04 January 2010

Pemburu Hotel & Angkringan Lik Man

Cyberedhoy, Yogyakarta
03.01.10

Minggu malam (3/1) kita sampe di Yogya, tujuan pertama cari hotel yang bagusan. Ada air panas, AC, bacth-up, kolam renang, deket Malioboro & bisa buat berempat dgn budget 800rb.

Gue rekomendasikan hotel di jalan Dagen, namanya rada lupa karena waktu itu masih kuliah S1 tahun 97an. Karel cari di GPS gak nemu, ternyata sampe Degen itu hotel namanya Peti Mas. Gue & Jayen turun tanya2, ternyata di situ kamar triple 535rb bisa nambah satu orang tapi gak dapet breakfast. Kalo mau include nambah 108rb. Haha, sementara pending dulu. Kita cari alternatif rekomendasi Jayen 'hotel yogya'.

Dari Dagen kita ke jalan Sosrowijayan, tapi Karel parkir mobilnya di hotel Garuda Malioboro. Jadi kita jalan dari sana. Sampe Sosrowijayan si Jayen lupa nama hotel pastinya. Di sana semua pake awalan Hotel Yogya, kayak HoTel Yogya Palace, Hotel Yogya Gembira, dll. Akhirnya nemu wisma 200rb-an. Udah OK eh, si Karel bilang di tempat rekomendasi dia aja 235rb bisa berempat. Akhirnya kita gak jadi.




Angkringan Lik Man

Angkringan Lik Man merupakan angkringan legendaris, sebab pedagangnya adalah generasi awal pedagang angkringan di Yogyakarta yang umumnya berasal dari Klaten. Lik Man yang bernama asli Siswo Raharjo merupakan putra Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta yang berjualan sejak tahun 1950-an. Warung berkonsep angkringan yang dulu disebut 'ting ting hik' diwariskan kepada Lik Man tahun 1969. Sejak itu, menjamurlah angkringan-angkringan lain.

Pilihan minuman favorit adalah Kopi Joss, kopi yang disajikan panas dengan diberi arang. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisir oleh arang. Tak usah khawatir itu hanya mitos, sebab Kopi Joss lahir dari penelitian mahasiwa Universitas Gadjah Mada yang kebetulan sering nongkrong di Angkringan Lik Man.

Berbagai makanan juga disediakan, ada sego kucing berlauk oseng tempe dan sambal teri hingga gorengan dan jadah (makanan dari ketan yang dipadatkan berasa gurih) bakar. Sego kucing di Angkringan Lik Man yang harganya Rp 1.500 nasinya pulen dan oseng tempe dan sambal terinya berbumbu pas. Menikmati sego kucing yang selalu disajikan dalam keadaan hangat dengan lauk gorengan atau sate telur selain lezat juga tak menguras uang.

Capek jalan kaki, kita makan dulu di Angkringan Lik Man deket Stasiun Tugu. Jayen yang penasaran sama nasi kucing langsung pesen tiga porsi. Tapi liat ada nasi ayam rica rica Gue dia juga pesen dua lagi. Gue sih sok tau pesen Kopi Joss, sate kambing & teh susu. Sambil nunggu kita foto2 dulu di lesehan angkringan. Begitu kopi joss dateng, gue pikir kok dingin. Begitu di deketin bukan es batu tapi areng. Gubrak! Kontan si Eko & Karel jijik gak mau minum. Ga lama Indra Jawir & sodaranya dateng, langsung deh di suguhin kopi joss itu. Haha

Abis itu kita hunting hotel lagi, tapi diputuskan ke pilihan pertama. Peti Mas Hotel di jalan Dagen. Tengah malem Gue & Eko jalan2 naik becak mau cari pijet refleksi kaki, gak taunya udah pada tutup. Akhirnya foto2 aja keliling Yogya naik becak 20rb. Itu tukang becak curhat, cerita tempat2 asyik tapi ngawur. Pengalaman mbecak dari tahun '85 ternyata gak membuat dia jadi pengusaha becak. Saat ini aja dia sewa becak 10rb/hari lho. Thanx to mas mbecak ;)


Nasi kucing 1,500 / porsi
Nasi Ayam Rica-rica 2,500 / porsi
Sate kambing 1,500/tusuk
Sate ati empela 1,500/tusuk
Kopi Joss 2,000
Teh Susu 2,000

Written by Edhoy, Photos by Echo
© 2010 Cyberedhoy & Tour de JaBal

No comments:

Post a Comment