12 April 2010

Membangun Keluarga (bagian-1)

Cyberedhoy, J-Town
10-11.04.10

Sabtu-Minggu ini (10/4-11/4), EW & LRG ikutan Kursus Persiapan Pernikahan (KPP) di Gereja Katedral Jakpus. Intinya, kursus singkat 3x pertemuan ini untuk mempersiapkan calon pasutri membangun keluarga. Jadi gak cuma asal milih temen hidup, terus cocok dan memutuskan nikah. Kalo gitu sih simple aja, baru kenal sekarang besok nikah juga bisa. Lebih jauh tentang KPP bisa dilihat dari penjelasan berikut :

Tujuan Kursus Persiapan Perkawinan :
* KPP memberi kepada muda-mudi bekal dalam hidup keluarga katolik.
* KPP menambah wawasan dan pengetahuan muda-mudi mengenai perkawinan dan hidup berkeluarga dari sudut pandang teologi, psikologi, moral, seksualitas, kesehatan, ekonomi, gender, dll.
* KPP memberi pegangan bagi muda-mudi untuk mengambil tindakan dan mengatur hidupnya sendiri menurut azas moral kristiani.

Apa Kegunaan Kursus Persiapan Perkawinan di Masyarakat?
* Dalam kehidupan sehari-hari, untuk banyak urusan menyangkut hidup, masyarakat memerlukan kursus. Hidup berkeluarga adalah persoalan penting dan mendasar dan karena itu masyarakat memerlukan bantuan berupa kursus persiapan itu.
* Kursus Persiapan Perkawinan memberikan harapan tercapainya keluarga yang baik, bagi Gereja dan masyarakat.

Alasan Sosial: Kursus Persiapan Perkawinan itu perlu karena kenyataan menunjukkan bahwa:
* Beberapa keluarga mengalami kesulitan yang disebabkan kurangnya persiapan dalam perkawinan.
* Banyak calon pengantin tergesa-gesa menikah tanpa bimbingan yang memadai.
* Perkawinan bukan hanya urusan perorangan melainkan urusan masyarakat (sosial) dan Gereja

Alasan Pastoral: Kursus Persiapan Perkawinan itu perlu karena:
* Keluarga yang baik perlu dipersiapkan lama, sebab keluarga yang baik menjadi faktor utama keselamatan/kesejahteraan pribadi, masyarakat dan Gereja.
* Pengertian mengenai martabat perkawinan dan hidup berkeluarga harus jelas bagi muda-mudi, terlebih di era globalisasi yang diwarnai oleh media masa (TV, radio, majalah, internet, dsb) yang kuat pengaruhnya

Kursus Persiapan Perkawinan itu PENTING, karena:
* Keluarga perlu dipersiapkan
* Pengertian mengenai martabat perkawinan (keluarga) harus jelas bagi muda-mudi, mengingat makin maraknya pengaruh-pengaruh negatif di masyarakat yang mengaburkan pandangan mengenai martabat perkawinan

Nah, diawal pembuka KPP, Romo Broto menjelaskan tentang Sakramen yang artinya suatu “bahasa isyarat/tanda" dari Tuhan. Bahasa isyarat seringkali berbicara lebih kuat dari bahasa lain manapun dan sifatnya universal. Dalam suatu sakramen, Tuhan mempergunakan hal-hal biasa seperti air, roti, minyak dan tindakan-tindakan untuk berbicara langsung kepada jiwa. Bahasa isyarat Tuhan mempunyai kuasa untuk mengubah orang-orang yang dijamahnya. Sakramen Perkawinan merupakan suatu “kontrak”. Merupakan suatu komitmen yang secara sah mengikat kedua orang. Kontrak ini tampak dalam janji perkawinan yang sah mengikatkan pasangan kalian dengan diri kalian sendiri “untuk saling setia dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit; untuk saling mencintai dan saling menghormati seumur hidup.”




Written by Edhoy
Source http://www.imankatolik.or.id/kurus-persiapan-perkawinan.html
            http://www.indocell.net/yesaya/pustaka4/id61.htm

No comments:

Post a Comment