11 September 2011

Transportasi Massal...ah

Cyberedhoy, Songkhla - Hat Yai - Bangkok
11.09.11

Seharian ini gue lagi banding-bandingin angkutan umum di Jakarta dan Bangkok, sama-sama ibu kota negara di ASEAN dan menyimpan banyak misteri di masa lalunya. Hanya keliatan disini sekarang lebih maju. Coba kita lihat satu per satu.

Ojeg vs Ojek

Ojeg dimana-mana identik dengan motor. Bedanya di kita semrawut, banyak yang gak jelas identitasnya. Kadang kalo kita naik motor kumel dikit aja dikira tukang ojek. Nah, berbeda kalo di Thailand. Dari tingkat desa sampe ibu kota negara, para tukang ojeknya dikasih rompi warna warni sesuai asal daerah mangkalnya. Jadi jelas, mana tukang ojek mana tukang gali kuburan. haha...



Bajaj vs Tuk Tuk
Persamaannya punya muka bagai duren dibelah kampak, alis mirip banget. Punya dua mata kecil yang nonjol, ban berjumlah tiga dan yang depan juga nonjol, terpal sama-sama dari bahan anti air, sana-sana punya AC (angin cepai cepoi).

Perbedaannya, kalo Bajaj berisik, sempit dan pengap. Tuk Tuk sudah menggunakan semua BBG, enggak berisik dan lebih lega. Coba lihat, dari segi fisik aja Tuk Tuk lebih modern. Padahal sama-sama kendaraan rakyat yang udah jarang kelihatan di jalur super sibuk ibukota.


Angkot

Untuk angkutan kota (angkot), di Bangkok relatif enggak ada, hanya di daerah pinggiran dan propinsi di luar aja macam Hat Yai dan Songkhla itu. Dari segi fisik angkot kita lebih bagus, tertutup dan enggak repot kalau hujan. Tapi untuk sehari-hari terlihat angkot di Thailand lebih down to earth, lebih rendah hati. Siapa pun mau naik itu, enggak ada gengsi. Mulai dari anak sekolah, eksekutif, biksu, tukang sayur dan lain2 bersama-sama naik angkot terbuka sambil obrol 'ngalur 'ngidul. Bandingkan sama angkot kita yang sempit (biasa kalo belum 4:6 belom mau jalan), pengap dan jarang ada tegur sapa orang-orang di dalamnya, yang ada malah copet, rampok dan yang lagi tranding topic sekarang malah pemerkosaan di dalam angkot. Halaahh....


Metromini vs Metro Thai
Sama-sama bus tanggung, ukuran 3/4, kalo di sini ugal-ugalan, sok perkasa tapi juga 'gak berdaya kalo udah mogok. Di Thailand model metromini tanpa AC juga masih ada, tapi enggak berpolusi dan rewel macam di Jakarta. Untuk yang satu ini di ibu kota macam Bangkok sudah enggak ada lagi bus 3/4 macam Metromini, semua udah ber-AC dengan penumpang tertib berbaris nunggu bus datang di halte. Enggak ada penumpang yang rebutan keluar masuk bus.


Travel Van

Banyak di jumpai di Indonesia macam Cipaganti, X-Trans, Trans Toll dan lain-lain. Bedanya di sini dibuat mencolok dengan warna warni dan iklan yang menambah pede si empunya jasa travel. Di Thailand lagi-lagi lebih rendah hati, tanpa corak yang norak-norak tapi lihat dong mobilnya, paling jelek Toyota Commuter lebih gede dari Toyota Alphard.



KRL vs City Train

Kalau untuk yang satu ini gue 'gak banyak komen lah...udah jelas kita kalah telak dari Bangkok. Liat aja KRL kita yang jauh dari manusiawi, alias enggak menghargai nilai keselamatan penumpang, kurang ada kontrol dan kebijakan seolah-olah hanya tong kosong berbunyi 'nyaring. Beda sama City Train di Bangkok, jumlahnya banyak, kenyamanan nomer satu, kecepatan dan ketepatan juga bukan halangan.

Buat yang pertama kali ke Bangkok, bukan masalah kalo mau tau jalur Airport Link dan City Train. Soalnya semua brosur, peta untuk transportasi, penginapan, tempat wisata dan lain-lain dikasih cuma-cuma dan kita bisa ambil itu semua pas sampe di terminal kedatangan airport Suvarnabhumi abis ambil bagasi turun dari pesawat.  Tinggal ikutin petunjuk enggak bakalan 'nyasar karena sistemnya udah berjalan. Berikut jalur MRT yang ada di Bangkok. Buat yang pertama tiba di Jakarta, dijamin 'nyasar dan dikerjain orang-orang iseng. haha...
 
 

Hmmm...apalagi yah? Udah dulu ah, entar kebanyakan enggak enak sama bang Kumis, kalo Thailand udah mulai dari tahun 2000, kenapa kita enggak bergerak mengejar impian? Bukan cuma wacana dan janji-janji? Hihihi...ketinggalan 11 tahun kita dari Bangkok. Halaaah....

Sekali lagi bandingin Visi MRT Bangkok dengan Visi Busway Transjakarta kebanggaan Jakarta : 

"To be one of the world leading mass rapid operators with high quality of service" - Bangkok Metro Public Ltd

"Busway sebagai angkutan umum yang mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, aman, nyaman, manusiawi, efisien, berbudaya dan bertaraf internasional" - Transjakarta Busway

Pertanyaan paling mendasar...bagaimana Busway mau bertaraf internasional kalau unsur paling penting dari Transportasi massal itu adalah service/pelayanan sementara kita masih belum bisa mendefinisikan tentang itu? Gimana mau manusiawi dan berbudaya kalau busway aja sering bikin celaka orang, sementara budaya kita menghalalkan segala cara. Sabar...sabar...
Gimana mau punya Mass Rapid Transportation kalo baru punya Busway aja udah banyak masalah, hihi...


Written by Edhoy, Photos by Edhoy.
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

1 comment: