30 April 2010

Iga Bakar vs Mamink

Cyberedhoy, Casablanca
30.04.10

Jum'at ini Gue ceritanya lunch di Daeng Tata, itu lho yang terkenal sama Sop Konro dan Iga bakarnya. Sebenernya siang itu mau mampir ke tempat Lydia ambil kebaya buat resepsi, berhubung udah laper ya mampir dulu di kawasan seberang tebet itu.

Tadinya LRG gak mau mampir situ, secara maunya makan nasi merah di Pelangi deket Menteng. Nah, pas sampe Mamink Daeng Tata tamunya baru dua meja. GUe parkir mobil sendirian di depan. Baru juga kita duduk dan baca menu, itu pengunjung gak berenti2 dateng setelah kita. Sampe pas makanan kita datang, semua meja dan kursi udah penuh, parkiran apalagi. Pas banget jam makan siang dan abis Jum'atan sih. hihi...


Nah, menu makan gue lumayan berah, 2 potong iga bakar dan nasi plus kuah sup pembuka, dihajar sama es Mamink andalan situ yang seger dan mak 'nyuss. Sementara LRG pesen nasi merah dan aqua aja. haha... Biasanya gue makan Sop Konro, menurut berbagai sumber, Sop Konro buatan Daeng Tata bukan saja terkenal lezat, namun juga sangat membantu para penderita kolesterol. Lho kok bisa? Karena racikan rempah-rempah dan sopnya yang dibuat mampu menetralisir bukan saja kolesterol yang ada di dalam daging iga yang disajikan, tapi juga secara tak langsung bisa mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh orang yang menikmatinya. Seperti air tajin beras yang dijadikan kuah sop konronya, diyakini banyak orang bisa menurunkan kolesterol.

Nah, balik ke menu siang itu...Tata Ribs, atau Iga Bakar pesenan gue ini sama sekali empuk dagingnya. Awalnya gue pake pisau untuk mengiris daging yang menempel di tulang iga sapi malang itu. Seterusnya lebih nikmat sambil dipegang pake tangan aja tuh tulangnya. Mantabs....es Mamink jadi pencuci mulut setelah Iga habis tanpa sisa. Sebenarnya ini adalah kombinasi es pisang hijau, es pallu butung, bubur sumsum, dan sepotong besar daging durian yang gurih dan lezat.

 Sekilas tentang Daeng Tata...jangan terkejut kalau dari 5 cabang warung, demikian Daeng menyebut rumah makannya, sedikitnya 500kg iga sapi sehari. memang bukan sapi utuh, hanya iganya saja. Daeng hanya menggunakan Iga Sapi, dan 1 iga sapi utuh itu bisa menghasilkan sedikitnya 6 porsi. Jadi kalau 500 iga sapi, artinya ada 3000 porsi dalam sehari habis laku terjual. Harganya pun relatif terjangkau per porsinya, Sop Konro dan Iga Bakar Rp 29.000,-. Hitung sendiri berapa omzet yang dihasilkan rumah makan berlabel mAmink Daeng Tata yang mempunyai 300 karyawan ini.

Nah, abis makan kenyang dan nikmat. Kita lanjut perjalanan ke tukang kebaya Lydia, jalan kaki lumayan dari tempat itu, tah 500 meteran, tapi lewat gang sempit. Wuih, bajaj juga 'ngepot nih...mana perut kenyang tergoncang2. xixixi...


Written by Edhoy
© 2010 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

No comments:

Post a Comment