11 July 2011

T-BOSIET, Day-3 : Sea Survival, TEMPSC/Life Boat & First Aid

Cyberedhoy, Cilegon
11.07.11

Training hari ketiga ini mungkin yang paling capek, apalagi pas praktek Sea Survival. Gue agak minder juga karena gak bisa berenang, untung pake life jacket semua, jadi yang tadinya ragu-ragu loncat ke kolam renang, jadi seneng karena bisa 'ngambang. haha...Tips-nya "Jangan Berenang" di laut. Karena akan meningkatkan kehilangan panas badan dan mengurangi waktu survival kita.

Pelajaran pertama pakai lifejacket, terus tips saat terapung di laut dan juga formasi2 beregu yang paling aman di air, menolong teman yang (pura2) terluka atau sakit sambil (pura2) menunggu pertolongan datang. Posisi pertama yang kita lakuin adalah Huddle Position (berkumpul) membentuk lingkaran, terus posisi HELP (Heat Escape Lessening Procedure) posisi ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan panas tubuh dari ketiak, dada dan selangkangan. Posisi HELP adalah seperti pada saat seseorang dalam posisi tidur/berbaring karena kedinginan/hypothermia.

Hypothermia adalah salah satu ancaman yang bisa saja menyerang korban di permukaan laut apabila temperatur tubuhnya berada di bawah 35 derajat celcius. Air bisa menyebabkan hilangnya panas tubuh 20-26 kali lebih cepat ketimbang angin. Gejala-gejala hypothermia itu sendiri adalah menggigil (kedinginan), mati rasa, mengigau (mengeluarkan kata-kata yang tidak beraturan), amnesia, halusinasi, pembengkakan pada kaki dan tangan, dan cyanosis (bibir, ujung jari-jari kaki dan tangan menjadi biru). Lakukan monitor pada bagian-bagian vital, jangan memijat atau menggosok tubuh korban karena pada saat kondisi tersebut lapisan kulit korban menjadi fragile atau brittle (getas).

Setelah itu kita dilatih membalik liferaft (perahu penyelamat), kemudian latihan naik dan turun dari liferaft . Ternyata kalo perut buncit susah juga memanjat ke dalam liferaft. Di dalam liferaft ceritanya sambil nunggu bantuan kita diskusi apa aja yang harus dilakuin selama nunggu bantuan, nentuin pemimpin, membagi stok makanan & minuman yang sudah ada dalam liferaft itu, mengenal alat-alat rescue dan signal, termasuk bagaimana bertahan hidup untuk tiga hari. Habis itu satu persatu ceritanya kita diangkat ke helicopter.

Inget aja rule of three : Manusia bisa mati tanpa O2 selama tiga menit, tiga hari tanpa minum, dan 3 minggu tanpa makan. Makanya dianjurkan untuk 24jam pertama puasa, persediaan air 1.5 liter untuk satu orang bisa untuk bertahan tiga hari. Kalo terpaksa lebih dari itu, darurat aja

Latihan yang paling berat adalah latihan menaiki tangga tali dari dalam air. Tangga ini mirip net gawang, simpul dan tali yang dibuat menyerupai tangga. Ternyata mengangkat badan sendiri itu beraattt banget. Nyaris gue K.O., naik ketinggian 4 m.  Habis itu masih harus lompat dari ketinggian 4 m itu ke kolam lagi. Ternyata “panik” atau “takut” itu ternyata enggak tergantung pada jenis kelamin,  juga gak tergantung umur. Bedanya cuman di tenaga aja. Mungkin karena kurang olahraga dan kurang fit. Beruntung juga lulus dari ujian ini.


Materi terakhir kita adalah First Aid, belajar dan praktek di kelas lagi. Kali ini bagaimana setiap orang di offshore harus tau bagaimana memberikan bantuan pertama saat melihat orang terkapar/tak berdaya. Prinsip menolong korban bisa pake cara DR ABC, yaitu :
D=Danger, cek sekitar, pastikan aman untuk korban & kita saat menolong.
R=Response, cek korban sadar/tidak dengan shout & shake (alert, voice, pain, unresponsive)
A=Airway, buka jalan napas (cek dalam mulut, keluarkan/bersihkan bila ada sesuatu)
B=Breathing, cek ada tidaknya napas dengan menempelkan pipi kita ke hidung korban
C=Circulation, berikan CPR kalau tidak ada tanda pernapasan.  Fungsinya untuk menormalkan fungsi jantung dan paru-paru.

Kalo udah bisa lakukan CPR (Cardio Pulmonary Resusciation) atau resusitasi jantung & paru-paru (RJP). Manusia kalo gak napas lebih dari 4 menit bisa mati tuh, karena gak ada oksigen masuk ke otak.



Nah, setelah coffee break sore. Kelas gue diajak evakuasi gimana masuk dan travelling pake lifeboat yang punya nama keren Totaly Enclose Motor Propeler Survival Craft (TEMPSC). Pertama kali tentunya setelah mendengar alarm, kita langsung ke muster point, terus pake PPE standard macam safety helmet dan life jacket. Habis itu menuju lifeboat sesuai T-Card, begitu ada instruksi dari control room baru kita naik ke dalam lifeboat.



Written by Edhoy, Photos by Edhoy.
Reference : http://www.migas-indonesia.com/files/article/Basic_Sea_Survival.pdf
                   http://www.samson-tiara.co.id/samson/course.aspx?q=1005
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment