27 September 2011

Ini dia...Desa Langitan yang enggak terkenal

Cyberedhoy, Bromo
27.09.11

Sebenernya kawasan ini enggak masuk perhitungan di perjalanan kita kali ini, mengingat waktu yang sempit. Tapi berhubung naluri petualang gue menyatakan bisa dapet. Akhirnya ketemulah kawasan Bromo demi mencari keberadaan Desa Langitan sesuai film Tendangan dari Langit. Beeeh...ternyata, enggak satu pun penduduk lokal yang tau desa itu. Preeet!!

Eniwei, kita langsung ke kawasan ini selepas check out dari Ijen Resort, diantar mas Brian, supir charteran yang setia dan sabar melayani maunya kita. Meskipun dari awal gue udah nebak dia males anterin ke Ijen Resort karena jalannya muter dan menjauh kalo dari arah barat pulau Jawa. Maklum kita berangkat awalnya dari Malang, balik ke arah Bromo yang mendekati Malang malah lewat wilayah paling timur pulau Jawa, pelabuhan Ketapang dan pulau Bali sampe kelihatan.

Jam tujuh malam kita tiba di guest house Bromo, persinggahan terakhir mobil turis yang tertinggi. Sempet bingung milih kamar, karena bentuknya sama semua dan cuma kita aja tamunya. Untuk yang ada air panas sewanya 200rb, kalo yang enggak ada hanya 100rb. Buat turis asing ada sensasi tersendiri melihat matahari pelan-pelan muncul dari balik gunung dan awan terasa di bawah mata kita. Bagaikan mengawang di atas gunung, bener-bener negeri di awan.

Untuk melihat matahari terbit ke Gunung Bromo kita lewat lokasi yang berada di Penanjakan. Sewa mobil jip hardtop sekitar 300 ribu rupiah per mobil. Satu mobil cukup untuk tujuh orang sih. Pemilik guest house dengan dibantu mas Brian udah siapin jeep buat kita, jam empat pagi kita siap-siap untuk berangkat melihat matahari terbit. Supir jip disini sangat mahir menyetir mobilnya di lautan pasir yang gelap, nama supir kita pak Kandar. Sempetin nanya nomer HP-nya dulu kali-kali nanti susah cari-carian.


Suhu di bromo saat subuh antara 5-10 derajat celsius, jadi mesti kudu wajib pakai jaket, syal, sarung tangan, dan topi penutup telinga. Selain dinginnya udara, juga angin kencang bercampur pasir tipis membuat kita kedinginan dan agak berdebu. Sekitar pukul 04.45 WIB matahari akan terbit perlahan-lahan. Sekitar 30 menit kita akan takjub melihat keindahan matahari terbit sampai akhirnya matahari terang berendang dan puncak Gunung Bromo terlihat bersebelahan dengan Gunung Batok. Sementara Gunung Semeru di ujung sana.

Turis lokal paling 5-10 % dari pengunjung Bromo, kebanyakan sebelum ke pendopo point of view di atas, kita menghangatkan badan minuman hangat di warung sekitarnya. Banyak pengunjung turis asing yang menanti fajar disitu, minum kopi panas & cemilan. Point of view dari Pananjakan emang yang paling the best untuk lihat matahari terbit. Turis asing banyak bertepuk tangan saat matahari muncul perlahan-lahan tersebut karena keindahannya memiliki sensasi tersendiri.

Setelah puas foto-foto bersama di Penanjakan, kita langsung ke kawah Gunung Bromo. Mobil jip sewaan akan mengantar sampai pemberhentian terakhir di dekat pura di kaki Gunung Bromo. Untuk naik ke puncak kawah Gunung Bromo kita bisa naik tangga sampai puncak. Saat itu kondisinya tertutup debu akibat Bromo meletus beberapa bulan lalu, anak tangga juga banyak yang rusak. Kita bisa sewa kuda dengan ongkos 100 ribu rupiah, biasanya kalo pinter nawar bisa dapet 60ribu pp. Kita akan naik kuda dengan dituntun pemilik kuda sehingga aman di atas pelana kuda tanpa khawatir kudanya lari.


Dari puncak Gunung Bromo kita bisa melihat langsung kawah yang sedikit berbau belerang. Pemandangan di bawah berupa keindahan lautan pasir dan Pura Hindu tampak anggun di kejauhan kaki gunung. Kuda-kuda yang parkir menunggu pengunjung menyewa juga menambah keindahan pemandangan. Di sisi sebelah Gunung Bromo juga bisa dilihat Gunung Batok yang terlihat seperti bentuk kue berlapis raksasa karena bentuk gunungnya seperti berlapis-lapis. Sebagian besar juga tertutup debu.

Setelah puas berfoto ria di puncak Gunung Bromo kita bisa siap-siap turun dari puncaknya menuju Ngadiari. Tentu kembali dengan menaiki jip sewaan yang setia menunggu untuk kembali ke penginapan. Jangan lupa kesepakatan harga dengan supir jip sewaan harus detail, mulai dari jemput penginapan sampai pulang kembali ke penginapan


Written & photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

1 comment: