12 April 2010

Membangun Keluarga (bagian-3)

Cyberedhoy, J-town
11.04.10

Hari kedua KPP, pagi itu Gue gak telat. Padahal tidur baru enam jam setelah hari sebelumnya pulang tengah malem karena padetnya jadwal hari Sabtu. hehe...so, pagi ini Gue sempet mampir jemput LRG dulu di rumahnya. Sebelum jam delapan kita sampe Katedral, tapi lagi2 gak boleh parkir di dalem. Penuh karena masih ada Misa, mau mundur ke kantor pos juga males, ya udah deh, parkir lagi di Masjid Istiqal.

Jam delapan pas, akhirnya bisa masuk kelas gak pake terlambat. Lucunya lagi nih, pilih tempat duduk yang sama dengan hari kemarin dan ternyata, hampir semua peserta gak berubah tempat duduknya. Wah, padahal gak ada ketentuan duduk gak boleh pindah lho, yg gak boleh pindah tuh pasangannya. Karena wajib sebelah2an. hahaha...


#1 Komunikasi Pasutri

Sesi pertama hari kedua diisi sama pasangan kocak, pak Agus Wicoro sama Isterinya bu Amelia. Kombinasi Jawa-China, yang satu 'ndeso, satunya kota. hahaha...diawal sesi kita diminta nebak berapa usia pernikahan mereka? sambil diputerin video tentang perjalanan keluarga mereka dengan memperkenalkan masing2 anaknya. Di chapter video pertama ada anak kecil larian2, peserta KPP nebak paling usia perkawinan baru 15an tahun. Salah, di chapter selanjutnya ampe chapter keempat. Ternyata anak yg paling besar udah lulus kuliah, lagi2 peserta nebah paling 25 tahun...ternyata yang bener 23 tahun. haha...dapet deh souvenir buat peserta yang nebaknya paling deket.

Anyway, kalo pak Agus dengan gayanya yang kocak membahas wanita adalah waktu dan uang. Ilustrasinya begini :
   Wanita = waktu * uang
   Waktu adalah uang (time is money)
   jadi, wanita = uang * uang (alias uang kuadrat)
   simplenya, uang = akar masalah
   dimasukkan ke persamaan matematika jadi :
   Wanita = Masalah....hahahaha....

Intinya sih kalo isteri gak bisa atur keekomian keluarga sementara suaminya banting tulang, masalah bakalan banyak, biasanya wanita itu identik sama shopping. so mesti bisa buat skala prioritas kalo emang dipercaya pegang keuangan keluarga. pak Agus mencontohkan dirinya yang kasih semua penghasilannya ke istrinya, nah kalo ada pengeluaran yang sifatnya pribadi untuk keluarga sendiri, mereka sepakat yang kasih bukan dari pihak yang sama. Misal. kalo adiknya pak Agus butuh bantuan, yang kasih bantuannya ya isterinya, demikian juga sebaliknya. Seru yah...inspirising yah ;)

Nah, pas giliran bu Amel yang dapet giliran omong, beliau ambil ilustrasi 'why men don't listen & women don't read'...lucu nih, coba baca deh, menurut dia cowok berkualitas itu seperti ini :
- Kreatif
- Ambisius
- Modern
- Proaktif
- Rasional
- Elegan
- Tangguh

Buat cowok2 sih makin ge er aja, apalagi pak Agus suaminya tuh. Tapi pas disuruh baca huruf awalnya aja dari atas ke bawah, baru deh ketawan apa maksudnya. KAMPRET! Yah, menurut banyak wanita, laki2 tuh kampret. hahahaha....sompret, somprett ^_^

Namun intinya sih, pasutri itu harus inget pentingnya cinta kasih. Seperti dalam 1 Korintus 13:4-17 berikut ini :

(4) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (5) Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (6) Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (7) Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (8) Kasih tidak berkesudahan;


KASIH ITU SABAR.
Dalam Kasih ada tenggang rasa dan kemampuan untuk tahan uji terhadap situasi yang kurang menguntungkan dan terhadap sikap orang-orang yang kurang mengenakkan. Kasih itu panjang sabar.

KASIH ITU MURAH HATI.
Secara alami kasih itu bersifat ramah, murah hati, hangat, dan baik. Kasih yang murah hati dan rela menolong, simpatik dan memahami orang lain. Kasih itu penuh perhatian, lemah lembut, tenggang rasa, adil, dan bijaksana, dan hanya ingin mengusahakan kebaikan bagi orang lain. Kasih itu pemurah, menerima sesama, dan kebaikannya terpancar dalam perbuatan.

KASIH ITU TIDAK CEMBURU.
Kasih tidak iri terhadap keuntungan orang lain, dan tidak menginginkan kepunyaan sesama. Kasih Allah tidak cemburu dan tidak menolak orang lain karena apa yang dimilikinya.

KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI.
Kasih sifatnya tidak suka bermegah dan gila hormat.tidak angkuh dan tidak congkak.

KASIH TIDAK SOMBONG.
Kasih bersifat tidak tinggi hati dan penuh dengan kesombongan.

KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN.
Kasih tidak bertindak, bereaksi, berfungsi, atau melakukan perbuatan yang tidak patut, tidak terpuji, atau yang bertentangan dengan apa yang benar.

KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI.
Kasih tidak suka menuntut bagi dirinya sendiri.

KASIH TIDAK PEMARAH.
Kasih sifatnya tidak mudah terpengaruh atau terpancing untuk menjadi marah dan mendendam.

KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN.
Kasih itu setia, tidak menghakimi atau merancangkan hal-hal yang menyebabkan atau mendatangkan malapetaka, penderitaan, kesukaran, atau yang sejenisnya. Kasih Allah tidak merancangkan kejahatan.

KASIH TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN.
Kasih akan bersukacita ketika apa yang benar, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dinyatakan.

KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU.
Kasih sanggup untuk bertahan dalam tekanan dan kesukaran. Karena Allah adalah kasih, Ia mendukung dan menopang Pribadi-Nya ketika segala sesuatu diletakkan atas diri-Nya. Kasih akan melindungi, menaungi, dan menjaga dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan sesamanya. Kasih mampu menahan diri, tenggang rasa, dan sabar dalam segala keadaan.

KASIH PERCAYA SEGALA SESUATU.
Kasih akan mempercayai sesama, melihat kebaikan dari semua orang (tanpa mengecam atau mencari-cari kesalahan).

KASIH MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU.
Kasih mempunyai harapan, walaupun keadaan tidak memungkinkan sekalipun, dengan kepercayaan dan pengharapan akan penggenapan dari apa yang telah dijanjikan.

KASIH SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU.
Kasih dapat menyebabkan seseorang terus bertahan, sekalipun dalam kesukaran.

KASIH TIDAK BERKESUDAHAN.
Kasih yang sempurna tidak pernah gagal karena waktu atau tidak berdaya. Kasih tidak pernah mengecewakan atau tidak bisa dipercaya. Seperti kasih dari Allah adalah kekal dan tidak berkesudahan.

#2 Seksualitas

Sesi kedua hari kedua, diisi sama dokter Raymond, yang ternyata dari Paroki Paskalis tempat LRG. Sesi ini lebih banyak membahas tentang pendidikan seks, penyakit dan kesehatan bagi pasutri. Berhubung yang jelasin dokter, jadi serius banget tuh suasananya. Gue rasa sih yang sekolahnya IPS waktu esema gak paham2 banget, tapi pas dikasih ilustrasi gambar organ2 tubuh bagian dalam sekitar 'itu' yah jadi paham lah dikit. Meskipun banyak bahasa kedokterannya. haha...

Sesi ini selesai gak selesai tepat jam 12 siang, langsung dipotong lunch break, dan lanjut lagi jam 12:30. Kali ini makan siang diminta on time. Soalnya sore pas penutupan ada Misa bareng romo Broto.

#3 Beluarga Berencana Alami

Sesi terakhir dari KPP kali ini diisi sama ibu2 yang lucu, sayang Gue lupa namanya. Dia kasih bahan yang berbobot tapi bermanfaat banget. Berdasarkan Alkitabiah, Katolik melarang penggunaan alat kontrasepsi untuk membatasi kehamilan. Karena bertentangan dengan sabda Tuhan di Kej 1:28, "Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi".

Untuk itu, Gereja lebih mendukung metode keluarga berencana alamiah atau natural family planning yaitu metode pengendalian kelahiran yang tidak membutuhkan alat, bahan kimia maupun obat-obatan (metode hormonal). Bagi wanita maupun pasangan yang ingin menghindari efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi sederhana dengan alat maupun kontrasepsi modern, maka lebih memilih cara KB alami.


Macam metode keluarga berencana alamiah antara lain:
- Metode kalender atau pantang berkala (Calendar method or periodic abstinence).
- Metode suhu tubuh basal (Basal body temperature method).
- Metode mukosa serviks (Cervical mucous method or ovulasi billings).
- Metode simptothermal (Method simptothermal yaitu perpaduan suhu tubuh basal dan ovulasi billings).


Contoh bagan KB Alami kayak gini nih...Misal sistem kalender kita hanya memperhatikan siklus haid pasangan kita, jadi yang menjadi patokan waktu dia haid atau menstruasi.  Untuk menghindari kehamilan kita bisa berhubungan seks 4-5 hari sebelum dan sesudah masa haid pasangan kita.
Rumus Menghitung Masa Subur Wanita / Perempuan Sistem Kelender :
   Masa Subur      =  Hari Terakhir Haid Menstruasi + 13
   Masa Prasubur  =  Masa Subur -3 dan Masa Subur + 3
Contoh : Jika hari terakhir mens adalah tangal 10 maka tanggal masa subur adalah tanggal 23, masa prasubur awal tanggal 20 dan masa prasubur akhir tanggal 26.

Agar lebih tepat sebaiknya melakukan pencatatan 6 siklus haid terakhir untuk menentukan masa prasubur. Kurangi dan tambahkan 3 hari pada siklus terpendek dan terpanjang dari catatan yang telah dibuat. Sistem kalender dalam menentukan masa subur hanya dapat digunakan pada wanita yang teratur mens 28 sampai 35 hari. Rokok dan gizi buruk juga mempengaruhi rutinitas keluarnya sel telur. Dibawah ini merupakan diagram sistem kalender yang umum digunakan :

Tambahan :
- Ada sistem perhitungan kalender lain yang menggunakan waktu masa subur 14 hari dengan jeda masing-masing 2 hari di awal dan di akhir.
- Gunakan alat tes masa subur yang dijual bebas dengan media air seni perempuan untuk mengetahui kapan subur dan kapan tidak subur dengan tingkat ketepatan 90% sampai 95%.
- Cara lain adalah dengan cek lendir leher rahim dengan jari. Cek kekentalan cairan lendir tersebut dengan meletakkan lendir antara jari telunjuk dan ibu jari. Rekatkan keduanya lalu buat jarak 2 sampai 3 cm. Jika lendir putus maka tidak subur dan jika tidak putus maka sedang dalam masa subur. Cara ini mungkin hanya tepat 60% s/d 70% saja.
- Disarankan banyak membaca sumber lain sebagai pelengkap.

Berikut contoh yang siklus PMS-nya 28 hari :


#4 Misa Penutup KPP

Yaah, gak terasa...bagian akhir kursus KPP yang seru ditutup dengan Misa jam tiga sore yang dipimpin Romo Broto. Beliau sih berpesan "Kalian hendaknya senantiasa ingat bahwa perkawinan bukan sekedar suatu upacara - melainkan permulaan dari suatu upaya membangun hubungan kasih sepanjang hidup. Suatu pasangan tidak menikah hanya pada satu hari. Mereka terus bertumbuh bersama sepanjang hidup".


Written & Photo by Edhoy & Internet
Reference http://pekok.webnode.com/
© Copyright 2010 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.
 

No comments:

Post a Comment