12 February 2011

Sepuluh Jam di Hari Sabtu

Cyberedhoy, J-Town
12.02.11

Sabtu malam minggu ini gue & bini habiskan waktu 10 jam keliling Jakarta untuk kejar target habisin dana non budgeter. Diawali dengan hunting tiket kereta buat ke Purwokerto minggu depan. Dari rumah udah tengah hari bolong, mampir makan dulu icipin Soto Kwali yang di Bambu Apus. Maklum biar bini gak penasaran, soalnya kalo ke sana udah tutup mulu, gak kebagian. hehe...

Jam 2:30 kita sampe di stasiun Senen, langsung ke loket pemesanan tiket. Sempet bingung juga karena ternyata harga tiket ke Purwokert mahal, karena disamain sama kereta jurusan Yogya. Jadi rata-rata harganya 180rb bisnis non AC, tapi ternyata ada juga yang pake AC harganya 80rb. Ya udah, kita beli yang itu aja, berangkat Jum'at pagi jam sembilan dari Senen.

Dari kawasan Senen kita pindah ke kawasan segitiga emas Jakarta, dimulai dengan Misa khusus expat di Gereja Theresia, Sarinah. Menurut jadwal sih jam empat sore. Lha pas kita sampe sana masih setengah empat, ternyata parkiran udah panjang banget. Begitu masuk ternyata Romo-nya lagi homini. Terlanjur basah deh, ya udah duduk aja di balkon atas.



Lepas dari kawasan Sarinah, kita berencana nonton 22 Bullets di FX Senayan, itu pun setelah berdebat kecil nentuin bioskop mana yang bakalan kita pelototin. Ternyata pilihannya FX. Karena kita blom cobain nonton di sana. Tiketnya masih murah pula, XXI harga tiketnya 25rb untuk weekend di kawasan elit Sudirman, Senayan.



Laper? jelas...lanjut kita menuju kawasan Tebet, pilihan mendadak ke Abuba Steak yang baru buka di kawasan wisata kuliner Tebet. Bini gue blom pernah coba Abuba, yah alternatif lah selain Holy Cow Steak kebanggaan dia. haha...Gue sih tau lama Abuba dari jaman kuliah sebagai steak kaki lima di Jakarta. Abuba telah membuat steak tidak dianggap sebagai makanan yang mahal karena dengan harga yang terjangkau steak dapat pula dinikmati masyarakat luas. Makanya berawal dari warung tenda, sekarang mereka punya resto yang gede banget di kawasan Cipete Utara sebagai mabes-nya, dan berbagai cabang di daerah lain.

Menu pilihan gue malam itu Sirloin Steak versi Wagyu dengan tingkat kelunakan 2-3. Menurut sejarahnya, Wagyu ini berasal dari Sapi pilihan dengan perlakukan istimewa. Makanya dagingnya beda banget. Semakin tinggi tingkat kelunakan, maka semakin lunak dan mahal. haha...gue pilih yang paling disesuaikan kebutuhan. Sementara Lydia pilih Rib Steak Wagyu juga dengan tingkat kelunakan 8-9. hmmmm....


Gue heran juga pengunjung steak ini gak pernah sampai sepi. Mungkin karena tempat makan yang terjangkau, daging yang digunakan untuk steak adalah daging lokal dan daging impor, juga steak yang disajikan punya ukuran yang lumayan besar, jadi dapat mengenyangkan perut pengunjungnya. Steak disajikan bersama dengan kentang dan sayur seperti jagung, wortel, dll. Harga steak lokal berkisar Rp 30.000,- sampai Rp 135.000,-. Untuk urusan harga, memang steak Abuba masih lebih murah dibandingkan steak di restoran. Harga minumannya juga masih cukup standar, jadi tidak akan menguras kantong kita.


Written & Photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment