01 August 2016

Spirit of Bali

Cyberedhoy, Bali
31.07.16


Hari ini kita belajar tentang budaya dan kehidupan orang Bali sambil bersepeda di Bali Eco Tours. Putu Hendra, menjadi tour guide rombongan sepeda kami yang terdiri dari 12 orang berbagai bangsa ini (ada Belanda, UK, Norway & Jawa)...mewakili Jawa pastilah kita, haha...


Keluarga bali dari jaman kerajaan dulu diperbolehkan punya empat anak, masing2 diberikan nama sesuai urutan: Wayan, Made, Komang dan Ketut. Berlaku sama untuk laki2 dan perempuan, yang membedakan nama depannya, tambahan 'Ni' di depan nama tersebut untuk perempuan dan tambahan 'I' untuk laki-laki.



Rumah dari generasi ke generasi tetap sama, pintu utara menghadap ke gunung (simbol Pura Besakih, tempat para Dewa berada di tempat yang tinggi) dan selatan arah laut (Dewa Baruna). Rumah aseli Bali gak bisa diperjual belikan, surat tanahnya dipegang ketua adat desa. Bisa di wariskan aja turun temurun.


Setiap rumah keluarga punya Pura untuk sembahyang, ada di sebelah utara, posisi tidur juga menghadap ke utara/timur yang dianggap lebih suci. Anak2 diberikan rumah lagi di sekitar rumah keluarga tersebut, biasanya laki2 dan perempuan di pisah setelah menikah. Mereka bangun rumah dengan bantuan para tetangga, ga perlu bayar,  cukup kasih makan/rokok.




Sesajen di Bali banyak bertebaran dimana2, pastilah pernah lihat di trotoar jalan, depan pintu masuk rumah/toko, pohon2, patung/pura, mobil/motor sewaan, dll. Mereka biasanya meletakan itu saat sembayang sebelum mulai aktivitas. Supaya usahanya aman & diberkati. Sampai saat ini trasisi ini tetap dijaga, pendatang juga menghormati itu.


Isi dari sesajen biasanya ada bunga lima warna, tirta suci (air tanah) dicampur minyak wangi, diletakan dalam tempat anyaman. Dijual juga dipasar2 tradisional buat yang ga sempat membuat itu. 














Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

Ubud Center Explorer 2

Cyberedhoy, Bali
31.07.16



Sore ini kita explore Ubud Center lagi...



Gaya Gelato





Warung Nury














Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.




31 July 2016

Bali Eco Tours Experience (BETE)

Cyberedhoy, Bali
31.07.16


Selamat pagiii...
Pagi ini kita semua siap2 ikutan sepedaan explore Ubud di Bali Eco Tours. Jam 7:30 pagi jemputan datang ke Chilli Cottage tempat kita menginap. Satu jam perjalanan ke tempat pemberhentian pertama untuk sarapan.



Lake View Restaurant

Tempat ini oke banget untuk sarapan, cuaca hangat tapi sejuk dengan pemandangan gunung Batur yang diselimuti kabut dan pemandangan danau yang asyik banget.






Coffee & Chocolate Garden




Cycling Tour

Jam 10:30 akhirnya kita ketemu juga sama sepeda. 











Lunch at Surya





Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.



30 July 2016

Ubud Center Explorer 1

Cyberedhoy, Bali
30.07.16


Seharian ini kita habiskan waktu untuk keliling Ubud naik sepeda di pagi hari seputaran Monkey Forest dan tempat kita menginap radius 6KM, juga keliling Ubud naik motor sekitar 25KM.


Morning Bike
Pagi ini gue sarapan sendirian di Chili Cottage tempat kita menginap sambil mempelajari peta Ubud, maklum Lydia lagi ikutan Yoga yang paling kesohor di Ubud. Yoga Barn tempat Julia Robert pernah yoga di sana.





Sewa sepeda seharian 30ribu di depan cottage lumayan bagus nih, MTB Polygon kondisi masih baru. Akhirnya gue ambil rute ke Yoga Barn itu lewat Monkey Forest. Banyak monyet berkeliaran di jalan pada becanda, kejar2an dan rebutan makanan.

Lewat gang senggol menuju jalan Monkey Forest bagus banget pemandangannya, tracking turun naik dan masih sejuk. Sayang jadi jalan alternatif motor dan orang jalan kaki juga. Mengurangi konsentrasi bersepeda, takut ditomplok monyet iseng juga. Untung gue pake poloshirt warna abu2 monyet, jadi dikira temannya. Tips lewat situ jangan pakai baju cerah, warna merah/kuning deh biar ga digodain monyet. Haha...

Yoga Barn

Tempatnya susah ditemuin karena tanda masuk gang senggol ini ketutup pohon dari kiri. Sempat 3x bolak balik sampai akhirnya nyerah minta bantuan Google Map. Sebagai petualang yang sok tau, gw gengsi buat gw bertanya. huehehe...


Setelah ketemu tempatnya yang di pojokan, gue melanjutkan perjalanan lagi karena Lydia belum selesai Yoga. Sempat ketemu beberapa hipster yang lagi sarapan di tempat itu antri yoga selanjutnya.

Mario Blanco Museum

Tempat menyimpan koleksi karya seni Don Antonio Blanco ada di sini, dia adalah salah satu bule kesasar di Bali yang jatuh cinta sama perempuan Bali dan pulau dewata ini. Menikah dan punya empat anak, berubah jadi WNI. Sempat pula dibuat film-nya. 
Masuk museum ini bayar 30rb perak, sebelum masuk bangunan utama, di taman depan ada burung kaka tua, burung nuri & burung abangnya, eh...hehe...
Di sini kita bisa foto bareng burung yang jinak itu, ada sih yang jail makanin bunga yang gw selipin di kuping. Ada satu burung yang nangkring di kepala gue tapi kepleset. Si abang bilang rambutnya sih licin, udah gitu Lydia nambahin kebanyakan Pomade tuh bang, haha...kocak yak 😀
Oh ya, ciri khas museum ini ada di lukisan2 cewek bugil khas Blanco. Mario, salah satu anaknya yang masih tinggal di Bali pun melanjutkan bakat seni lukis dari bapaknya, punya studio lukis pula di samping. Museum ini pernah dapat penghargaan dari Menparpostel sebagai museum seni yang melestarikan budaya. Mantan presiden SBY pun pernah mampir ke sini foto bareng generasi Blanco.


Warung Bu Oka

Salah satu warung yang bikin kita penasaran di Ubud adalah Warung bu Oka. Letaknya ada di depan Ubud Palace, tapi berhubung penuh, mereka buka cabang lagi sampai tiga di sepitaran Ubud. Salah satunya Warung bu Oka 3 yang jaraknya 200 meter dari Ubud Palace.



Menu utama apalagi kalau bukan babi guling, rasa pasahal biasa aja, cenderung kurang ok tampilannya di banding nask campur Kenanga kalau head to head menu-nya. Berhubung laper habis juga tuh, malah nambah b2 goreng tepung.


Gelato Secret

Siang menjelang sore yang panasnya cetar membahana, membuat kita penasaran cobain ice cream gelato. Sepanjang jalan raya Ubud memang banyak stand gelato, salah satunya Gelato Secret yang ramai.



Kedai ini ramai terus, pas gw lagi antri ada dua anak kecil bule antri depan gw mau beli gelato durian. si penjual sampe nanya 3x, yakin nih? bule biasanya ga suka baunya. Terus mereka yakinin, that's for my mom. it's ok...sementara ibunya liatin doang sambil duduk.

Gue pilih gelato vanila speculas, enak...





Kopi Seniman

Sorenya kita minum kopi di kedai kopi Seniman di jalan Sriwedari, ciri khas-nya satu porsi pakai baki panjang isi air putih,  kopi pesenan dan cokies.





Latar belakang tembok outdoor juga ciri khasnya ada tulisan kata berulang semacam 'pikir-pikir', 'tiba-tiba' dan 'malu-malu'. Entah apa maksudnya.




Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.





29 July 2016

Kecak & Fire Dance

Cyberedhoy, Bali
29.07.16


Kali ini pertama kali gue nonton Tari Kecak dan Tari Api di Bali, tepatnya di Pura Padang Kerta (Maksan Pasek Padang Subrada). Tepat jam 7:15 baru mulai, mundur 15 menit dari jadwal (bukan gara2 nungguin kita yang datang telat lho).



Posisi duduk yang kurang strategis (lesehan paling depan) dengan angle buat foto rada sulit (ketutupan body penari kecak yg gak bisa diem), try & error setting camera, membuat banyak foto hancur dengan sukses. Hiks, hanya ini yang lulus sensor...lesson learned, kalau datang belakangan mendingan berdiri aja 😊

Anyway, malam ini pengunjung yang datang 184 orang, dengan perolehan dana IDR 9,330,000...Kuatir dengan budaya yang terus tergerus kalau penari2 ini kurang regenerasi karena kesejahteraannya kurang menjanjikan. 



Sengaja hitam dan putih seperti layaknya drama Ramayana, namun dunia juga butuh warna. butuh anak muda untuk melestarikan budaya 🙏




Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.



Culinary by Bike

Cyberedhoy, Bali
29.07.16

Empat tahun lalu kita sewa motor buat jalan-jalan kuliner di Seminyak selama dua hari. Kali ini berhubung punya waktu sebentar hanya setengah hari sebelum jam checkout, jadinya kita keliling naik sepeda gratisan fasilitas Brown Feather tempat kita nginep.

Belum sempat mandi (hanya cuci muka), kita sudah gowes cari makan pagi dengan beberapa tujuan kuliner yang ok di seputaran Seminyak. Berbekal Strava-software gowes dan Google Maps, kita keliling beberapa tempat untuk breakfast dan brunch. Maklum gowes hampir 10KM butuh energi banyak dan dinikmati menu2 favorit di tempat yang kita kunjungi.


Breakfast at Living Store


Tujuan pertama masih di seputar jalan Petittenget, tepatnya di No.88x, Badung, Bali. Kalau mau lebih jelasnya bisa telp di 0361-4735949. Cafe dan bakery ini cukup eye catching dari jalan raya.


Menu andalan sarapan bervariasi, tapi berhubung belum laper banget, kita hanya makan croissant nutella dan croissant almond crispy, gue pilih hot chocolate (by Karte Chocolate), coklat aseli Jembrana Bali. Sementara Lydia minum Avocado Juice.


Brunch at Revolver

Jarak tempuh ke Revolver sekitar 3 KM dari Living Store, tapi kita sempat nyasar 3KM arah menjauh malah ke pantai gara-gara salah lihat arah di google maps. Alternatif lain ke Nook, tempat beeakfast di pinggir sawah. Tapi berhubung dapurnya kurang ok, akhirnya kita langsung ke Revolver.


Revolver Coffee Boutique ada di jalan kecil yang bernama Jalan Kayu Aya no.3, Badung Bali. Kalau gak tau tempatnya, bisa telpon ke 0361-7884968. Tempat ini selalu penuh sama coffee lovers dari berbagai negara, masih nangkring di nomer satu di Trip Advisor.


Tempat ngupi ala koboi ini pakai nama-nama istilah di film koboi Amerika, sebagai brunch Lydia pilih menu Highway Robbery, semacam steak & eggs yang isinya grilled steak, 2 fried eggs, chips, toast and salad. 


Untuk minum, gue cobain iced cappuccino, Lydia pilih flat white. Ternyata memang cappuccino-nya beda, disini lebih fresh dan pas. Rasanya mirip sama bikinan si Adam, coffee bar di Roma deket Vatican dulu. Haha...

Oh ya, foto di atas hasil jepretan turis Amerika yang kayaknya kasian lihat kita berusaha foto berdua di depan pintu revolver andelin self timer kamera yang di taro di meja pos siskamling pas depan Revolver. Haha...


Lunch at Pison Coffee


Siang sehabis checkout dari Brown Feather, kita jalan kaki untuk bakar lemak lagi sebelum makan siang di Pison Coffee-Eatery-Music. Lokasinya masih di jalan Petittenget no.19, Kerobokan, Kuta, Bali. Kalau nyasar bisa telpon ke 0361-3834986.


Kopi di sini pakai kopi Giyanti yang ada di Menteng Jakarta, jadi rasanya khas. Gue pesan Avocado Cappuccino dan Lydia pilih air kelapa muda aseli yang seger banget. Untuk makan kita berbagi Fried Rice Pork Belly yang rasanya juga mak'nyuss.





Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.