27 July 2016

GitGit Waterfall part.2

Cyberedhoy, Bali
27.07.16

Ini kali kedua gue main ke air terjun GitGit, delapan tahun lalu pernah ke sini jaman masih single bareng teman2 sekolah SMA. Kali ini balik lagi bersama Lydia, istri hasil resolusi Bali 2010 sewaktu gw dan kawan2 SMA itu selama dua minggu main ke Bali bawa mobil dari Jakarta dan bikin resolusi pas tahun baru di sana.

Ajaibnya, dua orang dari empat orang yang masih single ini menikah di tahun 2010. Salah satunya gw, wakakak...


Makanya nih, ke Bali yang keempat kalinya setelah nikah ini untuk bernostalgia, napak tilas ke tempat-tempat yang gue pernah datengin tapi Lydia belum, gitu juga sebaliknya. Karena kalau ke Bali belum tentu kita sama jadwalnya.

Balik lagi ke GitGit, ternyata sudah banyak yang berubah dibanding delapan tahun lalu. Sekarang sudah gak ada lagi sawah di jalan setapak desa arah air terjun. Warung jualan tambah banyak dan eksploitasi anak disuruh jualan di jalan-jalan setapak makin banyak sementara orang tuanya jaga warung.

Hari ini kita mendatangi dua air terjun GitGit di dua tempat berbeda, pertama ke Gitgit Campuhan yang jaraknya sekitar 3KM ke Gitgit yang di atas lagi. Sementara turun ke bawah dengan tanjakan dan tangga curam sekitar 300-400 meter.


Lokasi kedua sama dengan yang gue datangi delapan tahun lalu, tetap menyimpan misteri dan eksotis buat foto-foto. Air terjunnya lebih gede dan deras jadi ga ada orang yang berenang di bawahnya. Beda dengan air terjun GitGit Campuhan yang lebih kecil dan relatif banyak yang berenang.

Salah satu tempat favorit buat trekking di Bali, bisa menyatu dengan alam dan menyepi jauh dari keramaian. Semoga tetap terjaga keasriannya, tidak tergusur seperti sawah-sawah yang berubah jadi ladang-ladang tidak terurus, pojon pisang tumbuh di antara alang-alang.



Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.



No comments:

Post a Comment