29 December 2011

Never Give Up On Your Stupid, Stupid Dreams

Cyberedhoy, Jakarta
29.12.11

Hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh kejutan, kata orang bijak. Banyak kejadian dalam hidup kita yang terjadi kadang meleset dari rencana kita, bahkan sering apa yang menimpa kita bertolak belakang dengan keinginan kita. Sampai-sampai ada orang berpendapat tidak usah lah punya rencana A atau rencana B, toh nanti hasilnya pasti berbeda. Dengan kata lain, banyak orang lebih memilih menjalani hidup ini “bak air mengalir”. Jalani saja dan hadapi saja kenyataan halangan dan rintangan. Namun ada juga orang yang tetap bersikukuh untuk membuat rencana A dan B dan C dalam kehidupannya.
Lah, terus gue ada disisi yang mana?


Sebelum gue cerita lebih jauh mungkin ada baiknya cerita tentang background gue dulu kali yah. Kira-kira 16.5 tahun yang lalu gue lulus SMA punya cita-cita pingin jadi arsitek, karena punya bakat 'nge-gambar. Cuma ternyata impian gue kandas gara-gara pas di test ujian masuk Teknik Arsitektur disuruh gambar halte bus yang artistik dari segi estetika dan pake teknik gambar perfektif, gue malah gambar kartun situasi carut marut potret Jakarta di halte bus. Dooooh...itu lah awal kebodohan dulu. Mungkin kalo masuk Jurusan Desain Grafis udah terkenal kayak Benny & Mice kali yah,hehe...Gak jadi arsitek malah pilih Jurusan Teknik Perminyakan karena lihat kayaknya orang-orang yang kerja di dunia migas jalan-jalan mulu, hidupnya gak pernah susah. Itu aja dulu, motivasinya bukan karena bokap gue gawe di industri itu, tapi ternyata temen2 kuliah disana juga asyik2 dan punya alasan yang sama. Sama-sama enggak tau ini jurusan apaan. haha...

Oh ya, waktu awal kuliah dulu (sampe akhir malah), gue enggak termasuk mahasiswa yang diperhitungkan, alias biasa-biasa aja prestasinya. IPK juga enggak jauh dari dua, makanya lulus enam tahun IPK juga pas-pasan. Cuma satu hal yang enggak gue 'ngerti, pinter gak jamin bisa bikin loe hidup. Jaman gue kuliah emang gue gak pinter, tapi termasuk anak yang kreatif, pandai bergaul dan enggak punya malu lah...pokoke happy gitu hidupnya meski bokap gue kalo kasih duit jajan pas-pasan kurang malah. haha...kalo enggak kreatif mana bisa hidup di kampus yang kata orang banyak mahasiswa borju-nya waktu itu (sekali lagi, waktu itu lhoo...)


Begitu lulus kuliah baru deh berjibaku melawan kerasnya dunia, yang gue inget dari segitu banyak rumus waktu kuliah cuma 4D + 1T (datang duduk dengar diam tidur). haha...itu karma juga yang berlaku buat sebagian temen-temen gue pada awal lulus. Loe bisa bayangin, lulusan Teknik Perminyakan waktu itu susah banget dapet kerja, serba terbatas posisi dan SDM-nya bersaing ketat. Mana negara lagi berusaha mengatasi krismon, banyak oil company marger dan beragam masalah kompleks lainnya. 

Pernak Pernik Lab Kimia
So, di awal lulus kuliah gue banyak habiskan waktu mengabdi di kampus dulu jadi asisten dosen, 'ngajar Teknik Kimia, pelajaran yang gue benci banget dari jaman SMA. Lho, kok bisa? Katanya gak pinter? sekali lagi, ini salah satu unsur kreatif gue manfaatin kesempatan, soalnya waktu itu enggak ada yang mau jadi asdos, takut di test ini itu. Apalagi gue di laboratorium kimia yang banyak banget turunan ilmu-ilmu kimianya di Teknik Perminyakan. Mulai teknik kimia dasar, kimia fisika, kimia fisika hidrokarbon, dll... Yup, kalo gak salah setahun lebih dikitlah gue di situ.

Secret Admire
Di luar acara 'ngajar di kampus itu, gue sambil part-time sebentar di salah satu oil company di Jakarta, dan ceritanya gue aktif juga di salah satu komunitas migas yang punya mailing list dan banyak relasi juga. Waktu itu sih anggotanya masih ratusan, sekarang udah ribuan dan gue malah jadi member pasif. Dulu waktu masih aktif sih sering diajak kopi darat, bikin acara pameran/workshop, dan lain-lain. Sampai akhirnya gue tau kalo dunia migas itu enggak terbatas di ilmu yang gue pelajari di bangku kuliah. Termasuk ilmu menaklukan hati wanita, cewek-cewek seneng kalo punya cowok anak Minyak lho, ibarat waktu kuliah aja jadi Don Juan apalagi udah kerja tuh. hehe...kalo itu enggak usah belajar tapi emang udah ganteng. hehe...

Sucker Road Pump


Salah satu yang menarik perhatian gue di salah satu diskusi online waktu itu adalah dalam dunia migas juga terdiri dari beberapa structure organisasi yang berbeda, misalnya, orang yang kerja ikut owner (oil company) berbeda scopenya dengan main contractor, begitupun main contractor terhadap sub-contractor, masing2 punya tugasnya sendiri2. Enggak terbatas pada ilmu kuliah yang terpatok di Teknik Pengeboran/Drilling, Teknik Produksi, Reservoir dan Pengelolaan Lapangan Migas. Di luar itu masih ada Construction-nya, alias bikin fasilitas produksi semacam plaform atau plant. Nah permasalahnnya, bagaimana gue bisa masuk ke salah satu dari tiga dunia ini, sehingga sebagai engineer muda bisa capable di situ. Jadilah mulai berpikir-pikir, bidang apa kira-kira yang perlu gue diambil buat karir masa depan.

*) Penjelasan tentang bagian itu gue tulis ditulisan berikutnya tentang apa itu EPC.

Jenis-jenis Drilling Platform


Selama gue kuliah fokusnya emang di Exploration & Production, jadi dari gimana nemuin minyak, hitung cadangannya, mulai coba-coba drilling eksplorasi, drilling beneran sampe produksi. Jadi lebih fokus dari bottom well subsurface ke surface, terus gimana maintain produksinya. Keren kan? Hebatnya lagi selama kita belajar enggak ada simulasinya, apalagi 'ngebayangin gimana tuh rasanya 'ngebor dan liat langsung produksi migas. Field Trip pun juga lihat luarnya Rig atau Offshore Platform. Nah, itu bagian yang gak kerennya. Belajar ilmu pasti tapi enggak pasti. Karena lebih banyak main logika dan ilusi belajarnya. hehe...

Dua tahun setelah lulus, dan gue lihat kenyataan banyak temen-temen seperjuangan gue kuliah pada bertumbangan dan putus asa, akhirnya mereka beralih ke bidang yang sama sekali 'gak ada hubungannya sama kuliah. Jujur enggak sampe 10% temen kuliah gue yang kerja sesuai kuliahnya. Malah the best 5 IPK terbaik enggak kerja di Minyak. Dan gue juga mulai belajar ke dunia Konstruksi Migas yang jauh dari ilmu kuliah di bidang Eksplorasi & Produksi Migas. Kesempatan itu terbuka pertengahan 2003, tiga bulan pertama gue dapet promosi belajar construction engineering di salah satu Universitas Negeri ternama di Jakarta dari salah satu perusahaan EPC. Habis itu mulailah di lempar ke daerah, Kalimantan Timur adalah tempat gue merantau pertama tahun 2003an.

Rantau Island

Enggak lama jadi engineer di salah satu EPC yang jadi main contractor di sana, akhir 2003 gue ditawarin kerja di salah satu Oil Company di Kalimantan Timur, langsung jadi companyman dengan posisi Supervisor. Saat itu gue ternyata supervisor paling muda yang pernah ada di company itu. Geblek kan tuh....enggak pinter, enggak punya mimpi kerja di Oil Company karena IPK jeblok, malah bisa masuk 'ngacak-acak. hehe...emang sih bidang kerjanya enggak ada hubungan sama ilmu kuliah, tapi tetep aja keren bisa nembus Oil Company meski di bidang konstruksi untuk field development-nya. ckckckck...

Ternyata di dunia yang gue geluti saat ini enggak cuma butuh orang pinter, tapi kreatif cenderung lebih diterima dan dihargai. Dan hebatnya, justru orang-orang di sekeliling gue sekarang adalah orang-orang yang 'ngakunya enggak pinter waktu kuliah tapi mereka pinter banget kerjanya. Emang sih, di dunia kerja nyata, ilmu kuliah paling yang kepake gak lebih dari 10%, lebihnya belajar dan belajar sendiri buat pengembangan diri. Jadi dimana pun kita bisa diterima di mana aja dan hidup jadi enggak perlu kuatir. Satu lagi, kerja dengan kesenangan bikin hidup lebih hidup, daripada loe kerja tapi enggak senang dengan itu. Yoi gak? ;p


Eniwei, balik lagi ke pertanyaan di awal...Masih perlu gak bikin rencana A, B atau C? Menurut analisa risiko sih perlu, demi memacu semangat kalo buat motivasi hidup. Jika hasilnya berbeda dengan yang kita rencanakan, nggak apa-apa kan, apalagi kalau hasilnya malah jauh lebih baik. Kalau hasilnya jauh lebih buruk? Mungkin ada yang perlu kita introspeksi mengenai rencana tersebut dan bagaimana menjalani dan menyikapi hidup ini.

Pertanyaan selanjutnya mungkin: Berapa lama gue bakal seperti ini? Again, i never know what God plans for me. My plan? I will keep it close to my little family and don't dream it's over ;)


Written & Photos by Edhoy
© 2011 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment