10 September 2011

Satu Hari, Dua Kota, Dua Ribu Bath Lebih

Cyberedhoy, Songkhla - Hat Yai
10.09.11

Oh ya, dari tadi mungkin ada yang bingung Songkhla itu dimana sih kalo di peta dunia? Kalo peta kota-kotanya ada tuh di bawah. hehe...nih dia nih letaknya Songkhla, jalur backpacker kalo lewat darat dari Malaysia. Cuma sejam perjalanan dari perbatasan Malaysia di selatan Thailand ini.


Hari ini gue dan Dokter Sas keliling kota kecil Songhkla, mulai dari bangun pagi jam 7 sudah standby di depan lobby hotel. Di sini tempat kumpulnya perokok-perokok dari tanah air. Maklum selama di Thailand yang namanya tempat-tempat umum itu enggak boleh merokok. Di hotel sama sekali dilarang, dan pas kita masuk udah ada stiker non-smoking hotel. Di depan lift juga ada larangan merokok, judi, tapi gak ada larangan bawa cewek yah? hihihi...
klik peta berikut buat tampilan lebih gede...


Belanja di seputar Songhkla

Pagi itu sebagian teman-teman kita pulang ke tanah air via Hat Yai ke Kuala Lumpur, baru ke Jakarta. Nah, berhubung gue dan Dokter Sas masih punya waktu tiga hari, jadilah kita mulai hunting souvenir dari kota kecil Songkhla ini. Berdasarkan referensi temen-temen nih, kita belanja di pasar. Nama tokonya Salaya Store, yang punya bisa bahasa Melayu sedikit, tapi harganya sih untuk kaos rata-rata sama saja di Thailand. Bisa 100 bath per kaos.

Di sini gue beli kaos empat, gantungan kunci selusin dan miniatur Tuk Tuk. Alat transportasi semacam bajaj di Thailand. Tapi Tuk Tuk sekarang udah canggih, pake bahan bakar gas (BBG) semua, udah enggak berisik dan kurangi polusi. Nah, pak Dokter kita ini udah pede banget minta difoto deket Tuk Tuk yang lagi mangkal deket lampu merah. Ehm ternyata buka Tuk Tuk, tapi gerobak es macam susu Pengalengan kalo di Indonesia. hahaha...

Di Songhkla mungkin kendala utamanya soal bahasa dan mata uang, mereka cuma terima Bath untuk transaksi. Tapi jangan takut, di pojokkan fresh market ada toko emas, gue lupa namanya. Tapi itu di pertigaan tepat di depan Culture Department, semacam departemen kebudayaan kalo disini. Nah Enci-nya jual Bath tuh, kita bisa tuker disana. Gue sih tuker 150ribu Rupiah dihargai 485 Bath. Kalo Dokter Sas tuker US$ 100 ke Bath. Hobby belanja sih dia, hahaha...
Gak terasa hampir dua jam kita keliling fresh market, udah banyak juga belanjaan. Terpaksa gue beli tas buat tempat oleh-oleh. Wuih, disana emang murah-murah yah. Tas sport macam Adidas, tapi ini merk-nya Disada (busyet, cuma di bolak balik doang hurufnya) itu dibandrol 130 Bath alias 39 ribu rupiah doang choy! Gak lupa juga gue beli sendal seharga 170 Bath, udah bagus tus macam Bata. Eh, enggak taunya selang beberapa toko ada beneran toko Bata. Gubraaaxx!!!

Jam 10an, kita ditelpon sama tim PTG darat diajak ke Hat Yai, kota propinsi yang lebih gede lagi buat cari barang-barang kebutuhan di offshore.
Klik peta Hat Yai berikut untuk tampilan lebih gede...

Jalan-jalan di Hat Yai

Wah, ternyata kita ke Hat Yai tujuannya mau cari mobil sewaan yang ada di bandara Hat Yai. Jadi dari Songhkla pake angkot sewaan yang bagian belakangnya terbuka dan duduk berhadap-hadapan. (tuh liat gambar di sebelah kanan ini). Semilir angin sepoi-sepoi sepanjang jalan lebih dari 40 km itu dilalui hampir satu jam. Sampai bandara sambil nunggu temen-temen lain dapat mobil sewaan dan cari tiket buat yang mau pulang, Gue sempetin urus sim card lokal gue di stand True biat registrasi blackberry. Maklum, udah sebulan lebih di Thailand blackberry enggak kepake, lebih sering online via wifi di offshore sana.


Habis dapet mobil sewaan, kita lanjut makan siang dulu di KFC yang ada di C-Store mall, Hat Yai. Mungkin ini termasuk yang jelas dan halal, daripada makan sembarangan di sana. Kalau diperhatiin nih, untuk angkutan umumnya di Hat Yai enggak jauh beda sama di Songhkla, masih pake mobil butut dengan bak terbuka di bagian belakang. Mirip banget sama Jakarta era 80an sewaktu gue masih SD.

Enggak terasa juga nih sampe malem kita keliling Hat Yai, dan balik lagi ke Songhkla pas waktunya makan malem. Jadi lah kita ikutan makan ditraktir boss-boss yang ada di daratan. hehe...nama tempatnya Gue lupa, emang gak bisa dibaca dengan huruf latin. Semua tulisan huruf mie terbalik alias pake bahasa Siam. Yah, enggak terasa juga nih perjalanan sehari di dua kota habisin 2,000 Bath.


Songhkla :
- Pulsa True 350 bath, (daftar blackberry 120 bath untuk 3 hari, GPRS 80 bath)
- Tuk Tuk Miniatur 450 bath (weleh, gak taunya pas ke Bangkok diobral 250an bath)
- Kaos 400 bath (100 bath per potong)
- Gantungan kunci 250 bath isi 6 biji
- Tas 130 bath
- Sendal 170 bath

Hat Yai :
- Kaos souvenir ori 440 bath
- Jajan @Seven eleven 40 bath



Written by Edhoy, Photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment