30 July 2016

Ubud Center Explorer 1

Cyberedhoy, Bali
30.07.16


Seharian ini kita habiskan waktu untuk keliling Ubud naik sepeda di pagi hari seputaran Monkey Forest dan tempat kita menginap radius 6KM, juga keliling Ubud naik motor sekitar 25KM.


Morning Bike
Pagi ini gue sarapan sendirian di Chili Cottage tempat kita menginap sambil mempelajari peta Ubud, maklum Lydia lagi ikutan Yoga yang paling kesohor di Ubud. Yoga Barn tempat Julia Robert pernah yoga di sana.





Sewa sepeda seharian 30ribu di depan cottage lumayan bagus nih, MTB Polygon kondisi masih baru. Akhirnya gue ambil rute ke Yoga Barn itu lewat Monkey Forest. Banyak monyet berkeliaran di jalan pada becanda, kejar2an dan rebutan makanan.

Lewat gang senggol menuju jalan Monkey Forest bagus banget pemandangannya, tracking turun naik dan masih sejuk. Sayang jadi jalan alternatif motor dan orang jalan kaki juga. Mengurangi konsentrasi bersepeda, takut ditomplok monyet iseng juga. Untung gue pake poloshirt warna abu2 monyet, jadi dikira temannya. Tips lewat situ jangan pakai baju cerah, warna merah/kuning deh biar ga digodain monyet. Haha...

Yoga Barn

Tempatnya susah ditemuin karena tanda masuk gang senggol ini ketutup pohon dari kiri. Sempat 3x bolak balik sampai akhirnya nyerah minta bantuan Google Map. Sebagai petualang yang sok tau, gw gengsi buat gw bertanya. huehehe...


Setelah ketemu tempatnya yang di pojokan, gue melanjutkan perjalanan lagi karena Lydia belum selesai Yoga. Sempat ketemu beberapa hipster yang lagi sarapan di tempat itu antri yoga selanjutnya.

Mario Blanco Museum

Tempat menyimpan koleksi karya seni Don Antonio Blanco ada di sini, dia adalah salah satu bule kesasar di Bali yang jatuh cinta sama perempuan Bali dan pulau dewata ini. Menikah dan punya empat anak, berubah jadi WNI. Sempat pula dibuat film-nya. 
Masuk museum ini bayar 30rb perak, sebelum masuk bangunan utama, di taman depan ada burung kaka tua, burung nuri & burung abangnya, eh...hehe...
Di sini kita bisa foto bareng burung yang jinak itu, ada sih yang jail makanin bunga yang gw selipin di kuping. Ada satu burung yang nangkring di kepala gue tapi kepleset. Si abang bilang rambutnya sih licin, udah gitu Lydia nambahin kebanyakan Pomade tuh bang, haha...kocak yak 😀
Oh ya, ciri khas museum ini ada di lukisan2 cewek bugil khas Blanco. Mario, salah satu anaknya yang masih tinggal di Bali pun melanjutkan bakat seni lukis dari bapaknya, punya studio lukis pula di samping. Museum ini pernah dapat penghargaan dari Menparpostel sebagai museum seni yang melestarikan budaya. Mantan presiden SBY pun pernah mampir ke sini foto bareng generasi Blanco.


Warung Bu Oka

Salah satu warung yang bikin kita penasaran di Ubud adalah Warung bu Oka. Letaknya ada di depan Ubud Palace, tapi berhubung penuh, mereka buka cabang lagi sampai tiga di sepitaran Ubud. Salah satunya Warung bu Oka 3 yang jaraknya 200 meter dari Ubud Palace.



Menu utama apalagi kalau bukan babi guling, rasa pasahal biasa aja, cenderung kurang ok tampilannya di banding nask campur Kenanga kalau head to head menu-nya. Berhubung laper habis juga tuh, malah nambah b2 goreng tepung.


Gelato Secret

Siang menjelang sore yang panasnya cetar membahana, membuat kita penasaran cobain ice cream gelato. Sepanjang jalan raya Ubud memang banyak stand gelato, salah satunya Gelato Secret yang ramai.



Kedai ini ramai terus, pas gw lagi antri ada dua anak kecil bule antri depan gw mau beli gelato durian. si penjual sampe nanya 3x, yakin nih? bule biasanya ga suka baunya. Terus mereka yakinin, that's for my mom. it's ok...sementara ibunya liatin doang sambil duduk.

Gue pilih gelato vanila speculas, enak...





Kopi Seniman

Sorenya kita minum kopi di kedai kopi Seniman di jalan Sriwedari, ciri khas-nya satu porsi pakai baki panjang isi air putih,  kopi pesenan dan cokies.





Latar belakang tembok outdoor juga ciri khasnya ada tulisan kata berulang semacam 'pikir-pikir', 'tiba-tiba' dan 'malu-malu'. Entah apa maksudnya.




Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.





No comments:

Post a Comment