31 December 2014

Antar Desa dan Dusun

Cyberedhoy, Lombok
31.12.14

Apa bedanya Desa dengan Dusun sih?

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berada di bawah kecamatan, dan dipimpin oleh kepala desa.

Nah, kalau dusun adalah bagian wilayah dalam Desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan Desa. Kali ini gue berkesempatan melihat-lihat beberapa desa wisata di kawasan Lombok. Pertama mampir di kawasan desa Sukarara yang terkenal dengan kerajinan tenun-nya, jarak tempuh dari Senggigi sekitar satu jam 15 menit. Terus dilanjutkan ke Desa Sade yang berjarak sekitar 15 menit dari desa Sukarara.

Desa Sukarara

Desa ini terletak di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Utara. Kehidupan penduduknya mayoritas dilewatkan dengan mengoperasikan alat tenun. Alat tenun ini juga merupakan alat tradisional, yang dibuat dari kayu dan diturunkan dari nenek moyangnya. Mereka belajar dari para orang tuanya untuk menenun dan menghasilkan bermacam jenis pakaian tradisional, taplak meja, selimut, dan selendang dengan berbagai macam motif. Seperti motif Keker, Serat Penginang, Cungklik, dan lain sebagainya. 

Untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tenun tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang mereka maka para perempuan di Desa Sukarara ini diwajibkan untuk belajar menenun, bahkan sejak masih usia anak-anak para orang tua mereka telah mewariskan keterampilannya dan mengajarkan kepada anak-anak perempuan mereka menenun dengan motif awal atau motif dasar yang sangat sederhana. Umumnya mereka menenun di teras rumah.

Di sini pengunjung juga boleh belajar menenun, memang sih disitu ada beberapa ibu-ibu yang asyik menenun. Konon satu helai songket ukuran 50cm x 150cm dibuat selama sebulan dengan jam kerja tujuh jam sehari. Harga pun bervariasi. Mulai dari 50 ribu sampai 700 ribu. Nah, kalau disini jangan sungkan-sungkan nawar. Kalau beruntung bisa dapat setengah harga dari harga yang ditawarkan kok. hehe...

Jangan lupa juga cobain pakai kain adat dan pengikat kepala lengkap dengan alat peraga, terus foto di rumah adat yang ada di bagian depan tempat jualan merchandise ini. Waktu itu berhubung ramai, jadinya gue cuma foto di dalam saja, dengan background motif kain warna warni.

Dusun Sade

Dusun Sade terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berjarak kurang lebih 30 kilometer dari kota Mataram. Gampang kok nemuin desa ini, ada di jalur utama bandara Praya - Kuta, dengan gapura bertulisan nama dusun ini. Untuk keliling dusun pun kita akan disambut guide begitu masuk ke kawasan dusun dan mengisi buku tamu.
Rumah Tradisional Adat Sasak


Dusun Sade merupakan salah satu perkampungan suku sasak yang merupakan suku asli masyarakat Lombok, bangunan di dusun Sade ini masih sangat tradisional setiap bangunan terbuat dari kayu dan bilik bambu pada dindingnya serta beratapkan ijuk jerami.

Jalan penghubung antara rumah masih terbuat dari tanah tetapi ada beberapa bagian jalan yang sudah dibuat dengan semen dan ubin. Waktu kita kesana sih pas gerimis, jadi makin terasa tuh suasana dusun-nya, terlebih dengan aroma khas eek kebo yang ternyata itu buat bersihkan lantai rumah dan lapisin dinding. Konon itu bikin suasana rumah hangat dan 'ngusir nyamuk.

Mata pencarian penduduk adalah bertani sementara para wanitanya bertenun membuat kain sendiri dengan motif khas cicak, hasil tenun di pasarkan pada art shop dan juga di sekitar rumah dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kerumitan proses pembuatan kain tenun. Nah, gambar diatas itu ada seorang nenek umurnya 90 tahun, dia masih semangat menenun dengan alat tenun yang masih kuno. Gak seperti di desa Sukaraya itu. Disinin gue beli ikat kepala tenun ikay yang harganya (setelah ditawar) hanya 1/4 dari toko di desa Sukaraya. hehe...


Written & Photos by mazEdhoy
© 2014 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved

No comments:

Post a Comment