09 October 2011

Antigoneo

Cyberedhoy, Jakarta
08.10.11


ANTIGONEO
"Patutkah kesejahteraan ekonomi menggusur hati nurani?"

7 s.d. 16 Oktober 2011
Gedung Kesenian Jakarta
Setiap 20.00 WIB

Saduran dari ANTIGONE NOW karya Evald Flisar (Slovenia) yang juga merupakan versi modern dari ANTIGONE karya Sophocles. Lakon ini juga merupakan debut penyutradaraan bagi Rangga Riantiarno.

Alkisah, sebuah kota di ambang kehancuran ekonomi. Satu-satunya harapan adalah pembangunan hotel, kasino dan lapangan golf. Lalu, bahkan kompleks pemakaman pun digusur.
Masalahnya, satu kuburan tetap bertahan. Keponakan walikota tidak sudi makam adiknya dibongkar. Walikota berada dalam posisi sulit. Patutkah kesejahteraan ekonomi menggusur hati nurani?
Untuk mempertahankan nuansa sunyi dalam lakon ANTIGONEO ini, dan hormat kami memohon para penonton untuk tidak memotret selama pertunjukan berlangsung, kecuali pada gladi resik (Kamis, 6 Oktober 2011). Tapi, seusai pentas, silakan foto sepuasnya (bersama pemain juga diperbolehkan).

PEMAIN :
N. Riantiarno - Budi Ros - Cornelia Agatha - Salim Bungsu - Dudung Hadi - Ratna Riantiarno - Sriyatun Legiowati - Tuti Hartati - Adri Prasetyo - Pandoyo Adi Nugroho
HTM :
Weekend (Jumat dan Sabtu) Rp. 200.000 – Rp. 150.000 – Rp. 100.000 – Balkon Rp. 75.000
Weekday (Minggu-Kamis) Rp. 150.000 – Rp. 100.000 – Rp. 75.000 – Balkon Rp. 50.000

INFORMASI TIKET:
Tidak menerima pemesanan tiket via SMS, email, YM, FB, Twitter ataupun jalur maya lainnya.
* Bintaro - 0217350460; 0217359540; Ina 081398818586 - Jl. Cempaka Raya No. 15, Bintaro
* Setiabudi - 02170282344; 0215224058; 0215251066; Rini 08561112916 - Jl. Setiabudi Barat No. 4, Jakarta Selatan
* Gedung Kesenian Jakarta - 0213808283; 0213441892; 02196693433; Roelly 085715911169 - Catatan: Hari Minggu dan Senin GKJ libur

CARA PEMBAYARAN:
* Tunai di Bintaro, Setiabudi atau Gedung Kesenian Jakarta (sesuai tempat pemesanan)
* Transfer via Teater Koma: BCA a/n Ratna Karya Riantiarno (bukti transfer wajib di-fax)
 
 

Sejak kenal Lydia yang akhirnya jadi istri gue, ini merupakan pagelaran keempat Teater Koma yang kita tonton. Awalnya gue diajak nonton Sie Jin Kwie-1 di TIM tahun 2010 saat masih pacaran, terus Rumah Pasir di Salihara Pasar Minggu tahun lalu, lanjut ke Sie Jin Kwie-2 tahun ini dan sekarang deh.


Kali ini kita nonton bertiga sama Tole adiknya Lydia, kita naik bajaj dari rumah mertua gue di Kemayoran ke Gedung Kesenian Jakarta, murah yak 15ribu bertiga. Ojek mana mau tuh,hehe...pertama kali nih gue masuk gedung ini, ternyata bagus juga yak. Ada balkon-nya, jadi inget gedung Opera Sydney, eh emang loe pernah ke sana? hehe...belum sih...
  
Awalnya gue pikir seru nih ceritanya, tapi dua jam duduk kok terasa bosan yak, setting-nya enggak berubah di kuburan mulu tempatnya. Enggak kayak biasanya di TIM. Yah, namanya juga debut sutradara anak dari si empunya Teater Koma, disamping banyak yang penasaran sama bakatnya, tentunya karena jarang-jarang juga Teater Koma punya proyek yang mungkin setahun cuma 2 kali pagelaran. hehe...

Dia akhir pagelaran, seperti biasa kita nih dengan PD-nya maju ke panggung, maksa foto bareng sama pemeran-pemerannya. Kalo waktu di Salihara kita sempat foto bareng sama N. Riantiarno, kali ini kita foto bareng sama anak dan istrinya. hehe...




Written & photos by Edhoy.
Reference : Facebook Teater Koma
© 2011 Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment