29 December 2011

Apa Itu EPCI?

Cyberedhoy, Jakarta
29.12.11


Industri migas tentu sangat kompleks dan dinamis, tapi banyak orang awam yang enggak tau sebenernya apa aja pendukung indutri yang multi dimensi, multi culture dan multi disiplin ini. Biar enggak bingung gue coba nulis salah satu bagian dari proyek besar di bagian Konstruksi Migas, apa yang gue tau berdasarkan pengalaman dan nara sumber online maupun offline.


Industri konstruksi migas didukung oleh empat pemain besar :

Vendor : Perusahaan ini yang membuat barang, mendesain dan menjualnya. Banyak temen kuliah gue S1 awalnya merintis karir dari sini sebagai sales engineer, application engineer atau menjadi designer. Buat yang belum paham, application engineer adalah engineer yang bertugas memilih / menghitung produk mana yang sesuai dengan permintaan pembeli, sementara designer (biasanya di pabrik) adalah sama dengan application engineer tetapi lebih kepada detail desain dengan bantuan program macam AutoCAD. Mereka biasanya guidelines nya sudah jelas dan didukung sepenuhnya oleh principal si vendor tsb (yang punya brand nya). Kategori vendor adalah para penyedia jasa maintenance (yang biasanya menjadi salah satu business arm para vendor di sisi after sales services)

Konsultan : Biasanya mereka yang menyediakan jasa konsultansi teknis untuk pembangunan suatu fasilitas. disini posisinya adalah full services dalam pengertian fokusnya di perhitungan dan analisa dan secara umum tidak boleh membeli/menjual barang (karena mengundang subjectivitas). Jabatan yang biasa disini mulai dari drafter, designer, junior engineer, senior, sampai principal engineer. Dari kacamata EPCI (nah, nanti gue tulis lagi apa itu EPCI), konsultan inilah yang melakukan detail design dari suatu rencana konstruksi.

Contractor : Pelaku industri ini disebut juga kontraktor pelaksana, mereka yang membangun fasilitas mulai dari design (tentu dibantu oleh konsultan) sampai start-up. Pekerjaan yang paling beresiko (dan capital intensive) adalah pembelian equipment, pemasangannya (konstruksi) sampai pengerjaan commissioning, performace (unjuk kerja) sampai start-up dan siap diserahterimakan ke owner. Pelakunya typically adalah team-work person dan berani mengambil keputusan di saat yang tepat. posisi mulai dari junior engineer, procurement engineer, sampai ke construction dan commissioning engineer. Lingkup EPCI contractor sangat multi-disiplin dan sangat project oriented
 
Owner/operator : Biasanya disebut company-man dan bertindak sebagai pemilik fasilitas. Kontraktor sebutnya sebagai client. Sebagai owner di business migas, tentunya fokus utamanya adalah memproduksi migas (minyak dan gas) secara optimal dengan less cost, less downtine dan tingkat safety yang reasonable dalam mengerjakan usahanya, owner biasanya memerlukan bantuan ketiga pelaku diatas (vendor, konsultan dan EPC contractor) dan bertindak sebagai client. Biasanya  dituntut memiliki pengetahuan yang komprehensive (meski gak harus mendalam disatu bidang) dan general karena bertugas mensupervisi para kontraktornya dalam melaksanakan tugasnya.


Oh ya, selama gue kerja mungkin posisi di Vendor aja yang belum pernah. Biar fokus, gue ceritain dikit hanya di EPC karena jujur gue banyak belajar dan dibesarkan di situ daripada waktu jadi Companyman. hehe...



EPCI itu singkatan dari Engineering, Procurement, Construction & Installation. Biasanya berkecimpung bikin platform/plant. Dari singkatannya sudah jelas bahwa tugas dari EPC adalah untuk melakukan rekayasa (engineering) dari suatu plant, melakukan pembelian (procurement) barang-barang dan equipment yang terkait dan kemudian mendirikan/membangun (construction) plant tersebut. EPC terkadang disebut sebagai ‘integrator’ karena EPC lah yang menjembatani dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari licensor (yang memiliki lisensi), vendor (yang menjual barang), shipper (yang mengirim barang), bahkan sampai operator/owner (yang mengoperasikan plant).

Dalam prakteknya, suatu perusahaan EPC tidak harus melakukan E-P-C nya sekaligus, bisa aja hanya salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC yang hanya mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering saja), E dan P atau malah C (hanya memasang saja) nya saja.

Untuk yang masih belum familiar, berikut penjabaran satu persatu siklus pekerjaan di dalam EPC:
  1. Owner mengumumkan rencana pendirian plant baru (misalkan: Pertamina ingin membangun kilang minyak dengan kapasitas 100ribu barel per day).
  2. Owner mengundang EPC Company yang berminat untuk menyampaikan profil perusahaan (fase Pra Kualifikasi).
  3. Owner mengumumkan EPC Company yang lolos dari Pra Kualifikasi dan berhak mengikuti proses tender EPC dan melakukan proses Invitation To Bid (ITB).
  4. EPC Company yang lolos mengambil dokumen tender dari Owner dan mendapat penjelasan tentang rule-of-the game.
  5. Dalam rentang tertentu, EPC Company tersebut menyampaikan proposal teknis dan rencana bagaimana merancang, membeli, dan mengkonstruksi.
  6. Jika lolos, maka EPC Company harus menyampaikan proposal komersial (berapa estimasi ongkos dan harga pembangunan plant tersebut).
  7. Siapa yang terbaik (belum tentu termurah) akan ditentukan sebagai pemenang tender.
  8. Jika menang, maka Owner akan menyerahkan project tersebut ke EPC Company terpilih dengan kesepakatan harga yang di point 6 (masih dimungkinkan untuk bernegosiasi) sesuai dengan kualifikasi teknis dan rencana/waktu di point 5 (juga negotiable).
  9. EPC Company yang memenangkan tender mulai mengerjakan proses E-P-C nya yang jauh lebih mendetail daripada saat proposal tadi. Jika dalam proses detailing, EPC Company tersebut mampu berhemat maka profit tentunya akan bertambah (dari perkiraan saat proposal). 
 

Kata orang bijak nih ya, hidup dan bekerja itu melibatkan banyak fihak, yang harus saling seriring sejalan, amat sangat mungkin banyak fihak itu berkumpul pada diri kita sendiri, sehingga kita harus bisa memisahkan hal-hal tersebut yang mungkin saling betentangan yang ada di diri kita. Jangankan berkecimpung di tiga dunia kerjaan macam tadi, kuncinya selain dasar yang kita punyai adalah percaya diri (PD) dan pengalaman hidup atau pengalaman kerja alias Jam terbang.


Reference : http://majarimagazine.com/2008/03/epc-apa-itu-epc-company/
             http://kampungmelayu.wordpress.com/2010/05/29/memulai-karir-di-industri-migas/
Written & Photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment