11 December 2016

Victoria Market dan Lorong Kota

Cyberedhoy, Melbourne
11.11.16

Kali ini kita mampir ke pasar yang isinya banyak dicari warga lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu, daging, selain makanan juga ada souvenir murah khas Aussie yang diburu wisatawan. Pasar ini berada di 513 Elizabeth St, Melbourne Victoria. Sudah berdiri sejak 1878. 

Nah, buat yang pingin tau apa aja isinya bisa download peta pasarnya:



Banyak ketemu orang Asia di sini, mulai yang beli juga yang jual. Beberapa bahkan ada yang orang Indonesia jualan di sana. Mirip sama pasar tradisional di Jakarta. Di sini dijual mulai dari fashion sampai pernak pernik murah meriah (tergantung kejelian dan tawar menawar sih). Gue beli beberapa poster superheroes dengan background Melbourne era awal abad 20an, harganya lumayan mahal ya, ukuran A3 dibandrol AU$ 50 untuk dua gambar. Memang sih sudah rapi dengan background hard paper dan triplek.

Untuk kuliner gue ikutan coba American Doughnut Kitchen, lokasinya di belakang Queen Vic, antara gedung jualan souvenir sama bangunan khusus jual sayuran dan buah segar. Ikutan antri sekitar 4 meter. Donat ini sudah ada sejak 1950, pegawainya membuat donat dari dalam mobil VW Van dan melayani pembeli yang antri dari jendela depan. Donat ini gak punya lubang di tengah, bentuknya agak lonjong dan berisi selai raspberry, terus dibalut gula putih di luar. Teksturnya lembut dan enak. Harganya AU$ 5.5 untuk 5 donat.

Selain donat, kita juga cobain kopi yang aromanya terasa di seputaran Market Lane, gak jauh dari Van Donat tadi. Sambil nongkrong pagi, menikmati udara yang segar dengan suhu sekitar 18 derajat saat itu lumayan asyik. Latte dan espresso jadi favorit pengunjung sih kalo dilihat ya. Cokelat hangat juga jadi menu andalan. Salah satu gerai Koko Black cukup ramai antriannya. Selain itu ada juga minuman lain, mousse, es krim, cake yang semua terbuat dari coklat.






Balik dari Victoria Market kita pilih jalan kaki kembali ke kawasan Central Business District santai aja sambil lihat2 toko di sepanjang jalan. Kebetulan lewat salah satu toko CD, mampir sebentar beli album Metallica terbaru, Hardwired yang limited edition dapat tambahan 1 CD versi live album terbaru khusus di jual di Australia. Harganya AU$ 30, mungkin kalau di Jakarta CD import limited gitu bisa 500an ribu perak ya.

Di beberapa gang di sana juga ada mural yang up to date dengan kondisi dunia, salah satunya graffitty Donald Trump di sana. Wah, di Melbourne memang banyak street art yang lokasinya di outdoor. Bahkan salah satu yang terkenal di dunia. 

Berikut beberapa lokasi street art di Melbourne:



Kita berjalan kaki menyusuri lorong-lorong jalan yang terkenal ramai di area Central Bussines Distric (CBD). Di salah satu blok Laneway Arcade, di sini banyak makanan dijual di kaki lima, namun variasi menunya bintang lima. Salah satunya Attica, salah satu dari 50 restoran terbaik di dunia dan dapatkan menu unik seperti kepiting salju 12 rasa dari Chef terkenal, Ben Shewry.

Lewat Collins Street terdapat dua daerah yang memiliki ciri khas masing-masing. Pertama, New York daerah yang lebih modern. Di sini bisa menemukan gedung-gedung tinggi, kafe dan bar, serta perkantoran. kedua, Paris End daerah yang bisa dibilang lebih kuno terdapat bangunan-bangunan klasik namun ditempati oleh boutique-boutique yang berkelas.


Written & Photos by mazEdhoy 
© 2016 by Cyberedhoy Inc, Allrights Reserved.

No comments:

Post a Comment