21 January 2012

Vivo City

Cyberedhoy, Singapore
22.01.12

Mendarat di Harbour Front tentunya bayangan sumpek khas terminal peti kemas, eh pelabuhan tentunya sudah tergambar di semrawutnya wajah orang-orang yang enggak biasa 'nyeberang pake kapal. Liat aja Lydia bini gue, enggak berenti-berenti 'ngeluh dan kapok buat kayak begini lagi. Gue rasa orang-orang juga begitu saking enggak sabarnya. Di jaman modern ini masih ada aja pelayanan pelabuhan yang katanya di negara maju udah hebat, tetep aja enggak memuaskan manusia yang antri. Ini membuktikan kalau manusia emang enggak ada puasnya, enggak sabar. So, enjoy ajalah...toh sebagian orang di situ biar antri tetep aja enjoy, malah ada yang kreatif bikin games sama temen-temennya.

Stop! Ini mau cerita apa sih? Liat dong judulnya, Kota Vivo...apaan tuh? Ayo ceritain yang bener!!
Get Lost in Vivo
Oke, baiklah, kita kembali lagi ke Harbour Front dan masuk ke Singapore melewati mall yang di sebut Vivo City. Konsep dari mall ini adalah untuk memancing pendatang belanja, karena di sana ada hiburan, gaya hidup, kuliner dan memadukan unsur lokal dan manca negara. Vivo sendiri diambil dari kata Viva, yang menggambarkan pengalaman gaya hidup modern yang bersimulasi dan bisa diakses semua kalangan, tempat untuk menyatukan semangat dan vitalitas. ih, apa coba?!
Dibuat oleh arsitek Jepang, mall ini emang menggambarkan kota pelabuhan. Dimana di dalamnya ibarat gelombang, loe mau ikutan belanja sebelum ke tempat lain, atau mau sampe situ aja karena cuma emang transit di pelabuhan. So damn cool, pantesan banyak ABK (anak buah kapal) berkeliaran belanja di sana, foto-foto seakan di Singapore kota. Padahal sih di mall doang. Dan itu sudah cukup mewakili orang-orang yang punya sedikit waktu di Singapore dan cuma singgah di Pelabuhan.

Gue terus terang cuma makan doang di sini, makan di resto Jepang pas lagi ada promo buy one get one. Tapi tetep aja kalo di Jakarta harga makan siang berdua habis 150ribuan udah standar segitu. Berarti di Singapore lebih mahal dong? Ya iyalah...Aqua botol isi 600ml aja dijual di Seven Eleven harganya Sing$ 1.8, sekitar 12 ribu perak. Gubrak!!  Buat yang hobi 'ngerokok juga siap-siap pucet pasi liat harga bandrol Marlboro bisa Sin$12 sekitar 84 ribu perak sebungkus. Haha...


Dari Vivo City ini kita bisa lihat pemandangan ke Pelabuhan, disana pas lagi ada Kapal Pesiar bersandar, mewah dan gede banget. Udah kayak hotel terapung. Lihat ke atas ada Cable Car kayak di Hong Kong, terus MTR jalur kereta api yang warnanya enggak banget. Kadang pink, oranye, atau malah ungu. Akhirnya buat menuju tujuan berikutnya ke Universal Studio Singapore, kita jalan kaki menuju stasiun MTR yang juga ada di Vivo Mall, Sentosa Station namanya.


Written & Photos by Edhoy
© 2012 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment