14 August 2011

'Ngantuk vs T-Card

Cyberedhoy, GBS Field
14.08.11

Masuk minggu kedua di offshore, kita disibukkan sama T-Card Management System. T-card itu semacam kartu yang dimiliki oleh setiap orang yang berada di AWB dan platform, gunanya sebagai alat  untuk mengatur, mengontrol dan memonitor keberadaan orang tersebut selama kegiatan hook up and commisioning di area Bongkot Offshore khususnya scope kerjaan PTG di AWB Jaya Installer 10 dan QPS Topside.

Setiap T-Card punya dua sisi berwarna merah dan hijau. Kalau T-Card kita di dalam rack berwarna hijau, itu artinya kita ada di lokasi tersebut. Seandainya merah, maka tidak ada di situ. Misal si Veri mau ke QPS dari Jaya Installer, dia balik posisi T-Card ke warna merah yang di AWB, terus sampai di QPS dia letakkan T-Card QPS dengan sisi hijau. Itu artinya si Veri lagi enggak ada di AWB Jaya, dia ada di QPS Topside.



Ceritanya nih ide T-Card system berubah-ubah, karena personnel on board (POB) setiap hari di Jaya-10 bisa bertambah/berkurang, registrasi orang baru datang juga sering terlambat masuknya ke SSHE Department kita, maklum semua dikerjain manual. Jadi ya terpaksa deh mulai dari pembuatan T-Card, nentuin isi Life Craft di AWB juga mesti nunggu data masuk dari Camb Boss. Soalnya masing-masing kamar di AWB sudah ditentuin saat emergenci dan abonden ship menggunakan Life Raft yang mana. Untuk di AWB total POB rata-rata 300an orang. Setiap Life Raft punya maksimum kapasitas 25 orang. Sementara di Jaya Installer 10 punya 20 Life Raft, jadi lebih dari cukup.

Nah, masalah ada di QPS nih...di sana cuma ada 12 Life Raft yang bisa digunakan saat emergency apabila harus evakuasi. Dengan kapasitas maksimal 25 orang setiap Life Raft, jadi maksimum POB di QPS Topside adalah 300 orang. Namun dari pihak klien minta jumlah maksimum 20 orang saja, jadi POB maksimal di QPS berjumlah gak lebih dari 250 orang. Termasuk PTG selaku kontraktor, Vendor, Subcon, CPY Project Personnels dan CPY Operations Personnel.


Bisa dibayangin kalau sekali peristiwa ada orderan dalam semalam harus jadi 600 T-Card yang mau dipakai besok paginya? Lagi-lagi kita deh yang bergadang, biasanya sih si Veri dan Marzuki, tapi Gue dan Boss nemenin begadang enggak tidur sampe pagi. Sampai kita dibuatin special Apple Pie buat nemenin begadang. hehe...

 
Tim Safety Art emang enggak ada, jadilah gue merangkap jadi Graphic Designer kalau ada permintaan safety signs, posters, pamflet untuk SSHE Offshore Campaign. Jadi namanya tinta printer, kertas, plastic laminating, pepercut, laminating machine sampai stationery aja komplit ada di kantor Safety yang di minggu kedua dan seterusnya udah kayak ruko terima digital printing. Mana pesenan maunya diprioritaskan, sementara tenaga terbatas dan waktu sepertinya berjalan cepat. Pagi menjelang siang saat itu biasanya gantian istirahat. Itu juga kalau enggak ada tugas negara lagi. haha...

Written by Edhoy, Photos by Edhoy. 
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment