07 March 2014

Demonstran

Cyberedhoy, TIM
07.03.14

After office hours, kali ini kita mampir ke Taman Ismail Marzuki, Cikini. Teater Koma menggelar pentas ke 132-nya dengan judul 'Demonstran'. Keluar kantor agak telat sih, jam 17:15 baru turun, ternyata kali ini jalanan enggak terlalu macet, mungkin karena gue banyak lewat jalan tikus kali yee. hehe...

Ternyata enggak sampai satu jam gue sampe duluan di TIM dibanding Lydia yang dari arah Gambir. so, masih sempet lah 'ngemal-ngemil sebelum nonton. Malah ada salah satu stasiun TV apa gitu namanya 'nyamperin kita yang waktu itu lagi foto-foto di backdrop red carpet. Akhirnya Lydia diinterview seputar kenapa nonton Teater Koma, apa tanggapannya soal Demontran dan kenapa suaminya malah jadi calo tiket (ooppss, kalo ini enggak lah...) - maklum gue waktu itu pegang empat tiket, jadi dikira calo kali yah...hahaha...


Ternyata, di belakang kita ada mbak Ayu Azhari yang lagi obrol sama suaminya, Mike Tramp sang vocalist White Lion itu. Tau deh mereka nonton juga atau iseng aja nemenin anaknya yang lari-larian di teras depan Graha Bhakti Budaya ini. Anyway, seperti biasa, di bagian depan gedung pertunjukan sealu ada karya artistik yang menggambarkan teater kali ini. Di atas rangkaian bambu yang malang melintang di atas jalanan, terlihat patung-patung demontran bergelantungan di sana sambil bawa tulisan-tulisan absurd.


Blubard blaburd...kata-kata itu selalu ada pas lagi adegan pidato, gak jelas emang. Mirip sama pidato-pidatoatau orasi para aktivis di jalanan, sama pidato-pidato pejabat yang gak jelas. Sekedar 'nyindir pemerintah juga sih, beberapa adegan malah bikin 'ngantuk. Ada lho yang 'ngorok di deretan tempat kita noonton.


Singkat cerita, di pagelaran kali ini mengisahkan tentang Topan, sang demonstran yang tak mau lagi turun ke jalan. Biarpun Niken, Wiluta, dan Jiran memaksanya. Dulu, 20 tahun yang lalu, dia memimpin demonstrasi dan berhasil menumbangkan penguasa saat itu. Kini, korupsi, kolusi, dan mafia merajalela. Semua berteriak Di mana Topan? Apa yang dia lakukan? Apakah tidak ada gerakan lagi?

Nah, pas di 15 menit terakhir gue baru nangkep maksud cerita ini, meskipun Topan balik ke ajang demontrasi, malah dia dibunuh oleh penguasa saat ini. Dan istrinya malah selingkuh sama sang penguasa. Apesss....



Written & Photos by mazEdhoy
© 2014 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment