teaternya, kali ini kita enggak nonton di Opera House, tapi di Sydney Teather untuk nonton opera Broadway yang judulnya Kinky Boots. Ini opera Broadway kedua yang pernah gue tonton setelah The Whicked di Singapore empat tahun lalu. Memang sih, pemain2 opera ini suaranya bagus2 kalau 'nyanyi, koreografi dan dialog-nya juga keren2. Ibarat nonton film bioskop versi live di atas panggung selama dua jam lebih ya. 


Beberapa tanpat nongkrong untuk 'ngupi2 juga oke di kota ini, Australia memang cukup dikenal untuk beberapa kedai kopi-nya, sayangnya hanya sedikit yang menampilkan kopi2 dari Indonesia ya, kebanyakan kopi dari Afrika macam Etopia atau Amerika Selatan macam Brazil.



Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.


Kuliner Sydney Asiatic

Cyberedhoy, Sydney
13.05.17

Tahun ini kita dapat kesempatan ke Aussie lagi, tepatnya ke negara bagian New South Wales di Sydney. Sebenarnya gak ada di agenda jalan2 tahun 2017 ini sih, kebetulan aja pas Lydia training dan gue nemenin bantu2 angkat koper, haha...

Hari pertama, setelah pulang misa, kita makan malam di resto Thailand namanya Abb Air. Nah karena kita lapar kali ya, jadi nasi gorengnya enak banget, plus Dim Sum juga enak banget terutama cocolannya ya. Pedesnya pas & emang enak racikannya dan di sini harga semuanya AUD 25 sudah termasuk teh tarik yang oke banget. 



Hari kedua, kita take away Frankie's Pizza dari pub Italia yang ada di Pitt Street gak jauh dari hotel kita menginap. Pizza-nya ok, terutama kalau dimakan pas masih fresh from the oven ya. Nah berhubung kita makannya dibawa pulang dan malam itu suhu lumayan dingin, jadi pas dimakan juga udah dingin, aloooott...hahaha...Pizza gak halal seharga AUD 22 itu pun habis cuma beberapa menit karena kita lapar ya dingin2.



Hari ketiga, sebelum nonton Opera Broadway Kinky Boots, kita makan malam di resto Chinese food yang namanya sama seperti di Grand Lucky depan kantor gw, Golden Century. haha...nah kalau ini menang mahalnya aja, rasa sih so so lah...berhubung ini resto mewah, jadi lumayan juga buat makan berdua habisnya sekitar AUD 40an.


Hari keempat, kita mampir ke Sydney University kampus-nya Cory, teman Lydia waktu di Garuda yang dapat beasiswa LPDP kuliah di sana. Sambil nunggu, kita makan ramen Goku rekomendasi Cory di sekitar kampusnya. Ada juga sih daerah di seberang kampus yang jual masakan Asia, gak jauh dari mall. 

Selesai makan, Ossy nyusul pulang kantornya dan dia sempatin makan burger Grill'd di mall Broadway. Sementara kita nunggu Lydia belanja di Target dan Cory kelar kuliah. Habis itu kita explore juga daerah sub urban. Kita jadi tau ada daerah orang2 Italia di Newton, di situ ada gelato enak rekomendasi Ossy yang udah 12 tahun tinggal di Australia dari jaman kuliah di UNSW sampai kerja di Sydney.



Kita nongkrong di Bar Italia, isinya bule2 Italia atau dari Eropa, di situ cobain gelato Italia yang harga satu scoop-nya AUD 4.5 kalau 2 scoop harganya AUD 7.5. Yah kira2 sekitar 45ribu - 75ribu rupiah ya kalau di konversi. Seru juga nongkrong di situ, soalnya kalau di daerah City yang pinggiran dan sesuai budget paling makan di resto Asia, isinya ya orang2 Asia juga. haha...

Hari kelima, kita sempat juga makan bareng teman kantor Lydia yang sama2 lagi training. Pilihan makan malam waktu itu di resto Thailand "Thai Noodle Bar & Cafe" yang ramai di sekitar Paddys Market. Lumayan ya kalau jalan kaki dari hotel pertama kita menginap sekitar 30 menit. Pas banget tuh dingin2 lagi laper makan tom yam anget2 seger. hehe... oh ya, di sini iced Thai coffee latte juga enak kok, mirip sama rasa aslinya di Bangkok. Berhubung kita berempat, lumayan lah total semua hanya AUD 40. Sama dengan harga kita makan berdua di Golden Century ya.


Hari keenam, setelah jalan2 jauh dari suburban Alexandria, kita makan di Sushi bar Makoto yang ada di seputaran World Square Mall. Sushi-nya biasa aja rasanya, rame banget, mahal pula. Makan berdua sih habis sekitar AUD 35 ya, untuk beberapa piring kecil sushi.



Hari ketujuh, kita sempat lagi dinner sama Ossy yang kali ini juga bersama istrinya, kita makan Korean food di resto Arisun yang cukup ramai dan terkenal di World Square Mall. Kalau jalan kaki sih gak jauh dari hotel kita menginap ya, nah di sini menunya makan berat, jadi sharing makan tengah. Thanks buat Ossy yang sudah traktir makan malam kita nih, nanti gantian ya kalau mampir Jakarta. haha...



Written & Photos by mazEdhoy 

© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

09 May 2017

Collectibles Hunting in Sydney

Cyberedhoy, Sydney
09.05.17

Tiga hari ini gue punya waktu bebas jalan sendirian explore Sydney, selain kuliner tentu saja cari collectible items yang asyik untuk nambah koleksi. Maklum di Jakarta/Indonesia sudah jarang tuh toko komik, CD atau mainan yang lengkap. So ini beberapa tempat menarik untuk hunting & explore itu semua.

KING'S COMICS

Toko ini ada di jalan yang sama dengan hotel tempat kita menginap di Pitt Street, tepatnya di 310 Pitt Street. Jalan kaki sekitar 10 menit dari Thank Stream Hotel. Koleksinya lengkap mulai dari DC Comics, Marvels, Star Wars, Transformer, sampai komik Jepang juga ada. Dua kali gue belanja di sini, target utama sih cari komik2 hasil ilustrasi Alex Ross yang terkenal dengan gambar realistis dan hidupnya, ceritanya juga keren2.


Sewaktu di Melbourne akhir tahun lalu, gue pernah beli Justice League comic di toko yang sama juga di sana. Kali ini gue nemu comic Marvel dan satu seri Thy Kingdom Come part 2 yang juga buatan Alex Ross. Besoknya pun gue masih penasaran dan balik lagi ke toko ini buat coba mulai koleksi komik Smallville season 11 yang ternyata ada 12 seri. Komik ini adalah lanjutan dari TV mini series Smallville season 10 yang selesai saat Clark Kent bisa terbang dan sudah pakai baju Superman.


Nah, berhubung saat itu komik Smallvile kurang lengkap, missing episode 9-12, jadi gue beli episode 1 dulu. Harganya lumayan mahal ya boo, AUD 34 per komik. So, next time kita lengkapin, nabung dulu. Di sini koleksi action figures juga bikin ngeces, alias pingin bawa pulang semua yang bagus2, haha...'gak heran kalau toko ini dapat penghargaan Austrlian's Award Winning Comic Book speciality store.


COMIC KINGDOMS

Toko ini ada di jalan Kent Street, jaraknya sekitar 15 menit dari hotel. Di sini lebih banyak comic cerita lepas mingguan/bulanan, dengan komik2 secondhand alias bekas tapi masih layak jual dan langka. Si penjual pun juga sudah tua, kalo di tanya collectible comic hard cover, dia bilang bisa cari di toko King's Comics. Well, fair enough...
Toko ini bukanya juga enggak napsu2 amat, suka2 aja, kadang jam 11 belum buka. Yah namanya juga pak tua ya, isi waktu luang kali ya. hehe...

SUPERHEROES COMIC

Toko ini ada jauh dari city, adanya di suburban. Naik bus 343 dari Elisabeth Street, terus melewati Sydney University dan ketemulah toko ini. Cukup jauh dan tempatnya gak terlalu ramai, lebih mirip Comic Kingdom tapi lebih lengkap karena jual action figures juga. Di sini gw beli comic baru yang cukup langka ya, Lois & Clark versi mereka punya anak. Other Superheroes drama sepertinya, gambarnya bagus dan ceritanya cukup menarik. 



HOBBYCO

Toko mainan ini lebih banyak jual diecast daripada action figures, koleksinya lumayan langka di dunia. Masih jualan koleksi2 keluaran pabrik Corgi, lengkap untuk koleksi kereta api, mini set diorama, mobil balap, dll.



Kedua kalinya ke Sydney selalu mampir sini, kali ini gw beli satu set mini diorama dengan dua diecast Australian Realy keluaran Corgi. Cukup kaget juga karena harganya lagi diskon sekitar AUD 34, dan tinggal satu pula. Termasuk dua diecast seri balapan dunia WRC yang juga langka, lagi diskon pula untuk dua diecast seharga AUD 60. Satu yang cukup unik gw beli adalah Batmobile 2005 dari lempengan piece of metal yang bisa dirakit 3D macam Paper origami mobil2an.


Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

08 May 2017

Blue Mountain Explorer

Cyberedhoy, Blue Mountain
08.05.17
Senin pagi ini kita rencana explore Bule Mountain, awalnya sudah setup tour dari Jakarta. Tapi karena ragu2, jadinya go show aja hari ini. Naik kereta dari stasiun terdekat dari hotel, ganti kereta di stasiun Central yang langsung ke Blue Mountain.

Singkat cerita, perjalanan panjang selama 2:15 jam lebih itu cukup menyenangkan di pagi hari. Untung juga kita bisa berangkat tepat waktu, sampai stasiun Katoomba jam 8:45. Jadi masih bisa beli tiket bus Hop On Hop Off yang pertama jam 9:00. Suhu saat itu 4 derajat celsius, cukup dingin ya karena masih pagi.


Nah, time table di atas membantu kita untuk memperkirakan akan explore apa aja dalam sehari, karena bisa tau kapan Bus HoHo itu di perhentian2 tersebut. Meski hanya ada dua bus dalam sehari, tapi mereka on time dengan jadwal tersebut. 

Pagi itu kita turis pertama yang naik bus HoHo ini, jadi sang supir yang ramah, namanya Jimmy, ajak kita keliling kampung Katolmba dulu. Pas banget musim gugur nih, jadi pohon2 daunnya berubah jadi warna merah coklat sebelum berguguran. Lumayan banget nih si Jimmy cerita ngakor ngidul via speaker, sementara baru kita berdua di bus itu duduk di atas paling depan pula.




Bus HoHo ini tiap harinya ada dua yang keliling Blue Mountain dari stasiun Katoomba sampai Leura village, dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Hari itu selain Jimmy ada juga Daniel, mereka sama2 asyik bawain bus & cerita2, kadang disisipin bahasa2 berbagai negara tiap tamunya. Ada sedikit cerita ciri khas turis Indonesia, kalau dia bilang Oh My God untuk ekspresi bagus, orang Indonesia sebutnya cepet banget, ohmaigot!! hahahaha... sesi perkenalan juga berbagai bahasa, "selamat pagi, nama saya Jimmy, saya harap anda menikmati pagi ini", hahaha...

Bus Stop 1: Katoomba Street

Bus HoHo ini punya 29 pemberhentian, kalau mau tour cukup membantu banget nih buku panduannya. Pagi ini kita turun di pemberhentian pertama di Katoomba Street enggak jauh dari Bus HoHo ini naik, kita sarapan dulu di Yellow Deli, tempatnya oke banget, salah satu tujuan turis untuk makan, masih di daerah perkotaan yang sepi, tempat itu buka jam 10 pagi, tapi ternyata di dalam sudah banyak yang nunggu.

Bus Stop 9: Scenic World

Berhenti di Scenic World banyak yang bisa kita explore di sini, terutama pengalaman naik beberapa wahana-nya yang membelah dan melayang-layang di antara gunung dan tebing-tebing melihat pemandangan keren. Pertama kita masuk ke gedung utama, langsung di sambut toko souvenir, nah keuntungan dari tiket yang kita beli selain Bus Hop On Hop Off itu, sudah termasuk unlimited pass masuk ke Rainforest walk, naik Scenic Skyway, Scenic Railway, Scenic Cableway, Scenic Walkway.



