04 February 2010

Site Activities1 (Borneo - Season 1E)

Cyberedhoy, Delta Mahakam
01.02.10


Sesekali gue keluar dari pulau terasing itu, liat2 kondisi di lapangan terbuka tempat bakal dipasangnya platform2 pesenan TEPI. Miris memang pertama liat, hampir pesisir sungai Mahakam yang hijau sama tanaman Nipah-nipah mesti dibabat, site clearing (dibersihin) buat access road peralatan berat untuk kerja di sana. Sungai Makaham yang dangkal di keruk (dredging) dulu beberapa ratus meter luasnya biar kapal2 besar nantinya bisa merapat ke pinggir gak kandas. Konon di bawah daerah itu banyak cadangan migas, jadi siap2 dieksplorasi tahun2 berikutnya.

Volume tanah yang dikeruk bisa buat bikin bukit kali yah. Sehari bisa 1500 meter kubik dipindahin pake crane ke beberapa hopper barge (bak penampungan kapal) yang ditarik tug boat (kapal penarik) untuk dibuang ke laut lepas yang dalam. Posisinya udah ditentuin koordinatnya, jalur juga tinggal ikutin GPS jadi gak boleh buang sembarangan biar gak tercemar. Dan proyek ini aja dilakukan bisa lebih dari sebulan. Ckckck….

(Site Clearing)


Selesai dredging biasanya dilanjutin sama pembuatan access road, babat hutan di sekitar mahakam. Parahnya lagi kalo ada lokasi di darat ya sampe darat mesti dibersihin, buat jalan untuk akses kendaraan berat masuk. Pondasi jalan dibuat seramah lingkungan mungkin, beribu2 meter kubik karungan pasir di tumpuk biar gak ambles sepanjang access road, baru ditimbun tanah / pasir lagi sampe keras. Maklum tanah di sana berlumpur, liat dan empuk.

 
(Access Road)

Biasanya kerjaan2 ini dapet perlawanan dari warga pemilik tambak di sekitar lokasi, ada yang bilang tambak udang tercemar lah, ada yang laporan jala ikan di tengah laut ketabrak tug boat, terus hasil dredging dibuang sembarangan jadi kena jala mereka, dll.

Pengawasan pekerjaan macam ini cuma bisa terpantau di lokasi, diluar dari situ bukan rahasia umum kalo tug boat / kapal2 bisa jual minyaknya di luar karena gak ada yang pantau mereka apa benar buang hasil dredging di koordinat yang udah di sepakati? Estimasi jarak tempuh tugboat pergi pulang ke lokasi dari laut lepas bisa 12 jam, siapa yang mau ‘ngawasin?? Apa benar juga nelayan gak cari2 alasan biar dapet penggantian / manfaatin proyek? Siapa yang back-up? biasalah banyak konflik kepentingan.

Ini pengalaman pertama gue tinggal di crane barge, tiga hari gak pulang acting gantiin site supervisor yang ditarik ke fabrikasi semua kejar deadline. Padahal job desc gue bukan in charge di situ, banyak waktu luang jadi mancing kalo malem. Thanks to pak Leo L/O Migas (laison officer) mariner aktif berpangkat kapten dan pak Syamsul KPLP (coast guard) yang udah nemenin begadang di crane barge ‘ngawal kerjaan ini lengkap dgn cerita2 serunya. Gue jadi mengenal dunia kelautan dan cara hadapin orang lokal dari mereka.


Edhoy says “Setiap peristiwa pasti ada penyebabnya, kalau pun bumi dikorek2 tetep ada bagian bumi lain yang belum terjamah. Di situ lah keserakahan mengalahkan logika, tinggal gimana kita mengolahnya”


Re-written & Photo by Edhoy.
© 2010 Cyberedhoy live in Borneo.

No comments:

Post a Comment