04 February 2010

Construction Project (Borneo - Season 2B)

Cyberedhoy, Delta Mahakam
02.02.10

Medio 2004 gue diperbantukan buat construction project, nah disini serunya…kalo tahun sebelumnya gue di kontraktor PT APEP yang kerjain proyek TEPI, nah sekarang gue yang jadi owner yang punya proyek & tugas gue omel2in kontraktor PT APEP kalo kerjanya gak bener. Haha…

Suatu kali pihak PT APEP site visit dan ketemu gue, kebetulan temen2 engineering dulu sebagian ikutan. Mereka orang Jakarta juga, ada Eddy Stress (bagian project control), Novly (asisten engineer) dan pak Heri Yard Manager. Ada satu lagi temen dari Jakarta si Pe’I gak ikutan, jaga Pendingin Yard katanya. Kita sempetin jalan2 pantau kondisi kerjaan, foto2 bareng dan sebagian minta tips atau katabelece biar bisa jadi owner juga. Ternyata dua dari temen gue itu beberapa bulan/tahun kemudian gabung sama TEPI meski beda project. Novly di HSE dan si Pe’I di konstruksi pipeline.

Berhubung di konstruksi migas multi disiplin banget ilmunya, gue dipaksa belajar baca dan ‘ngerti P&ID (piping & instrument diagram) yang rumit2. Mana boss baru gue yang juga orang Prancis galak, haha…untungnya gue kenal sama boss2 kontraktor, jadi lancar2 aja sampe proyek kelar.

Project konstruksi gue lebih banyak aktivitas di lokasi, kantor di work barge dan area instalasi platform tinggal jalan kaki lewat walkway. Lumayan, mungkin sehari gue bisa jalan kaki sepanjang 3 km bolak balik kalo gak males. Belum termasuk jalan kaki pulang ke basecamp dari Jetty ke kamar/kantor gue yang di pojok belakang CPU Tatun. Jarak dari lokasi ke basecamp naik speedboat bisa 1 jam, dengan kecepatan 20 knot/jam.
 (Tunu Field Development Project)

Satu area project kadang terdiri dari delapan AWHP (adjustment wellhead platform) yang fungsinya bakalan jadi tempat drilling posisi sumur migas, terus fluida dari sumur dialirin via piping ke platform utama yang cukup besar namanya GTS (gathering testing satellite), dan dari situ baru diproses dipisahin antara mingak-gas-air. Baru dialirin ke pipeline yang ada di darat atau bawah sungai Mahakam ke tempat penampungan fasilitas produksi yang lebih besar lagi. Biasanya terpusat di wilayah utara, tengah & selatan. Oh, ya TEPI ini punya beberapa fasilitas produksi seperti BSP (bekapai peciko senipah), terminal point tengah (CPU), utara (NPU) dan Handil. Lokasi baru dibangun di selatan, namanya Sisi Nubi (SPU). Dari situ semua baru dialirin lagi dan dijual ke LNG Bontang. Kapasitas produksi per hari menurut data 2007 untuk hidrocarbon (minyak) bisa 572rb barrel per day, dan natural gas bisa 505rb barrel per day.

Edhoy says “coba loe itung, kalo 1 barrel minyak mentah US$ 60, dan 1 barrel = 159 liter, berapa idealnya harga bensin? Mosok sama equil yang gak sampe 1 liter harganya mahalan air mineral sih? Padahal teknologi, biaya & prosesnya lebih jelimet migas yak …satu lagi, biaya proyek konstruksi yang serba standard kualitas tinggi versi Prancis (investor migas) makan biaya tinggi juga, dari situ aja mereka udah untung gede. Apalagi dari bagi hasil yah?”

Re-written & Photo by Edhoy.
© 2010 Cyberedhoy live in Borneo.

No comments:

Post a Comment