Bus Stop 12: Blue Mountain Chocolate Company

Katanya sih belum klop kalau ke sini belum cobain coklat di kedai Blue Mountain Chocolate Company, kedai rumahan yang semua coklat dibikin homemade. Ada sample yang free untuk dicobain dan semuanya enak, hehe...kita sih cobain hot chocolate dan satu slice cake yang emang enak ya, enggak terlalu manis gula macam di Jakarta. hehe...



Bus Stop 14: Echo Point The Three Sisters

 Nah di sini sebenarnya daya tarik wisata Blue Mountain, penduduk lokal menciptakan nuansa mistis dan legenda yang dihubungkan dengan keberadaan tebing yang di kenal dengan The Three Sisters itu. Di titik ini ada lookout point favorit Queen Elisabeth, kita bisa menikmati birunya langit yang konon kalau siang hari pohon-pohon yang ada di bawah lembah mengeluarkan oksigen yang berwarna biru, makanya lembah tersebut dominan berwarna biru di siang hari.

Bus Stop 19: NSW Toy and Railway Museum

Museum ini buka dari jam 10am hingga 5pm, isinya dahsyat ya, mulai dari koleksi diecast, action figures, meccano, komik, lego, dll...konon di area seluas 12 hektar (termasuk taman yang enggak sempat kita explore) dulunya tinggal orang kaya banget yang suka koleksi mainan2 itu. Sampai ruangan anak2nya kita bisa masukin, tapi jangan klepto di sini, karena banyak CCTV-nya. haha...




Bus Stop 21: Leura Village

Di kampung yang tidak terlalu ramai tapi asri ini cukup asyik untuk di explore di saat terakhir kunjungan sebelum balik ke Sydney karena ada Stasiun kereta api Leura yang dekat dari situ. Nah, kebetulan lagi musim gugur ya, jadi buat foto2 asyik dengan latar pohon2 berwarna-warni, suasana adem, dan banyak toko-toko unik yang bisa kita jelajahi. Termasuk coffee shop terkenal di Australisa macam Camposs.




Selanjutnya kita explore Blue Mountain ke beberapa titik pemberhentian bus. Berikut bus stop rekomendasi dari HoHo kalau mau explore dalam satu harian:



Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

07 May 2017

Half Day in Sydney

Cyberedhoy, Sydney
07.05.17

Kali ini kita berkesempatan mampir Australia lagi setelah akhir tahun lalu sempat liburan akhir tahun. Nah, kali ini sebenarnya agenda yang tidak ada di rencana tahun 2017 ini. Spontan karena ada acara training dari kantor Lydia seminggu, hehe...

Hari ini kita sampai di Sydney Airport jam 9 pagi, setelah terbang 7 jam dari Singapore. Langsung menuju hotel untuk titip barang dulu, naik kereta pakai kartu Opal yang masih ada saldonya AUD 8, kita topup AUD 40 untuk 10 hari. Isi pulsa Optus dulu karena nomer gue masih berlaku sampai akhir tahun 2018.

Tujuan pertama kita ke Sydney Fish Market buat makan siang. Kalo di Jakarta mirip Muara Karang tapi versi modern-nya. Sejauh mata memandang yang jual dan yang beli lebih banyak orang Asia ya, terutama Chinese. Memang sih di Aussie ini hampir di semua tempat mau di jalan, mall, kampus, hotel, cafe, dll semuanya banyak orang Chinese. Makin maju aja nih kotanya tanpa menghilangkan cita rasa lokal dan justru memperkaya suasana pilihan kuliner ya.


Kita ambil menu seafood platter di Fish Market Cafe yang paling rame di sana, tadinya kita mau cobain Doyle's yang cukup terkenal. Isi menu itu ada beberapa baby octopus, cumi-cumi, ikan fillet, kentang dan semuanya di goreng tepung. Rasa sih biasa aja, jauhlah sama bumbu2 lokal Indonesia, yah mungkin karena bule2 itu ga suka penyedap2 rasa ya.

