11 September 2011

Chatuchak Weekend Market

Cyberedhoy, Bangkok
11.09.11

Minggu siang (11/9) waktu Bangkok, kita ubek-ubek Chatuchak, pasar yang katanya terbesar dan terlengkap di dunia ini serta adanya hanya pas weekend (Sabtu-Minggu) saja. Mulai dari kuliner, belanja dan cuci mata semua ada di sini dengan berbagai budaya dari berbagai negara.Tempat pertama yang kita serang tentu aja wisata kuliner. Maklum, udah hampir jam dua siang dan kita blom makan dari pagi sejak perjalanan melintasi dua propinsi Songhkla dan Hat Yai itu.

Begitu masuk dari Gate-2 (arah dari jalan Kamphaeng Phet-3) dekat fly over interchange, pasti bakalan lihat warung makan Mie khas Thailand, namanya Wait For. Entah kenapa namanya begitu, mungkin maksudnya sabar menunggu kali yah? Maklum deh emang banyak banget yang pingin makan di situ. Gue sih icipin Noodle Chicken Soup seharga 40 bath. Ditambah air mineral totalnya jadi 60 bath. Lumayan lah buat ganjel perut. hihihi...Soal rasa, di Jakarta banyak yang lebih enak kok ;)


Buat yang belum pernah ke Chatuchak, peta berikut bisa jadi acuan kemana dan mau hunting apa biar fokus. Karena kadang kalo udah lupa isi kantong belanjaan jadi enggak terkontrol. Jadi mending planning dulu mau cari apaan.



Nah, perjalanan kita dimulai dari hunting souvenir. Harga sih bervariasi, mesti pinter-pinter nawar. Rata-rata yang jual pun bisa bahasa Inggris, macam pasar di Bali atau Yogya. Tapi jujur di sini barangnya lebih bervariasi dan harganya relatif miring. Makanya banyak turis belanja enggak inget kapasitas bagasi Tuk Tuk. Lho kok? Lha iyalah, gue sempet lihat turis belanja bawa dus gede-gede sewa Tuk Tuk. hahaha...
Hampir lima jam kita keliling Chatuchak ini, beli saouvenir yang ternyata emang lebih murah dibanding waktu di Songkhla atau Hat Yai. Untuk kaos disini juga macem-macem merek dan coraknya. Sementara di Songhkla dikuasai satu merek aja. Gue juga beli barang yang sebenernya juga ada di Indonesia, cuma ini dibuat ada lebel Thailand-nya.

Lukisan di kanvas hitam dengan warna mencolok harganya bervariasi, yang kecil ukuran 50cm x 30cm bisa dapat harga 100 bath, untuk yang gedean ukuran 80cm x 50cm harganya 150 bath. Gue ambil satu-satu gambar pemandangan desa dan keluarga gajah lagi mandi di pancuran. hehe....Ada juga lampu kayu/bambu dari yang kecil setinggi 20cm sampai 1 meter. Gue cukup beli yang kecil aja 200 bath, nawar dari bukaan harga 300 bath. Itupun setelah bolak balik bbm-an dulu sama bini kirim gambarnya.

Lanjut, Dokter Sas sibuk beli miniatur Buddha gendut yang lagi ketawa-ketawa. Koleksi dia rupanya dari yang kecil sampe yang gede. Sementara gue beli magnet hiasan buat di kulkas. Lumayan harganya 100 bath untuk 3 pcs. Padahal waktu di Songklha harganya 45 bath, enggak boleh ditawar lagi. huhuhu...Udah segitu doang belanjaan gue di situ. Sama terakhir beli taplak buat di meja consule. Ukuran 1 meter bercorak gajah baris seharga 600 bath. Busyet, mahal amat?? Yoi nih, ketepu gue...yang jual bilang dia nenun sendiri, limited edition. Cuma satu motif untuk satu model. Ditawar dari harga 700 bath sampe akhirnya segitu. Udah gitu over protected juga tuh si ibu-ibu. Enggak boleh ambil foto di tokonya, nanti bisa 'ngebajak karyanya. Preeeet!!!  Ternyata abis beli taplak itu di toko lainnya ada juga. Dan mereka buka harga 300 bath belum ditawar. Dokter Sas sok pake 'ngeyakinin gue kalo yang 600 bath itu lebih bagus dari tempat lain, beda bahannya lebih halus dan rapi tenunnya. Gubraaaax...!!!  Kata-kata penjual tadi tuh di copy paste ;(
Gak terasa gerimis pun turun, berhubung udah sore kita keluar dari hingar bingarnya pasar yang konon terbesar di dunia itu. Beeeh...capek juga, haus...makanya gue beli juice kiwi yang seger. Beeh, ketipu lagi...ternyata rasanya asem banget!  Khas cita rasa orang sana yang demen asem dan kecut. Baru dua sedot gue buang aja, daripada sakit perut.

Ternyata ada juga pengamen jalanan, di Thailand sepertinya pemerintahnya mendukung rakyatnya kreatif, enggak ada pembatasan dalam berekspresi. Coba lihat nih anak SMP masih pake seragam aja mengadu bakal 'ngamen di Chatuchak. Turis seneng aja liat gayanya yang lucu, lengkap dengan potongan rambut cepak ala Ronaldo tempo doeloe yang di sisain jambulnya.

Pasar ini bisa dibilang sebagai surga belanja. Hampir semua barang mulai dari produk fashion, seni, sampai hewan peliharaan dijual dengan harga murah. Namun jika Anda tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum pergi ke pasar Chatucha ini, acara belanja yang harusnya menyenangkan bisa jadi berantakan. Berikut tips berbelanja di Chatuchak.


1. Datang Pagi-pagi
Pasar ini buka pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 9 pagi hingga 6 sore. Jika Anda tidak ingin berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya, maka lebih baik datanglah saat pasar baru mulai buka. Selain itu berbelanja di pagi hari tidak membuat Anda kepanasan.

2. Gunakan Busana yang Nyaman
Chatuchak merupakan pasar terbuka yang sangat ramai pengunjung. Apabila tidak ingin kepanasan, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman. Kaus berbahan katun dengan celana pendek merupakan pilihan yang tepat.

3. Sediakan Peta
Peta yang dimaksud disini bukan peta Bangkok, melainkan peta pasar Chatuchak. Pasar ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 3,5 hektar dan terdiri dari bermacam-macam kios. Kios yang menjual barang serupa terkumpul pada satu bagian yang sama. Jika tidak ingin tersesat, Anda dapat mengambil peta di pusat informasi dekat pintu masuk.

4. Sediakan Tas Kosong
Dapat dipastikan Anda akan membeli banyak barang di tempat ini. Harga super murah dan pilihan yang bervariasi akan membangkitkan gairah belanja. Lebih baik sediakan tas kosong yang super besar atau bahkan travel bag dengan roda untuk menampung barang belanjaan. Jadinya, Anda tidak perlu repot-repot menenteng banyak tas plastik.

5. Bawalah Uang Tunai
Jika Anda memang penggila belanja, tempat ini ibarat surga. Sayangnya, hampir semua kios tidak menerima kartu kredit. ATM pun letaknya cukup jauh. Jika tidak ingin menyesal telah menempuh jarak jauh untuk sampai di sini, maka siapkan uang tunai yang sesuai kemampuan. Jangan khawatir jika ingin menukar mata uang ke Bath, di setiap pintu masuk terdapat tempat penukaran.

6. Ketahui Apa yang Ingin Dibeli
Walau berjalan-jalan di pasar sangat menyenangkan, namun ada baiknya jika Anda mengetahui apa yang ingin dibeli. Chatuchak terbagi dalam 27 area, bagian pakaian berada pada area 5 dan 6 hingga 24, bagian furnitur dan perabotan rumah tangga ada pada area 2 sampai 4 dan bagi Anda yang gemar barang antik, jangan lupa untuk berjalan-jalan di area 22 hingga 26.

7. Jika Anda Suka, Segera Beli
Ketika Anda terlanjur jatuh cinta pada sesuatu barang, sebaiknya segera beli barang itu. Memutuskan kembali ke kios tersebut setelah Anda berpikir panjang, adalah sebuah kesalahan. Banyak pembeli yang akhirnya menyesal karena mencoba kembali ke kios yang menjual barang idaman namun berakhir dengan tersesat. Ingatlah bahwa letak kios-kios di pasar ini sangat tak beraturan dan menyerupai labirin.

8. Perhatikan Dompet dan Barang Bawaan
Saking asyiknya melihat-lihat dan memilih barang, biasanya kita tidak memperhatikan dompet dan barang belanjaan. Kondisi jalan yang sempit dan penuh sesak karena pengunjung, tentu semakin mempermudah pencopet beraksi. Sebaiknya kenakan tas selempang dan letakkan di bagian depan badan.


Written by Edhoy, Photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment