04 April 2010

Malam Paskah di Katedral

Cyberedhoy, J-town
04.04.10

Suasana Gereja Katedral Jakarta Sabtu malam (3/4) tampak sedikit beda dengan hari-hari biasanya. Dari segi konsep interior & tata bunga memang sederhana aja, selain tenda-tenda tambahan yang terpasang di pelataran gereja, tidak ada dekorasi lainnya yang mencolok di sekitar gereja berusia lebih dari 100 tahun ini. Karena gak usah didekor aja udah bagus. Di sisi kiri hanya hiasan ranting2 kayu kering dibuat menyerupai gapura sepanjang jalan setapak dihias origami & lampu2 kecil yg biasa dipake penghias pohon natal.

Namun yang lebih penting adalah di hati dan sikap umat yang harus lebih bisa meresapi arti cinta kasih Tuhan. Sesuai dengan tema Paskah kali ini, "Mari Melawan Kemiskinan", umat Katolik diajak memperingati wafat Kristus hari ini hingga kebangkitannya dengan suasana kesederhanaan dan keprihatinan. Jadi, tidak hanya sekadar suasana perayaan yang formalitas.

Gue & Lydia berada diantara ribuan umat Katolik menghadiri misa malam Paskah di Gereja Katedral. Dari jam 21:30 kita udah nyantronin sekitar Katedral cari parkir strategis. Padahal Misa kedua blom kelar, dan kita rencana ikutan Misa ketiga jam 22:30. Akhirnya jam 10 malem pintu gerbang sekolah Santa Ursula (sekolahan Lydia dulu) yang tepat di sebelah Katedral dibuka, Gue langsung aja nerobos parkir & dapet posisi plg depan. Abis itu kita melangkah masuk Katedral jalan kaki muter ke gerbang seberang masjid Istiqal.

Kita duduk di tengah, jejeran nomer sembilan dari depan altar. Sebelum Misa dimulai, banyak umat malah foto2 mengabadikan arsitektur Katedral yang keren banget dengan efek cahaya yang bikin suasana jd klasik romantic. Tepat jam 22:30 Misa dimulai dan diawali dengan upacara pemberkatan lilin paskah. Semua lampu gereja dimatiin, jadi gelap gulita gitu deh. Misa dipimpin sama tiga Pastur, Romo Suherman, Romo Budi Nugroho dan Romo Agi Susanto.

Masuk Liturgi Sabda yang panjang2, mata gue mulai ngantuk. Bukan itu aja, kipas angin di atas bentar2 mati. Kayak pake timer aja mati terus idup lagi. Hehehee, tapi umat cuek aja ga protes kepanasan. Cuma empat tante di depan kita aja yang panik kegerahan. Sebagian malah cuek foto2, sampe ada yg nekat pake kamera bertele. Sambil mengamati tingkah orang disekitar, Gue sih tetep nyimak & ikutin misa meski godaan ngantuk di tengah malem gitu. Hooohaammm...


Misa malam Paskah ini merupakan bagian dari perayaan pekan suci dalam tradisi gereja Katolik. Umat Kristiani meyakininya sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus. Romo Budi yang memimpin Misa ini dalam kotbahnya meminta umat Katolik lebih melihat dan memperhatikan serta merefleksikan kehidupan untuk sesuatu yang sangat berarti.


Nah, sampe di Pembaharuan Janji Babtis. Lilin dinyalain lagi, kali ini bentuknya udah gak karu2an. Sisa upacara cahaya lilin paskah di awal misa tadi. Sebagian meringis2, lelehan lilin yg anget suam2 kuku mulai mampir di kulit tangan. Kertas penadah ga mampu menahan lelehan lilin. Btw, kalo dipikir2 suasana panas, gak ada AC, penerangan pake obor/lilin waktu di gereja purba jaman dulu lebih kayak apa menderitanya. Yah? Lebih2 Yesus disiksa di kayu salib??


Kalo sekarang si enak aja, pulang Misa kehausan tinggal minum di teh botol di pinggir jalan. Segeer...ada juga yg ngadem di starbuck. Busyett...

Thanx to Romo Suherman dan Romo Budi yang udah gak malu foto bareng saya. hehe...Ok deh, met Paskah semua...

"This is Easter! Not about the eggs or shakehands, it's about Him. The Man who paid for all our life, even since we don't understand about life and know Him".


Written & photos by Edhoy
© 2010 Cyberedhoy Inc.

No comments:

Post a Comment