19 January 2014

Tips 'Nyetir Saat Kelelep Banjir

Cyberedhoy, Kemayoran
19.01.14

Awal tahun ini Russel (mobil Rush gue yang usianya baru 19 bulan) belajar berenang setelah melalui genangan air setinggi 40cm lebih di sekitar pintu tol Kemayoran dari jalan Benyamin Sueb. Ini kontradiksi sama pemandangan di ujung jalanan deket patung Ondel-ondel yang baru diresmiin. Kalo di patung Ondel-ondel banyak warga yang foto-foto di taman pembatas jalan itu. 


Nah, kalau diujungnya justru dimanfaatkan bagi pengais rejeki yang membantu pengendara yang melintas dengan pamrih. hehe...nah, gue nih termasuk yang nekat mencoba menerabas banjir, meski ada juga yang putar balik karena genangan air cukup tinggi.

Kalau sedan sih terpaksa putar balik karena kalau dipaksain bisa mogok. Cari aman, begitu kata supir taxi.  Banjir ini terjadi karena sungai dan danau di sekitarnya meluap sehingga menggenangi jalanan. Di sebelah pintu tol ada apartemen itu, sebelahnya sungai, di sebelah kanannya juga sungai. Setiap tahun memang banjir seperti ini. 


Nah, pas berita malam ada tuh banjir di Kemayoran pas di terowongan sampai 7 meter beritanya, enggak tau di daerah mana yang dimaksud, yang jelas banjir itu mengganggu sekali ya...sial!

Sialnya lagi nih, malem sebelum berenang di banjir itu gue nulis status di facebook :


Berikut tips buat yang mobilnya akan, sedang dan telah terlanjur kejebur di tengah banjir :

  • Matikan AC. Saat melintasi banjir, sebaiknya AC tidak dinyalakan untuk mengurangi beban kinerja mesin dan mencegah terjadinya korsleting pada sistem kelistrikan mobil. Namun, setelah melewati genangan air yang tinggi, AC dapat dinyalakan kembali. Apabila saat menyalakannya kembali Anda mendengar suara decit dari V-belt yang terciprat air, jangan khawatir. Karena dalam hitungan detik suara tersebut akan hilang.   
  • Lakukan setengah kopling dan gigi terendah.  Untuk mencegah agar mesin tidak mati, pada transmisi manual tahan setengah kopling dan besarkan gas mobil hingga 2.500 rpm. Aksi tersebut dapat meminimalkan air yang masuk ke dalam mesin melalui knalpot atau lubang filter udara. Sedangkan bagi yang menggunakan transmisi otomatis, kemudikan mobil pada gigi terendah –pada “1” atau “L”– untuk menstabilkan putaran mesin.   
  • Hindari genangan air terlalu tinggi.  Sebaiknya pada saat melintasi banjir posisikan mobil sedikit ke tengah jalan, karena genangan air di bagian tersebut biasanya adalah yang paling rendah. Mengingat di sebelah kiri dan kanan jalan biasanya terdapat saluran air di mana genangannya cukup tinggi. Namun, jika tinggi air sudah hampir setengah dari mobil Anda, langsung hindari jalan tersebut untuk menghindari terjadinya mogok atau kerusakan fatal pada kendaraan Anda.   
  • Lakukan pengereman.  Jika mobil sudah melintasi genangan air, permukaan piringan dan kanvas rem menjadi basah sehingga dapat mengurangi jarak pengereman pada mobil Anda. Untuk mengeringkan permukaan di sekitar rem dan mengembalikan kinerja rem, lakukan pengereman sekitar dua hingga tiga kali secara halus. Demi keamanan Anda, hal ini perlu Anda lakukan untuk memastikan bahwa rem mobil Anda tetap berfungsi dengan baik. .    
  • Hilangkan bau apek.  Jika air masuk ke dalam mobil pada saat melintasi banjir, ini tentunya harus dikeringkan segera agar tidak menimbulkan bau apek, selain juga  untuk mencegah kerusakan pada beberepa komponen di mobil Anda. Jika Anda tidak sempat untuk melakukannya sendiri, bawalah ke salon mobil favorit Anda.
  • Cuci kolong.  Sebaiknya setelah melewati genangan air, semprotkan hingga bersih bagian bawah mobil Anda untuk mencegah terjadinya karat. Air hujan cenderung memiliki tingkat oksidasi yang  tinggi dan dapat merusak

Written & Photos by Edhoy

No comments:

Post a Comment