07 September 2014

Weekend Seru & 'Ngupi di Pasar

Cyberedhoy, J-Town
07.09.14

Pagi ini kita sudah kelayapan di seputaran Jakarta Selatan. Mulai dari permak baju kerja Lydia di Pasar Minggu, ke Toys Fair, makan siang oriental sampe nongkrong ngupi di Pasar Santa.

Battle of The Toys

Kita datang ke kawasan Balai Kartini lebih awal dari biasanya, sebelum rame dan kita masih dapet parkir di basement. Dateng langsung foto2 di backdrop, beli tiket HTM 30k rupiah, dan langsung kelalatan ambil object2 keren di dalam sebelum rame.


Seperti biasa, kalau main ke stand Superman of Indonesia pasti ketemu Marcelino. Sudah yang keberapa kali nih Lydia foto bareng idolanya ini setiap ke Toys Fair, tapi kali ini malu mau negor, jadi  candid sedapetnya aja. Haha...

Kali ini kita enggak begitu kalap belanja, gak ada satu pun action figure yang gue beli. Biasanya justru kalo acara ginian selalu beli action figure yang langka2. Kali ini orientasinya die cast cars yang juga langka. Sama hunting kaos keren, Lydia dapet kaos Tintin di Medan, sedangkan gw beli kaos Star Wars Troopers naik bajaj. Act as expat superheroes, think locally 😄

Begini lah koleksi kita siang ini...


Resto Mandala

Sehabis dua jam muter-muter di Toys Fair, kita melipir makan siang di kawasan Wolter Monginsidi, tepatnya di oriental restaurant di Resto Mandala. Tempat ini terkenal paling pas untuk makan bareng keluarga karena porsinya banyak. Duduknya juga waiting list. Hanya kita beruntung siang itu langsung duduk dan pesan makanan macam bihun goreng dan cap cay, gak lupa ayam goreng mertega buat dibawa pulang.


'Ngopi di Pasar

Sorenya kita main ke Pasar Santa, ada apa disitu? Ternyata ada tempat yang lagi happening di Jakarta, namanya A Bunch of Caffeine Dealers (ABCD), sekumpulan pecinta kopi rela antri dan minum kopi di tengah pasar tradisional ini. Beda konsep dengan kedai kopi modern lain, disini loe gak bakalan nemuin wifi, AC, menu bahkan harga kopinya. Malah disedian cemilan & aqua gratis.


Yup, dengan konsep kembali ke pasar alias komunitas yang sebenarnya, kita diharapkan bisa berinteraksi tanpa sibuk mainan gadget. Loe bisa obrol bebas di koridor pasar, duduk di meja yang berasal dari palet, merokok, ketemu artis (kebetulan siang itu Rianty Cartwright lagi mampir), lihat bule-bule pecinta kopi (kebetulan ada bule model dari eropa mampir), sampai selebrity tweeter kumpul disini, pesan kopi berkelas tanpa harus bayar. Lho kok?


Yip, di sini harga ditentukan kita sendiri setelah kita icipin kopi itu. Gila yak...antitesa dari kedai kopi komersil. Padahal ownernya bukan orang sembarangan. Dia adalah salah satu juri kopi barista international dan kopinya salah satu pemenang barista kopi terbaik di dunia. Siang ini kita beruntung bisa cobain resep kopi pemenang barista tahun ini, Maruyama Coffee dari Jepang.


Kalau loe suka kopi modern yang manis, disini jangan harap nemuin gula. Kopi dan rekanannya disajikan dengan seklasik mungkin. Antri, pesan, nunggu panggilan, icipin di secangkir papercup sambil ngobrol dan bayar seiklasnya. Harga loe sendiri yang nentuin dan duitnya cukup loe cemplungin di kaleng merah yang ada di tempat melayani tadi. Nah, asyiknya nih, sambil nunggu loe bisa icipin cemilan gratis mulai dari crackers sampai potongan crispy berbalut chocolate yang melted di atasnya, enak banget ini coy!

Konsep tempat ini emang sesuai buat penikmat kopi yang lagi stress, alias cuek. Buka dari jam 2 siang, biasanya jam 6 sore sudah habis dan tutup. Mottonya aja "come for the coffee and stay because nobody loves you" hahaha...


Written & Photos by mazEdhoy
© 2014 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment