12 September 2011

Khaosan Road

Cyberedhoy, Khaosan Road
12.09.11

Supir taxi nurunin kita tepat di depan jalan Khaosan Road, cukup membayar 73 Bath (sekitar 21 ribu rupiah) dengan argo dari kawasan Siam Quare tadi. Lumayan murah padahal jaraknya lumayan macam dari Blok M ke Menteng gitu deh. hehe...Ternyata di jam sibuk Bangkok enggak separah Jakarta macetnya. Lebih banyak angkutan kota yang udah bagus-bagus dibanding mobil pribadinya.


Khaosan Road menjadi tempat favorit dari kelas Back Packers model hippies, urakan, gembel, bertatto, tanpa baju dan terlihat kusut (karena jarang mandi) hingga yang kelas perlente. Apalagi, selama ini tempat tersebut relatif aman dari ancaman bom dan sejenisnya. Banyak agen perjalanan di Khaosan Road terkadang nawarin harga tidak masuk masuk akal saking murahnya. Misalnya untuk tujuan ke Siem Reap berkisar 300 Bath (Rp 75 ribu). Bisa dibayangkan pergi ke luar negeri dengan perjalanan yang memakan waktu hampir 12 jam hanya sekitar Rp 75 ribu. Harga sebasar itu berlaku hampir di semua agen perjalanan sepanjang Khaosan Road.

Intinya, semua keperluan wisatawan tersedia di Khaosan Road. Dari pagi hingga malam hari, jalanan seolah-olah berubah-ubah dari jualan kaos, souvenir, sampai tiba-tiba menjadi kafe-kafe, tempat berajojing, minum, atau “sanook” (bahasa Thai yang artinya bersenang-senang).

Hari itu kita gak pake agen-agenan. Jalan-jalan aja modal peta dan bath. Kita 'gak eksplorasi kawasan ini di siang harinya karena mau liat yang jauh-jauh dulu. Eniwei, kita akhirnya menetap di guest house Hanz, letaknya tepat di belakang KFC. Tempat yang strategis karena ada di ujung jalan terdepan. Enggak berisik, murah sekitar 400 bath untuk berdua. Kamar mandi dalam, dan ada water heater-nya. Tapi yang punya guest house udah wanti-wanti melarang alas kaki dimasukkin ke dalam kamar. Emang sih itu kamar bersih banget pas kita masuk, padahal kalo dilihat dari luar ini tempat kurang meyakinkan. haha... 

Kawasan ini kalo malam berubah jadi arena terbuka ajang senang-senang. Musik gemuruh meraung-raung dari bar yang banyak di kiri kanan jalan. Banyak tukang jualan mulai dari kebab sampai cemilan ala Thai yang enggak jelas. Berhubung malamnya kita udah capek, jadinya yah nongkrong aja di depan seven eleven sambil mengenggak minuman penghangat. Susah juga cari wedang ronde di sana. Jiaaaah....



Written by Edhoy, Photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment