21 May 2017

Kuliner 7 Malam di Sydney

Cyberedhoy, Sydney

10.05.17


Tahun ini kita dapat kesempatan ke Aussie lagi, tepatnya ke negara bagian New South Wales di Sydney. Sebenarnya gak ada di agenda jalan2 tahun 2017 ini sih, kebetulan aja pas Lydia training dan gue nemenin bantu2 angkat koper, haha...


Hari pertama setelah pulang misa, kita makan malam di resto Thailand namanya Abb Air. Nah karena kita lapar kali ya, jadi nasi gorengnya enak banget, plus Dim Sum juga enak banget terutama cocolannya ya. Pedesnya pas & emang enak racikannya dan di sini harga semuanya AUD 25 sudah termasuk teh tarik yang oke banget. 


Hari kedua, kita take away Frankie's Pizza dari pub Italia yang ada di Pitt Street gak jauh dari hotel kita menginap. Pizza-nya ok, terutama kalau dimakan pas masih fresh from the oven ya. Nah berhubung kita makannya dibawa pulang dan malam itu suhu lumayan dingin, jadi pas dimakan juga udah dingin, aloooott...hahaha...Pizza gak halal seharga AUD 22 itu pun habis cuma beberapa menit karena kita lapar ya dingin2.


Hari ketiga, sebelum nonton Opera Broadway Kinky Boots, kita makan malam di resto Chinese food yang namanya sama seperti di Grand Lucky depan kantor gw, Golden Century. haha...nah kalau ini menang mahalnya aja, rasa sih so so lah...berhubung ini resto mewah, jadi lumayan juga buat makan berdua habisnya sekitar AUD 40an.


Hari keempat, kali ini kita explore juga daerah sub urban. Kita jadi tau ada daerah orang2 Italia di Newton, di situ ada gelato enak rekomendasi Ossy yang udah 12 tahun tinggal di Australia dari jaman kuliah di UNSW sampai kerja di Sydney.


Kebetulan juga hari itu kita mampir ke kampusnya Cory, teman Lydia waktu di Garuda yang dapat beasiswa LPDP kuliah di sana. Sambil nunggu, kita makan ramen Goku rekomendasi Cory di sekitar kampusnya. Ada juga sih daerah di seberang kampus yang jual masakan Asia, gak jauh dari mall. Selesai makan, Ossy nyusul pulang kantornya dan dia sempatin makan burger Grill'd di mall Broadway. Sementara kita nunggu Lydia belanja di Target dan Cory kelar kuliah.


IMG_9475.JPG


Nah habis itu baru kita nongkrong di Bar Italia, isinya bule2 Italia atau dari Eropa, di situ cobain gelato Italia yang harga satu scoop-nya AUD 4.5 kalau 2 scoop harganya AUD 7.5. Yah kira2 sekitar 45ribu - 75ribu rupiah ya kalau di konversi. Seru juga nongkrong di situ, soalnya kalau di daerah City yang pinggiran dan sesuai budget paling makan di resto Asia, isinya ya orang2 Asia juga. haha...


Hari kelima, kita sempat juga makan bareng teman kantor Lydia yang sama2 lagi training. Pilihan makan malam waktu itu di resto Thailand yang ramai di sekitar Paddys Market. Lumayan ya kalau jalan kaki dari hotel pertama kita menginap sekitar 30 menit. Pas banget tuh dingin2 lagi laper makan tom yam anget2 seger. hehe... oh ya, di sini iced Thai coffee latte juga enak kok, mirip sama rasa aslinya di Bangkok. Berhubung kita berempat, lumayan lah total semua hanya AUD 40. Sama dengan harga kita makan berdua di Golden Century ya.


IMG_9476.JPG


Hari keenam, setelah jalan2 jauh dari suburban Alexandria, kita makan di Sushi bar Makoto yang ada di seputaran World Square Mall. Sushi-nya biasa aja rasanya, rame banget, mahal pula. Makan berdua sih habis sekitar AUD 35 ya, untuk beberapa piring kecil sushi.


Hari ketujuh, kita sempat lagi dinner sama Ossy yang kali ini juga bersama istrinya, kita makan Korean food di resto Arisun yang cukup ramai dan terkenal di World Square Mall. Kalau jalan kaki sih gak jauh dari hotel kita menginap ya, nah di sini menunya makan berat, jadi sharing makan tengah. Thanks buat Ossy yang sudah traktir makan malam kita nih, nanti gantian ya kalau mampir Jakarta. haha...

Collectibles Hunting in Sydney

Cyberedhoy, Sydney

09.05.17


Tiga hari ini gue punya waktu bebas jalan sendirian explore Sydney, selain kuliner tentu saja cari collectible items yang asyik untuk nambah koleksi. Maklum di Jakarta/Indonesia sudah jarang tuh toko komik, CD atau mainan yang lengkap. So ini beberapa tempat menarik untuk hunting & explore itu semua.


KING'S COMICS


Toko ini ada di jalan yang sama dengan hotel tempat kita menginap di Pitt Street. Jalan kaki sekitar 10 menit, koleksinya lengkap mulai dari DC Comics, Marvels, Star Wars, Transformer, sampai komik Jepang juga ada. Dua kali gue belanja di sini, target utama sih cari komik2 hasil ilustrasi Alex Ross yang terkenal dengan gambar realistis dan hidupnya, ceritanya juga keren2.

IMG_8011.PNG


Sewaktu di Melbourne akhir tahun lalu, gue pernah beli Justice League comic di toko yang sama juga di sana. Kali ini gue nemu comic Marvel dan satu seri Thy Kingdom Come part 2 yang juga buatan Alex Ross. Besoknya pun gue masih penasaran dan balik lagi ke toko ini buat coba mulai koleksi komik Smallville season 11 yang ternyata ada 12 seri. Komik ini adalah lanjutan dari TV mini series Smallville season 10 yang selesai saat Clark Kent bisa terbang dan sudah pakai baju Superman.


Nah, berhubung saat itu komik Smallvile kurang lengkap, missing episode 9-12, jadi gue beli episode 1 dulu. Harganya lumayan mahal ya boo, AUD 34 per komik. So, next time kita lengkapin, nabung dulu. Di sini koleksi action figures juga bikin ngeces, alias pingin bawa pulang semua yang bagus2, haha...




COMIC KINGDOMS


Toko ini ada di jalan Kent Street, jaraknya sekitar 15 menit dari hotel. Di sini lebih banyak comic cerita lepas mingguan/bulanan, dengan komik2 secondhand alias bekas tapi masih layak jual dan langka. Si penjual pun juga sudah tua, kalo di tanya collectible comic hard cover, dia bilang bisa cari di toko King's Comics. Well, fair enough...


IMG_8256.JPG


IMG_8257.JPG


Toko ini bukanya juga enggak napsu2 amat, suka2 aja, kadang jam 11 belum buka. Yah namanya juga pak tua ya, isi waktu luang kali ya. hehe...


SUPERHEROES COMIC


Toko ini ada jauh dari city, adanya di suburban. Naik bus 343 dari Elisabeth Street, terus melewati Sydney University dan ketemulah toko ini. Cukup jauh dan tempatnya gak terlalu ramai, lebih mirip Comic Kingdom tapi lebih lengkap karena jual action figures juga. Di sini gw beli comic baru yang cukup langka ya, Lois & Clark versi mereka punya anak. Other Superheroes drama sepertinya, gambarnya bagus dan ceritanya cukup menarik. 


IMG_8251.JPG


HOBBYCO


Toko mainan ini lebih banyak jual diecast daripada action figures, koleksinya lumayan langka di dunia. Masih jualan koleksi2 keluaran pabrik Corgi, lengkap untuk koleksi kereta api, mini set diorama, mobil balap, dll.


IMG_7741.PNG


Kedua kalinya ke Sydney selalu mampir sini, kali ini gw beli satu set mini diorama dengan dua diecast Australian Realy keluaran Corgi. Cukup kaget juga karena harganya lagi diskon sekitar AUD 34, dan tinggal satu pula. Termasuk dua diecast seri balapan dunia WRC yang juga langka, lagi diskon pula untuk dua diecast seharga AUD 60. Satu yang cukup unik gw beli adalah Batmobile 2005 dari lempengan piece of metal yang bisa dirakit 3D macam Paper origami mobil2an.



15 May 2017

Blue Mountain Explorer

Cyberedhoy, Blue Mountain

08.05.17


Senin pagi ini kita rencana explore Bule Mountain, awalnya sudah setup tour dari Jakarta. Tapi karena ragu2, jadinya go show aja hari ini. Naik kereta dari stasiun terdekat dari hotel, ganti kereta di stasiun Central yang langsung ke Blue Mountain.


Singkat cerita, perjalanan panjang selama 2:15 jam lebih itu cukup menyenangkan di pagi hari. Untung juga kita bisa berangkat tepat waktu, sampai stasiun Katoomba jam 8:45. Jadi masih bisa beli tiket bus Hop On Hop Off yang pertama jam 9:00. Suhu saat itu 4 derajat celsius, cukup dingin ya karena masih pagi.


Pagi itu kita turis pertama yang naik bus HoHo ini, jadi sang supir yang ramah, namanya Jimmy, ajak kita keliling kampung Katolmba dulu. Pas banget musim gugur nih, jadi pohon2 daunnya berubah jadi warna merah coklat sebelum berguguran. Lumayan banget nih si Jimmy cerita ngakor ngidul via speaker, sementara baru kita berdua di bus itu duduk di atas paling depan pula.



Bus HoHo ini tiap harinya ada dua yang keliling Blue Mountain dari stasiun Katoomba sampai Leura village, dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Hari itu selain Jimmy ada juga Daniel, mereka sama2 asyik bawain bus & cerita2, kadang disisipin bahasa2 berbagai negara tiap tamunya. Ada sedikit cerita ciri khas turis Indonesia, kalau dia bilang Oh My God untuk ekspresi bagus, orang Indonesia sebutnya cepet banget, ohmaigot!! hahahaha... sesi perkenalan juga berbagai bahasa, "selamat pagi, nama saya Jimmy, saya harap anda menikmati pagi ini", hahaha...


Bus HoHo ini punya 18 pemberhentian, kalau mau tour cukup membantu banget nih buku panduannya. Pagi ini kita turun di pemberhentian kedua untuk makan dulu di Yellow Deli, tempatnya oke banget, salah satu tujuan turis untuk makan, masih di daerah perkotaan yang sepi, tempat itu buka jam 10 pagi, tapi ternyata di dalam sudah banyak yang nunggu.


IMG_7297.JPG


Selanjutnya kita explore Blue Mountain ke beberapa titik pemberhentian bus. Berikut bus stop dari HoHo:


14 May 2017

Sydney on the Beach

Cyberedhoy, Sydney

07.05.17


Sydney terkenal juga dengan beberapa pantainya, dua diantaranya kita datangi dalam hari yang berbeda. Pantai Bondy kita datangi setelah dari Sydney Opera House, cukup naik bus dari Circular Quay, langsung turun di seberang Bondy Beach.


Sore itu memang suhu lumayan dingin ya, sekitar 12 derajat dengan angin sepoi2 yang menusuk tulang. Gak heran di pantai2 itu enggak banyak yang berbikini atau berenang. So, kita datang untuk foto2 aja. Menjelang sunset justru balik lagi ke kota karena mengejar misa Minggu jam 6 sore di St Mary Cathedral.


IMG_7218.JPG


Seminggu kemudian, kita ke Manly Beach, berangkat dari Circular Quay naik Ferry menuju Manly. Jaraknya sekitar setengah jam ya, pemandangan tentu saja jadi spot buat foto2 turis. Sekitar Harbour Bridge, depan Opera House, dengan beberapa spot Luna Park, Cities dan bagian North Sydney yang bagus buat foto2 dari atas ferry.


Sampai pelabuhan Manly, di sana kita mampir ke Max Benner, tempat jual minuman & cemilan coklat enak. Tahun lalu gue pernah cobain di Queenland, ada di seputaran mall di pantai Gold Coast juga. Tempat ini selain oke buat minum coklat yang lezat, terkenal juga dengan 'hug mug' tempat penyajian yang pas di tangan seolah2 kita memeluk mug untuk seruput minuman coklat hangat saat udara dingin. hmm, enaak...


IMG_9191.JPG


Pantai Manly lebih banyak burung2 berterbangan, mereka ramah juga saat mendekati orang apalagi kalau kelihatan lagi ngemil. Burung2 ini enggak terlalu celamitan ya, enggak galak meskipun gak kita kasih remeh2 serpihan makanan. Sama seperti Bondy, di sini juga gak banyak bikinj dan yang berenang, maklum lagi musim gugur ya, udara dan angin dari laut cukup dingin. Gak heran kalau di pantai justru pada pakai baju hangat.






08 May 2017

Explore Sydney part.2

Cyberedhoy, Sydney
07.05.17

Kali ini kita berkesempatan mampir Australia lagi setelah akhir tahun lalu sempat liburan akhir tahun. Nah, kali ini sebenarnya agenda yang tidak ada di rencana tahun 2017 ini. Spontan karena ada acara training dari kantor Lydia seminggu, hehe...

Hari ini kita sampai di Sydney Airport jam 9 pagi, setelah terbang 7 jam dari Singapore. Langsung menuju hotel untuk titip barang dulu, naik kereta pakai kartu Opal yang masih ada saldonya AUD 8, kita topup AUD 40 untuk 10 hari. Isi pulsa Optus dulu karena nomer gue masih berlaku sampai akhir tahun 2018.

Tujuan pertama kita ke Sydney Fish Market buat makan siang. Kalo di Jakarta mirip Muara Karang tapi versi modern-nya. Sejauh mata memandang yang jual dan yang beli lebih banyak orang Asia ya, terutama Chinese. Memang sih di Aussie ini hampir di semua tempat mau di jalan, mall, kampus, hotel, cafe, dll semuanya banyak orang Chinese. Makin maju aja nih kotanya tanpa menghilangkan cita rasa lokal dan justru memperkaya suasana pilihan kuliner ya.


Kita ambil menu seafood platter di Fish Market Cafe yang paling rame di sana, tadinya kita mau cobain Doyle's yang cukup terkenal. Isi menu itu ada beberapa baby octopus, cumi-cumi, ikan fillet, kentang dan semuanya di goreng tepung. Rasa sih biasa aja, jauhlah sama bumbu2 lokal Indonesia, yah mungkin karena bule2 itu ga suka penyedap2 rasa ya.

Lanjut kita mampir ke Sydney Harbour Bridge dan Opera House lagi, tadinya mau nonton opera di sana fo show. Tapi berhubung gak ada yang oke, jadi cuma mampir beli souvenir aja. Nah, di sini kita ketemuan sama Cory teman Lydia waktu di Garuda yang lagi kuliah S2 di University of Sydney. 


Cuaca cerah hari ini bikin kita lanjut ke Bondy Beach, naik bus sekali trip dari depan Circular Quay. Oh ya, hari itu kita kemana2 naik bus gratis pakai kartu Opal karena udah lebih dari limit sehari. Maklum dari bandara aja ongkosnya udah AUD 10.


Meski cuaca cerah, tapi tang namanya lagi winter tetep aja dingin, ditambah hembusan angin sepoi2, makanya jarang ada yang berenang atau buka baju di pantai, haha...padahal kalo summer banyak tuh yang topless 😅






17 January 2017

Bryan Adams Live in Jakarta

Cyberedhoy,
16.01.17

Tahun ini nonton konser dibuka sama Bryan Adams, dalam rangkaian album barunya Get it Up. Durasi konser lebih dari 2 jam ini menggelar 28 lagu hits dari jaman dulu hingga album terakhir. 


Cloud No.9 kesukaan Lydia gak dinyanyiin, tapi ada satu lagu tambahan yang enggak ada dari setlist di bawah yaitu Back to You. om Bryan flash back ke tahun 1994 dimana dia pernah menggelar konser di Jakarta juga. Bedanya jaman dulu enggak ada handphone kayak sekarang. 

Persamaannya, itu suara penyanyi gaek usia 58 tahun ini tetap sama dan prima. Sadis!!!


Setlist #BryanAdamsJakarta2017


  1. Do you ta gotta do
  2. Can't stop this thing we started
  3. She's only happy when she's dancing
  4. Run to you
  5. Go down rockin'
  6. Heaven
  7. Kids wanna rock
  8. It's only love
  9. This time
  10. You beling to me
  11. Summer of '69
  12. Here i am
  13. Let's make a night to remember
  14. When you're gone
  15. Everything i do (i do it for you)
  16. If you wanna be bad yo gotta be bad
  17. Back to you
  18. Somebody
  19. Have u ever really loved a woman
  20. Please forgive me
  21. Cuts like a knife
  22. 18 til i die
  23. The only thing that looks good on me is you

Encore:

  • Brand new day
  • C'mon everybody
  • She knows me
  • Straight from the heart
  • All for love




Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

11 January 2017

Koleksi Komik Superheroes

Cyberedhoy, J-Town
26.12.16

Beres2 rumah sehabis natalan sepertinya hal yang biasa kita lakukan, meskipun tamu gak ada, tapi tetep iseng pingin bersih2. Kali ini iseng bongkar koleksi komik jadul. 

DC Comics keluaran 10 tahun lalu masih lengkap berjejer di rak buku bagian bawah, beberapa bahkan masih terbungkus plastik belum sempat dibaca. Dulu komik2 ini gak gitu laku di Gramedia, kalah sama komik2 Jepang yang lucu2 dan menghibur.


Komik Superheroes Amerika ini ceritanya memang cukup berat, gak cocok juga dibaca anak di bawah umur. Jadi sepertinya hanya di beli sama orang2 era bahagia waktu sekolahnya sebelum banyak komik Jepang 20-30 tahun lalu. haha, ketawan deh umur gw yak 😁

Anyway, hampir semua komik ini dalam edisi Bahasa Indonesia, beberapa komik yang gw suka, karena cerita dan gambarnya bagus, tentunya gw beli edisi aslinya. Memang gambar dan kualitas kertas aslinya gak bohong, sesuai dengan harganya lah. Sebut aja mulai dari Superman Red Son, Justice dan Kingdom come. Dua komik terakhir ini ilustrasinya dari tukang gambar favorit gue, Alex Ross. Keren memang ya, jadi gak sabar menunggu versi film layar lebarnya. hehe...


Written & Photos by mazEdhoy 
© 2017 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

Kuliner 7 Malam di Sydney

Cyberedhoy, Sydney 10.05.17 Tahun ini kita dapat kesempatan ke Aussie lagi, tepatnya ke negara bagian New South Wales di Sydney. Sebenarn...