29 January 2011

Misteri Kawah Putih

Cyberedhoy, Ciwidey
29.01.11

Sabtu pagi itu Gue dan Lydia on the way to Ciwidey, suatu kawasan pegunungan yang ada danau berwarna hijau atau yang dikenal dengan 'Kawah Putih". Lho, warnanya ijo kok disebut Kawah Putih sih? ahh, pokoke baca aja dulu. Protes aja! Di akhir tulisan juga bakalan tau kenapa namanya jadi Kawah Putih. So, kita berangkat dari rumah jam 5 pagi. Isi pertamax full tank sekalian mau test drive mobil baru Grand Livina Automatic 1.8. 

Tiga jam kurang akhirnya kita sampai di kawasan Kawah Putih, sekitar 200 KM perjalanan dari  Cipayung dan menghabiskan sekitar separuh tanki pertamax. Kurang lebih 20 liter, jadi lumayan boros kalo menurut gue sih, 1:10 alias 1 liter habis untuk 10 KM. Maklum jalan naik terus, pake gigi satu pula, automatic lagi. Menuju lokasi danau Kawah Putih, dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5,7 KM tapi mesti bayar 150 ribu per kendaraan pribadi roda empat. Busyeet...sependek ingetan gue tiga tahun lalu cuma 3 ribu perak jack!!  Enewei, kalo mau rada irit yah naik aja angkot cuma 26 ribu. Tapi kalo sendirian ke sana, wakakak...

Ketinggiannya sekitar 2300 meter dari permukaan laut, terbentuk saat terjadi letusan gunung Patuha sekitar tahun 1000-1200. Sekarang kawah ini sudah relatif stabil, dengan tidak adanya aktivitas aliran magma yang membahayakan sejak tahun 1600. Kawasan Hutan Bandung Selatan ini terletak di lereng gunung Patuha, kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dan berada di antara jalur Ciwidey - Situ Patengan. Sepanjang jalan pemandangan hutan tanaman Eucalyptus dan hutan alam tropis.


Konon menurut keterangan mbah Google, misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun. Saat itu, Junghun mengadakan perjalanan ke Gunung Patuha, dia sempat penasaran tentang suasana alam yang dirasakannya sangat hening dan sunyi itu. Penduduk setempat taunya itu kawasan angker sebagai kerajaan jin dan tempat bersemayamnya roh para leluhur. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal dan lain sebagainya.


Namun, Junghuhn tidak mempercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan terbang di atas permukaan kawah.

Disini terkenal juga sama kecapi yang dimainkan bapak tua yang misterius. Kawah Putih memang menakjubkan dari aspek tampilan dan kelestarian lingkungannya. Cekungan seluas 25 hektar itu berair keputih-putihan. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu, kuning terang dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah.

Saat sore hari, air danau kawah tiba-tiba pasang surut. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih. Karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih. 


Gak terasa nih hampir tiga jam kita di sini, udah cukup batuk-batuk dan siap2 jalan lagi menuju kota kembang dan penginapan di Bandung Utara bersama rombongan Tum Band dari kantor Lydia. Jauh yah...xixixi....bye bye paradise island, we'll be back again someday with different story ;)



Written by Edhoy; Photos by Edhoy, Lydia, Andy & Sandha
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment