04 February 2010

The Wild Life (Borneo Season 3B)

Cyberedhoy, Delta Mahakam
03.02.10


Baiklah…kita kembali ke menu utama, cerita pengalaman gue lagi. Sampe disini kita mendekati keadaan alam sesungguhnya di Delta Mahakam. Miris emang kalo liat sekitar Sungai Mahakam ini, kalo kita naik speedboat sih masih bisa liat hijaunya nipah2 dipinggir sungai, atau kalo loe beruntung bisa liat buaya berjemur, monyet, ular berbisa, burung elang ‘nyomot ikan, biawak, pesut, babi hutan dll…

Gimana kalo pemandangan dilihat dari atas? Yah loe bisa liat sendiri gambar di bawah, bagian yang berkelok2 adalah Sungai Mahakam yg ternyata hijau pinggirnya doang. Bagian tengah gundul, udah jadi tambak ribuan hektar. Hebat euy…siapa yang punya & danain? Sampe skrg gue gak tau, kalo ketemu orang lokal mereka bilang itu punya mereka & dibangun manual tanpa alat berat. Mosok sih?

Menurut data pemda Kaltim*, kelompok tani pengusaha tambak udang di Delta Mahakam ada sekitar 1200 kepala keluarga, kalo satu keluarga terdiri dari lima orang, ada 6000 jiwa yang terlibat kegiatan tambak ini. Luas tambak udang di sana sekitar 60,000 hektar lahan. Dahsyat yah, dan ini didukung penuh pemda karena pengembangannya masih pake sistem tradisional untuk kebutuhan ekspor. Produksi udang windu sekitar 50-100 kg/hektar sekali panen setiap lima bulan sekali. Bandingin sama tambak modern yang konon bisa panen 3-5 ton per hektar.

Balik modal gak tuh?? Hmmm…dari pengalaman gue masuk2 daerah itu, umumnya mereka tau itu tanah negara & sewaktu2 bisa dipake buat proyek migas. Nah, disini lah mereka kadang manfaatin sikon, nuduh tambaknya tercemar lah karena kegiatan proyek. Sampe ujung2nya minta ganti pembebasan lahan. Busyet…tumpang tindih masalah ini udah biasa, pemda juga tau, apalagi LSM. Wah, panen mereka kalo ada proyek. Dan gue pernah merasa in the middle of nowhere, gak tau harus bela siapa. Padahal kan mestinya sebelum proyek jalan hal2 begini udah diselesaikan biar gak sengketa. Gue sih baik2in orang lokal aja, biar dapet jatah udang tiger yang terkenal itu. Dan gak dikejar2 parang. Hehe…sedih juga liat nasib bumi Kalimantan beberapa tahun ke depan yang makin gersang. Hik hik…
(Mahakam Long View)




Edhoy says “kadang untuk mencapai hasil yang besar pengorbanan juga gak kalah besar, tapi itu gak menjamin kehidupan yang lebih baik”


*Reference : http://m.kompas.com/news/read/data/2009.05.04.21493259

Re-written & Photo by Edhoy.
© 2010 Cyberedhoy live in Borneo.

No comments:

Post a Comment