22 June 2014

I Stand On The Right Side

Cyberedhoy, J-Town
22.06.14

Kalau baca judulnya nih gue serasa balik lagi ke jaman era 1998, era dimana semarak dengan demo mahasiswa turun ke jalan sambil orasi pasang motto 'Stand on the right side'. Sayang ya waktu itu sosial media belum ada dan seheboh sekarang, apalagi kenal dengan istilah selfie.

Eniwei, beberapa hari ini gue rajin buka litelatur tentang calon presiden kita ke depan yang pilihannya hanya ada dua kandidat itu. Buat orang seumuran gue sih yang punya hak pilih setelah jaman orde baru tentunya enggak ikutan merasakan gimana orang tua dan orang pada jaman tersebut diarahkan ke satu sosok yang harus jadi pemimpin negara ini ya. 

Tapi sejak pemilu 1999 sampai 2009, berarti sudah ikutan tiga kali pemilu ya gue nih, dalam memilih presiden langsung pun sudah dari 2004 dan 2009. Yah meskipun yang gue pilih enggak menang. tapi gue sih komit aja lah jadi warga negara yang baik. Menang atau kalah pun efeknya enggak terasa buat gue pribadi kalau kita sendiri enggak berusaha apa-apa dan hanya bisa nuntut ini itu. That's not change your life.


Berhubung pilpres kali ini 'head to head' dan suhu politiknya panas, banyak black campaign...wait, apa sih black campaign? Gue pikir tadinya itu semacam 'hukum kekekalan momentum' kalau di pelajaran Fisika. Ternyata Black campaign adalah suatu model atau perilaku atau cara berkampanye yang dilakukan dengan menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon atau sekelompok orang atau partai politik atau pendukung seorang calon terhadap lawan atau calon lainnya.

Lha terus hubungan sama ilmu fisika tadi itu apa ya? Menurut tetangga sebelah nih ya, hal itu sama seperti energi, dalam kondisi tertentu, momentum suatu sistem akan kekal atau tidak berubah. Untuk memberikan pemahaman mengenai hal tersebut, maka akan digunakan konsep Pusat Massa. Jadi, apabila energy Black campaign digunakan untuk menyerang kelompok lain maka yang terjadi adalah energy tersebut akan “melentingkan bola” yang seharusnya “dikempesin”, apakah hal ini yang diharapkan oleh tim-nya? Tentu tidak.

Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak usah menyerang kelompok lain dengan Black campaign, lebih elok kalau kita mengurus jagoan kita sendiri, bagaimana membesarkan Jagoan kita, biar menang. Kalau mau “mengempiskan” bola, biarkan saja bola itu, nanti juga “kempis” sendiri kok oleh suhu dan tekanan udara yang berubah, jangan bola itu di tekan/ditendang, akan semakin tinggi lentingannya.

Kesimpulannya, daripada energi habis buat black campaign mendingan nonton bola aja, mumpung barengan sama World Cup 2014. Iya gak? 



Apapun pilihannya, nomer satu itu Indonesia Damai, soal presiden nomer dua lah...


Written & Photos by mazEdhoy
© 2014 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment