19 February 2011

Batu [R]aden (Journey to Purwokerto-2)

Cyberedhoy, Purwokerto
19.02.11

Hari kedua di Poerto Rico, kita bangun pagi. Jalan-jalan ke Alun-alun kota, terus cari oleh2 di sekitar Moro yang konon adalah mall terbesar di Purwokerto. Yah luasnya sih ga lebih dari 1/4 luas parkiran luar Plaza Senayan lah.hehe...

Glek, ternyata kita kepagian hunting oleh2nya. Jadilah terdampar di perempatan Moro, malu bertanya gengsi di jalan. Daripada gak jelas mending sok tanya2 supir taxi yang mangkal. Mosok ke Batu Raden minta 50rb, beeh...mending 2x naik angkot deh. Paling cuma 10rb berdua.


Kita nerusin jalan ke perempatan jl. Suprapto, terus lanjut naik angkot H1 arah Universitas Jenderal Sudirman alias Unsoed. Turun di pertigaan Jl. Bunyamin, setelah kampus Unsoed Jurusan FISIP, terus nyambung lagi naik angkot hijau ke Batu Raden. Hmm, rindang jalannya. Adem...
  
HTM Batu Raden 5rb perak per orang, view bagus banget di lereng Gunung Slamet, dibalut gerojokkan Air Terjun nan ciamik. Kita sempetin kuliner pagi dulu nih, cobain tempe mendoan, tupat pecel, lengkap dengan kerupuk & bumbu khasnya. Mak nyuss...Kupat Pecel 5rb, tempe mendoan seribuan, teh manis anget 2.5rb, kerupuk kuning 1.5rb. Makan kenyang berdua habis cuma 16rb aja. Lumayan...perjalanan kita lanjutkan dengan foto2 narsis alay kitorang.haha!

Baturraden nih adanya di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Sejarah Batur Raden

Baturraden merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sejak tahun 1928, Baturraden dikenal sebagai obyek wisata pegunungan. Pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan alam dan udara pegunungan yang sejuk dengan suhu antara 18°C-25°C. Dalam kondisi cuaca yang bagus dan cerah, pemandangan Kota Purwokerto, Nusakambangan, dan pantai Cilacap dapat terlihat dengan jelas dari puncak Baturraden.

Nama Baturraden berasal dari dua kata (bahasa Jawa), yaitu Batur (bukit, tanah, teman, pembantu) dan Raden (bangsawan). Bila digabung, kata “Baturraden” dapat bermakna: tanah yang datar atau tanah yang indah.
Yup, sebentar aja kita di Batu Raden, cuma 1.5 jam. Abis itu balik lagi ke pusat kota Purwokerto, hunting oleh-oleh dan hajar wisata kuliner. Naik lagi angkot hijau, nempuh jarak 14km turun ke kota di perempatan Moro. Prikitiauww...



Written & Photo by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

No comments:

Post a Comment