29 April 2010

Kanonik kan Unik (Capengcupu 13)

Cyberedhoy, Paskalis
27.04.10

Sehari pulang dari Yogya, tepatnya hari Selasa (27/4) Gue dan Lydia wajib ikutan Kanonik di Gereja ST. Paskalis Cempaka Putih jam delapan pagi janjian sama Romo Jordan.

Kanonik itu salah satu prasyarat pernikahan di gereja Katolik, setiap pasangan yang akan melakukan pernikahan harus melalui penyelidikan Kanonik. Penyelidikan ini dilakukan oleh seorang Pastor, dimana pada prosesnya sebenernya tidak lebih dari tanya jawab seputar kesiapan pernikahan, dan mencari tahu ada tidaknya hal yang menghalangi pernikahan.

Jam 7.40, kami udah dateng. Pastoran blom buka, nah pas jam 8 Romo Jordan muncul. Kita diminta menyerahkan dokumen-dokumen. Romo Jordan minta foto kopi surat Babtis/Krisma, surat pengantar dari Lingkungan, dokumen pelengkapan buat catatan sipil mulai form N1, N2, N4, foto pasangan, foto kopi saksi nikah, sertifikat KPP (kursus pra perkawinan), dll. Sambil obrol2 ringan Pastor Jordan sibuk nulis2 sesuatu di form yang dia bawa. Sambil isi biodata di situ, kita berbincang-bincang seputar visi & misi juga kesiapan penikahan.

Dia akhirnya nulis tanggal Sakramen Perkawinan kami di agendanya, tanggal 8 Agustus 2010 jam 11.30. Fiuuuh, lega. Secara beberapa hari yang lalu dia sempet angin2an blom kasih keputusan bisa apa gak. Soalnya bentrok sama jadwal retret-nya.

Setelah itu, Kami mulai diwawancarai satu persatu, yang pertama Lydia sekitar 40 menit. Gue gak tau apa yang dibicarakan di dalam, di luar gue kelaperan. Blom sarapan, stress bolak balik ke toilet. Mana tenggorokan ga enak. Pas giliran Gue di dalam, ditanyain Berapa lama dah kenal Lydia, ada hubungan keluarga atau tidak, kenapa menikah, dan pertanyaan pertanyaan lain. Yang paling lucu adalah pertanyaan “Apakah selama mengenal pasangan kamu, pasangan kamu pernah berperilaku aneh? Gangguan kejiwaan misalnya?”. Hehehehe…

Gue kira tadinya mau berlama-lama ternyata cuma 20 menit. hehehe syukur dech...dah sempet dag dig dug. kalo gak lolos kan gak jadi nikah. Menurut issue2 ada beberapa kondisi yang bisa membatalkan sebuah perkawinan, tetapi prosesnya bisa sangat panjang, dah salah satu penyebabnya (kalau Gue tidak salah ingat) adalah adanya cacat pada penyelidikan kanonik. Konon, pembatalan sebuat pernikahan bisa sampai ke Vatikan.

Sampai akhirnya, kita tanda tangan form hasil wawancara Kanonik yang sebelumnya disumpah kalo kita kasih keterangan yang sebenernya. Kanonik hari itu ditutup dengan doa bersama, intinya minta semua bejalan sesuai dengan rencana. AMIN



Written by Edhoy

No comments:

Post a Comment