Lanjut kita mampir ke Sydney Harbour Bridge dan Opera House lagi, tadinya mau nonton opera di sana fo show. Tapi berhubung gak ada yang oke, jadi cuma mampir beli souvenir aja. Nah, di sini kita ketemuan sama Cory teman Lydia waktu di Garuda yang lagi kuliah S2 di University of Sydney. 


Cuaca cerah hari ini bikin kita lanjut ke Bondy Beach, naik bus sekali trip dari depan Circular Quay. Oh ya, hari itu kita kemana2 naik bus gratis pakai kartu Opal karena udah lebih dari limit sehari. Maklum dari bandara aja ongkosnya udah AUD 10.


Meski cuaca cerah, tapi yang namanya lagi winter tetep aja dingin, ditambah hembusan angin sepoi2, makanya jarang ada yang berenang atau buka baju di pantai, haha...padahal kalo summer banyak tuh yang topless 😅


Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

17 January 2017

Bryan Adams Live in Jakarta

Cyberedhoy,
16.01.17

Tahun ini nonton konser dibuka sama Bryan Adams, dalam rangkaian album barunya Get it Up. Durasi konser lebih dari 2 jam ini menggelar 28 lagu hits dari jaman dulu hingga album terakhir. 


Cloud No.9 kesukaan Lydia gak dinyanyiin, tapi ada satu lagu tambahan yang enggak ada dari setlist di bawah yaitu Back to You. om Bryan flash back ke tahun 1994 dimana dia pernah menggelar konser di Jakarta juga. Bedanya jaman dulu enggak ada handphone kayak sekarang. 

Persamaannya, itu suara penyanyi gaek usia 58 tahun ini tetap sama dan prima. Sadis!!!


Setlist #BryanAdamsJakarta2017


  1. Do you ta gotta do
  2. Can't stop this thing we started
  3. She's only happy when she's dancing
  4. Run to you
  5. Go down rockin'
  6. Heaven
  7. Kids wanna rock
  8. It's only love
  9. This time
  10. You beling to me
  11. Summer of '69
  12. Here i am
  13. Let's make a night to remember
  14. When you're gone
  15. Everything i do (i do it for you)
  16. If you wanna be bad yo gotta be bad
  17. Back to you
  18. Somebody
  19. Have u ever really loved a woman
  20. Please forgive me
  21. Cuts like a knife
  22. 18 til i die
  23. The only thing that looks good on me is you

Encore:

  • Brand new day
  • C'mon everybody
  • She knows me
  • Straight from the heart
  • All for love




Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

11 January 2017

Koleksi Komik Superheroes

Cyberedhoy, J-Town
26.12.16

Beres2 rumah sehabis natalan sepertinya hal yang biasa kita lakukan, meskipun tamu gak ada, tapi tetep iseng pingin bersih2. Kali ini iseng bongkar koleksi komik jadul. 

DC Comics keluaran 10 tahun lalu masih lengkap berjejer di rak buku bagian bawah, beberapa bahkan masih terbungkus plastik belum sempat dibaca. Dulu komik2 ini gak gitu laku di Gramedia, kalah sama komik2 Jepang yang lucu2 dan menghibur.


Komik Superheroes Amerika ini ceritanya memang cukup berat, gak cocok juga dibaca anak di bawah umur. Jadi sepertinya hanya di beli sama orang2 era bahagia waktu sekolahnya sebelum banyak komik Jepang 20-30 tahun lalu. haha, ketawan deh umur gw yak 😁

Anyway, hampir semua komik ini dalam edisi Bahasa Indonesia, beberapa komik yang gw suka, karena cerita dan gambarnya bagus, tentunya gw beli edisi aslinya. Memang gambar dan kualitas kertas aslinya gak bohong, sesuai dengan harganya lah. Sebut aja mulai dari Superman Red Son, Justice dan Kingdom come. Dua komik terakhir ini ilustrasinya dari tukang gambar favorit gue, Alex Ross. Keren memang ya, jadi gak sabar menunggu versi film layar lebarnya. hehe...


Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

01 January 2017

Happy NY 2017

Cyberedhoy, J-Town
01.01.17

Tahun 2017 ini gue punya niat mulai rajin nulis lagi, entah apa yang mau ditulis, sepertinya banyak hal2 menarik yang perlu dicatat tapi gak sempat. Yup, sudah 4 tahun ini banyak tempat2 menarik yang didatangi tapi hanya sedikit yang terdokumentasikan.

Nah, dimulai dari hari pertama tahun kni, ceritanya nyokap gue ulang tahun. Dulu tuh kita sekeluarga gak pernah namanya tahun baru keluar rumah, selalu keluarga besar bikin acara tahun baru di rumah sekalian rayain ulang tahun nyokap. Tapi udah 3 tahun ini kita merayakan terpisah, terutama gue nih yang udah 3 tahun pas malam pergantian tahun malah ketiduran.

Sebut aja pas tahun baruan 2015, gue tahun baruan di Lombok, eh sejam sebelum jam 12 malam malah hujan deras dan gak berhenti2, jadilah acara tahun baruan di pinggir pantai amburadul, gak ada kembang api karena pada basah, pihak hotel yang udah siapin acara mendadak sepi. Dan di situlah gue ketiduran dan bangun2 udah siang, haha...

Tahun baru 2016 lebih kocak lagi nih, alkisah kita sewa kamar di salah satu hotel di Bunderan HI sejak 3 bulan sebelumnya. Demi menghindari macet, kita check in jam 1 siang. Terus jalan2 ke mall Grand Indonesia dulu. Nah, menjelang malam jalan Sudirman dua arah yang udah ditutup sejak sore pun lambat laun didatangi orang2, tukang jualan udah siap dari siang malah ya.

Tapi gue curiga nih, pas jalan2 keluar menuju monas, baru jalan 100m akhirnya balik lagi ke hotel. Kok kagak seseru tahun2 sebelumnya, gak ada konser musik di sepanjang jalan, gak ada keseruan, hanya orang aja mondar mandir. Ternyata bener, hari itu Bundaran HI gak ada acara, Pemda DKI memusatkan acara tahun barunya di Ancol. Walhasil jam 11 malam kita malah udah tidur, bangun2 udah siang lagi dan dibawah jalan udah sepi. haha...

Yah, kira2 begitu ya cerita 3x tahun baruan terakhir. Dan malam tahun baru 2017 pun kita malah ketiduran dari jam 9 malam, males nonton TV. hahaha...

Anyway, Selamat Tahun Baru 2017 buat rekan2 yang merayakan. Semoga tahun ini kita semua diberikan kegembiraan sebagai pribadi manusia serta kedamaian bagi Indonesia dan dunia. Amin 🙏



Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

31 December 2016

Best of 2016

Cyberedhoy, J-Town
31.12.16

Tahun ini kita gak banyak keliling nusantara dan dunia ya. Paling main sekitar Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali aja. Keluar juga untuk moment tertentu juga sih. Terhitung perjalanan 4 hari dan 3 malam di Pulau Belitung, keliling dari ujung ke ujung dan mampir ke beberapa pulau yang eksotis. Lanjut cobain tol pantura keluar di Cirebon, jarak 200km dari Jakarta ditempuh hanya 2.5 jam jalan darat konvoi sama teman2. Terus bolak balik ke Bandung di pertengahan tahun, terakhir test drive ke hutan Juanda.


Tahun ini mampir Bali juga 8 harian, back track tempat2 yang sudah pernah gue datangi juga sebelumnya. Lovina, Seminyak dan Ubud. Mulai dari main air di pantai, melaut, ke air terjun yang terjal, sampai menetap di Ubud ya explore 4 harian. Pernah juga 2x sama2 ke Balikpapan tugas kantor barengan istri. haha, seru ya ☺️

Perjalanan overseas juga ga banyak, tahun ini ke Singapore aja nonton F1, terus ke Aussie explore 3 negara bagian sekalian nonton Coldplay. Rutenya Jakarta-Bali-Melbourne-Sydney-Gold Coast-Sydney-Bali-Jakarta selama 10 hari saja.


Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.