04 February 2010

Sungai Mariam Village (Borneo - Season 3D)

Cyberedhoy, Sungai Mariam
03.02.10


Desa Sungai Mariam termasuk wilayah Kecamatan Anggana, letaknya antara Pendingin dan Samarinda kalo lewat jalur Sungai Mahakam. Sekitar 20 menit kalo naik speedboat ke Samarinda dan 30 menit kalo jalan darat. Antara tahun 2005an, Gue pernah tinggal selama sebulan di salah satu rumah penduduk yang disewa pihak kontraktor proyek khusus untuk klien. Lho, kok gak tinggal di komplek TEPI lagi? yah, sementara aja. Karyawan lokal terpaksa diusir karena CPU penuh, kamar gue dipake bule yg datang pas mau abis proyek. Jadi dititipin ke kontraktor yang wajib kasih fasilitas buat klien.

(Rumah Singgah)

Lumayan santai di sana, selama itu gue gak pernah ketemu boss. Komunikasi cuma via telpon, sms dan laporan tertulis dikirim via driver speedboat yg menuju basecamp CPU. Maklum, gak ada akses internet disana. Sehari-hari ada si Anto, pembokat yg urus2 rumah. Kalo sore gue balik dia sibuk atur2 halaman buat tempat parkir motor bisnis sampingannya. Lho kok? Lha iyalah, hampir tiap weekend di sana ada pasar malam karena depan rumah itu jalan raya utama menuju Samarinda. Lumayan tuh parkiran penuh orang nitip motor. Haha…kalo malem biasanya gue nongkrong di depan rumah, disitu ada tukang jual jamu orang Jawa. Makan sebenernya disediain via delivery sama kontraktor. Berhubung kurang variasi jadi gue kasih Anto aja, malah gue jajan di ikan bakar sebelah rumah.
Sompret! pokoke tinggal di luar komplek TEPI boros juga, makan + jajan, blom kalo main ke Samarinda. Tapi syukurnya kalo malem temen2 gue yang juga senasib diusir sementara pada kumpul, cerita2 seru sampe pada ketiduran sendiri. Z z z z …
(Kehidupan Desa Sungai Mariam, Borneo)

Desa ini gak pernah sepi pendatang, maklum tempatnya strategis diantara lokasi2 proyek yang tersebar di seputaran Delta Mahakam. Punya jetty tempat bersandar speedboat/seatruck, bahkan itu sering dipake main bola & ajang lompat indah anak2 kecil ke Sungai Mahakam. Serunya kalo lagi main bola terus nyebur ke sungai ya berenang dulu ambil bolanya, jiaaah…cape deeh…yah, namanya juga olah raga.

Desa Sungai Mariam itu hunian padat penduduk yang letaknya paling dekat sama basecamp TEPI di CPU Tatun. Jarangnya paling 15 menit naik speedboat. Di sana banyak proyek CSR (corporate social responsibility) TEPI. Mulai dari bangunan medical center, penyulingan air bersih, aspal, pendidikan/training penduduk lokal yang disiapin buat ikutan magang/kerja di proyek2 TEPI, sampe bantuan untuk bidang health & nutrition. Jadi selama gue tinggal di sana penduduk lokal pada respect, baik2.

Hampir semua bentuk rumah tradisional nelayan sekitar sungai bentuknya masih rumah panggung dari kayu ulin. Konon umurnya sampe ada yg udah ratusan tahun, kerendem air makin lama makin kuat. Lebih tahan lama daripada besi & beton yg gampang lapuk. Kalo tetangga di sekitar rumah yang gue tempatin semua udah bangunan modern, karena jauh dari Sungai. Urusan gaya hidup jangan ditanya orang sana sih…handphone tipe apa aja yang terbaru pasti ada aja yg punya, terutama warga yang kerjanya ikutan proyek di TEPI atau tambang lainnya kayak batubara. Tingkat ekonomi yang lumayan & pola hidup konsumtif bikin pasar malam selalu rame, traffic angkot ke Samarinda juga gak pernah sepi.


Edhoy says “think global, act local…dimana loe berada kalo menghargai budaya setempat bakalan dihargai orang2 situ juga”

Re-written & Photo by Edhoy.
© 2010 Cyberedhoy live in Borneo.

No comments:

Post a Comment