24 December 2011

Christmas Status 2011

Cyberedhoy, Cipayung
24.12.11

Natal tahun ini gue nulis empat status berbeda dimulai dari jam lima sore sebelum dimulai Misa pertama di Gereja gue di Cipayung. Di status pertama intinya gue mengajak mengartikan kembali kelembutan di masa lalu, keberanian untuk saat ini dan harapan untuk masa depan. Natal kali ini adalah rasa syukur atas segala berkat dan itu menyebabkan membawa kedamaian.


Status kedua gue tulis berdasarkan tema Natal tahun ini dari KAJ, tulisan di status facebook gue ambil dari spanduk di Gereja sebelum Misa kedua dimulai. Tema ini memberikan sebuah pengharapan dan masa depan untuk sebuah bangsa terhadap masa depan yang cerah. Namun di sisi lain terkandung di dalamnya sebuah keprihatinan yang mendalam yakni adanya realitas bangsa-bangsa yang berada dalam situasi kegelapan. 

Dari tema itu seakan kita diajak untuk melihat secercah harapan dalam akar iman yang mendalam. Sumber terang kita adalah Allah sendiri, maka tidak ada pilihan lain selain menimba sumber terang itu dari Allah sendiri. Maka berakar dalam Iman adalah pilihan kita menghidupkan pengharapan kita akan terang yang dinantikan oleh banyak orang. Walau akar iman ini tidak seringkali tidak tampak, tetapi ini merupakan sesuatu yang mendasar.


Nah, pulang Misa Malam Natal, gue baru nulis status ucapin Merry Christmas, lebih afdol kalo udah Misa, jadi timing-nya pas. hehe...kali ini sekalian pake foto bareng Lydia di depan pohon natal di ruang tamu kita.



Status keempat gue tulis pas tanggal 25 siang, ada berita tentang kritik Paus tentang komersialisasi Natal yang judulnya "Natal saat ini menjadi perayaan yang komersil." Jangan terjebak pada gemerlap perayaan.


Ini gambaran perayaan Natal saat ini: pohon Natal yang terang benderang, pusat perbelanjaan yang ramai disesaki orang yang sibuk mencari hadiah atau baju baru. Kontras dengan apa yang terjadi di Betlehem. Di sebuah kandang. Di mana suasana syahdu mengiringi kelahiran Yesus. Juga berbanding terbalik dengan kesederhanaan dan kerendahan yang dicontohkan Kristus.  

Saat menyampaikan pesan Natal tahun ini, Paus Benediktus XVI memuji kerendahan hati Kristus dan meminta umat yang mengimaninya melihat jauh di balik segala "gemerlap" perayaan Natal, dan menyampaikan pesan untuk kedamaian dunia.

"Natal saat ini menjadi perayaan yang komersil, yang terang benderangnya menyembunyikan misteri kerendahan hati Tuhan -- yang sejatinya menuntun kita para kerendahan hati dan kesederhanaan,"kata Paus di depan ribuan umat di basilika Santo Petrus, seperti dimuat Sydney Morning Herald, 25 Desember 2011.

"Marilah kita memohon pada Tuhan, untuk membantu kita untuk melihat apa di balik gemerlap yang dangkal dan menemukan hikmah di balik kelahiran seorang anak di sebuah kandang di Betlehem. Sehingga kita bisa menemukan suka cita dan cahaya yang sejati."

Paus asal Jerman itu juga menyerukan penguatan iman, menghadapi serbuan liberalisasi. Dengan analogi sebuah pintu kecil di Gereja Nativity di Betlehem yang dimaksudkan menghadang serbuan pasukan berkuda ke gereja.

Kata Paus, jika ingin menemukan Tuhan yang menjelma sebagai anak kecil, kita harus turun dari kuda.  "Kita harus menyisihkan kepastian palsu, kesombongan intelektual, yang mencegah kita dari mengenali dan mendekat ke Tuhan," kata dia.

Ia juga mengeluarkan teguran pedas terhadap "penindas" dan para penghasut perang di seluruh dunia. Lalu mengatakan bahwa Kristus akan menang atas mereka.

"Di saat ini, di mana dunia terus menerus diancam kekerasan di banyak tempat, dengan cara berbeda-beda. Dan ada banyak penindas dan orang-orang bermantel darah, bersepatu tempur, kita berseru pada Tuhan untuk memberi kedamaian pada kita."

Paus juga menyerukan doa khusus untuk mereka yang saat ini berada dalam kemiskinan dan penderitaan
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment